Meski Kondisi Fiskal Dalam Tekanan, Komisi III DPRD Lampung Selatan Dorong Bappeda Jemput Program di Pusat

0

nataragung.id – Kalianda – Meski kondisi fiskal dalam tekanan, Komisi III DPRD Lampung Selatan tetap mendorong Bappeda Kabupaten Lampung Selatan dapat menjemput program di pusat

Saat ini, bukan hanya di Lampung Selatan, namun secara nasional keterbatasan anggaran daerah menjadi tantangan serius bagi pembangunan di seluruh Indonesia, tak terkecuali di Kabupaten Lampung Selatan.

Demikian salah satu materi yang dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPRD bersama Bappeda, Kamis (16/4/2026), di kantor DPRD setempat.

Karena itu dewan mendorong pemerintah daerah khususnya Bappeda untuk lebih kreatif dan proaktif mencari sumber pendanaan alternatif, khususnya dari pemerintah pusat.

Baca Juga :  Dukung Estafet Kepemimpinan BGN, Bupati Radityo Egi Optimistis Program MBG Makin Akseleratif

Anggota Komisi III DPRD Lampung Selatan, Bowo Edi Anggoro, menegaskan bahwa di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah pusat, daerah tidak bisa hanya mengandalkan kemampuan fiskal sendiri.

“Sekarang ini hampir semua anggaran dari pusat mengalami pengurangan. Banyak kegiatan dipangkas. Maka daerah harus punya kreativitas dan inovasi agar pembangunan tetap berjalan,” ujar Bowo.

Ia menekankan, pentingnya langkah proaktif dalam menjemput bola program-program pusat yang masih tersedia. Menurutnya, Lampung Selatan memiliki peluang besar untuk mendapatkan dukungan tersebut jika mampu bergerak cepat dan tepat.

“Harus proaktif melihat peluang di pusat. Apalagi Lampung Selatan ini bisa dibilang punya posisi yang cukup strategis saat ini,” tambahnya.

Baca Juga :  Wabup Syaiful Resmikan Jembatan Way Batu Ampar Desa Triharjo

Selain itu, politisi PKS tersebut juga mengingatkan agar seluruh program OPD terdata dan terintegrasi dengan baik dalam sistem perencanaan, termasuk dalam kamus usulan. Hal ini penting agar program yang diusulkan dapat sinkron dengan pokok-pokok pikiran (e-Pokir) DPRD yang telah diajukan sejak awal tahun.

“Semua kegiatan OPD harus masuk dalam kamus usulan. Kita sudah memasukkan e-Pokir di awal tahun, jadi harus sinkron agar tidak tumpang tindih,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bappeda Lampung Selatan, Aryan Saruhian, menyatakan kesiapan pihaknya untuk terus berinovasi dan memperkuat komunikasi dengan pemerintah pusat.

Baca Juga :  986 Mahasiswa Poltekkes Tanjung Karang Turun ke 25 Desa di Lampung Selatan, Pemkab Dorong Kolaborasi Percepat Program Kesehatan

“Tentu kita siap untuk terus berinovasi. Saat ini juga kita proaktif menjajaki berbagai peluang program pusat bersama Pak Bupati,” jelas Aryan.

Ia mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diterima, Lampung Selatan berpeluang mendapatkan sejumlah program dari pemerintah pusat, di antaranya bantuan bedah rumah dan program lainnya yang masih dalam proses pengajuan.

“Insyaallah ada beberapa kegiatan pusat yang akan kita dapatkan, seperti bantuan bedah rumah dan lainnya. Ini sedang kita kawal,” ujarnya. (mara)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini