nataragung.id – Natar – Di bumi ini kita berpeluh, menahan lelah, menahan lapar, menahan perih perjuangan.
Namun Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mengingatkan, dengan doa yang lembut sekaligus tegas:
((اللَّهُمَّ لاَ عَيْشَ إلا عَيْشَ الآخِرَةِ)). متفقٌ عَلَيْهِ.
“Ya Allah, tiada kehidupan kecuali kehidupan akhirat.” (muttafaq alaihi dari Anas bin Malik)
Ucapan itu lahir di dua keadaan yang berlawanan,
saat derita menggali parit, ketika tubuh letih, tangan penuh debu, dan juga saat bahagia melihat ribuan mukmin berkumpul di Arafah, penuh cahaya iman.
Seakan beliau berkata kepada kita semua: Dunia hanyalah persinggahan, ia singkat dan fana.
Ada tangis di dalamnya, ada letih yang menguras jiwa, ada bahagia yang sementara. Namun hidup yang sejati, ada di sana, di akhirat.
Hidup yang tak mengenal senja,
tak lagi ada air mata, tak lagi ada luka yang menggores hati.
Maka jangan terpedaya oleh singkatnya dunia,
jangan tertipu oleh manis yang sesaat.
Kuatkan langkahmu, bersabarlah dalam lelahmu, karena kehidupan yang kekal, yang penuh cahaya dan tanpa derita menanti di akhirat sana. (55).
WaAllahu A’lam
_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair
*) Penulis adalah Anggota Majelis Syura DDII Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

