nataragung.id – Natar – Beberapa tikungan dalam hidup memang menyakitkan, tapi itu wajib dilalui untuk melanjutkan perjalanan.
Karena jalan hidup tidak selalu lurus, dan tak selamanya mulus. Ada tikungan tajam, ada tanjakan yang membuat napas sesak, ada turunan yang membuat kita hampir terjatuh.
Di balik setiap belokan, ada rahasia Allah yang tidak kita lihat, tetapi sedang Allah siapkan.
Kadang Allah membelokkan jalan kita dari sesuatu yang kita inginkan, agar kita sampai pada sesuatu yang kita butuhkan.
Kadang Allah membuat langkah kita terhenti, bukan untuk mematahkan hati, tetapi agar kita belajar memperbaiki arah.
Ingatlah, Jika Allah hanya menginginkan kita bahagia, jalan kita akan dipenuhi kenyamanan. Namun karena Allah menginginkan kita dewasa, maka jalan kita ditempa ujian. Karena Allah menginginkan kita kuat, maka hati kita berlatih dari kepedihan.
Karena Allah menginginkan kita tumbuh, maka tak semua yang kita minta langsung dikabulkan.
Saat hidup terasa menikung tajam dan membuat hati teriris, katakan dalam jiwa:
“Tuhanku tidak pernah salah arah.”
Yang sulit itu bukan tanda kebencian-Nya, tapi pertanda kasih sayang-Nya yang sedang bekerja dalam diam.
Teruslah berjalan.
Meski perlahan.
Meski dengan air mata. Sebab, setiap tikungan pasti membawa kita ke pemandangan baru, dan setiap rasa sakit pasti menuntun kita pada kedewasaan yang dulu belum kita punya.
Dan suatu hari nanti, saat kita menoleh ke belakang, kita akan mengerti: Ternyata tikungan yang menyakitkan itu adalah jalan tercepat menuju kebahagiaan yang kita panjatkan dalam doa. (105).
Wallahu A’lamu
_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair
*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

