nataragung.id, Natar — Sedayu, 15 November Suasana di lingkungan SD IT Rasyid Sedayu berubah menjadi lautan semangat ketika ratusan peserta Gerakan Pramuka dari kelas 3, 4, dan 5 memasuki area perkemahan. Dengan wajah antusias dan langkah penuh percaya diri, para Pramuka cilik itu memulai perjalanan panjang mereka dalam kegiatan Perkemahan Sehari (Persari), Malam Bina Iman dan Taqwa (Mabit), dan Perkemahan Sabtu-Minggu (Persami).
Kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan momentum pembentukan karakter, penguatan mental, dan ujian kecakapan yang menjadi gerbang kenaikan pangkat bagi para Pramuka muda tersebut. Untuk golongan Siaga, mereka mengikuti pengambilan TKU Siaga Mula dan Bantu, sementara para Penggalang bersiap menempuh TKU Ramu, sebuah tahap penting dalam perjalanan kepramukaan mereka.
Persari: Sehari Penuh Petualangan dan Tantangan Alam
Sejak pagi, peserta Siaga dari kelas 3 dan 4 diajak menjelajah lintasan hyking. Mereka melewati enam pos yang dirancang untuk mengasah kemampuan spiritual, ketangkasan, indra, keterampilan, pemahaman budaya, hingga kepramukaan.
Di setiap pos, tawa, keringat, dan rasa ingin tahu bercampur menjadi satu. Para peserta dengan penuh semangat menjalankan setiap tantangan, mulai dari soal-soal keagamaan hingga misi mengumpulkan tanaman kering. Alam menjadi kelas terbuka bagi mereka—mengajarkan hal-hal yang tak ditemukan di balik meja belajar.
Kelas 4 melanjutkan perjalanan dengan Mabit, sebuah malam yang menenangkan jiwa, menguatkan ketakwaan, sekaligus mempererat ikatan kebersamaan dalam suasana damai.
Persami: Dua Hari Menempa Mental & Keberanian
Bagi peserta kelas 5, Persami memberikan pengalaman yang jauh lebih penuh tantangan. Seharian penuh mereka menyusuri jalur hyking dengan lima pos utama: semaphore dan penyamaran, pionering, PBB, kebudayaan, hingga halang-rintang.

Petualangan dilanjutkan dengan Api Unggun dan Pentas Seni (Pensi), yang menjadi puncak euforia kebersamaan. Dalam momen penuh haru itu hadir Kak Damhuri Abdullah, Waka Bina Muda Kwaran Natar, mewakili Ketua Kwaran. Beliau bertindak sebagai Pembina Api Unggun, memberikan pesan-pesan penuh makna yang membakar semangat para Penggalang.
Setelah itu peserta melanjutkan ujian SKU, Jalan Malam, hingga kurve lingkungan sekolah sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan kedisiplinan.
Apresiasi dari Kepala Sekolah
Kepala SD IT Rasyid Sedayu, Ibu Mifta Huljannah, S.Ak, menyampaikan rasa bangga dan harunya. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya sebuah tradisi, tetapi sebuah agenda pembinaan yang akan dilaksanakan setiap semester.
“Anak-anak bukan hanya mendapat pengalaman, tetapi juga nilai kehidupan yang kelak akan mereka bawa hingga dewasa,” ujarnya penuh optimisme.
Kegiatan ini sukses digelar berkat kerjasama seluruh dewan guru, para pembantu Pembina, serta dukungan sangga kerja dari Penegak SMAN 2 Natar. Persari dan Persami tahun ini meninggalkan jejak cerita, keberanian, dan kebersamaan yang kelak akan menjadi kenangan indah para Pramuka cilik SD IT Rasyid Sedayu. (SN)

