Senja dan Kehidupan: Tentang Waktu Yang Tak Bisa di Ulang. Oleh: Mubarok Dzal Furkon *)

0

nataragung.id – Kota Metro – Senja selalu datang tanpa pernah meminta izin. Ia hadir perlahan, mengubah terang menjadi redup, menghadirkan warna jingga yang menenangkan sekaligus menyisakan rasa haru. Bagi sebagian orang, senja hanyalah peristiwa alam biasa. Namun bagi yang mampu merasakannya, senja adalah pengingat—bahwa waktu terus berjalan dan tidak pernah kembali.

Dalam kehidupan, kita sering terjebak dalam kesibukan yang membuat kita lupa akan hal-hal sederhana. Kita terlalu fokus pada apa yang akan datang, hingga lupa menghargai apa yang sedang berlangsung. Senja mengajarkan sesuatu yang penting: setiap momen memiliki batasnya. Seperti matahari yang perlahan tenggelam, waktu pun bergerak tanpa bisa dihentikan, apalagi diulang.

Baca Juga :  Pemprov Gelontorkan Rp 15 Miliar untuk Jalan Metro – Wates, Pemkot Metro Kawal Langsung

Ada banyak hal dalam hidup yang baru kita sadari nilainya setelah ia pergi. Waktu bersama keluarga, kebersamaan dengan teman, atau kesempatan yang pernah datang namun diabaikan. Senja seolah menjadi simbol dari semua itu—keindahan yang hanya bisa dinikmati sesaat. Jika terlewat, kita hanya bisa mengenangnya tanpa mampu mengulanginya.
Namun, senja tidak hanya tentang kehilangan. Ia juga membawa ketenangan dan refleksi. Dalam keheningannya, kita diajak untuk merenung: sudahkah kita menggunakan waktu dengan baik? Sudahkah kita menghargai orang-orang di sekitar kita? Ataukah kita justru membiarkan waktu berlalu tanpa makna?

Baca Juga :  Hadiri Harlah PMII ke-66, Ketua PCNU Metro: NU Metro Harus Menjadi Rumah Alumni PMII

Senja juga mengajarkan tentang penerimaan. Bahwa tidak semua hal bisa kita pertahankan. Ada fase dalam hidup yang harus kita lepaskan, seperti siang yang rela digantikan malam.
Menerima kenyataan bahwa waktu tidak bisa diulang bukanlah hal yang mudah, tetapi dari situlah kita belajar untuk lebih bijak menjalani hari.

Pada akhirnya, kehidupan adalah rangkaian “senja-senja kecil” yang kita alami setiap hari. Setiap keputusan, setiap pertemuan, dan setiap perpisahan adalah bagian dari perjalanan yang tidak bisa diulang. Maka, sebelum “senja” dalam hidup benar-benar tiba, sudah seharusnya kita belajar untuk lebih menghargai waktu. (*)

Baca Juga :  Musda VI Partai Golkar Kota Metro, Hanan A Rozak: Jadikan Kantor Golkar Sebagai Rumah Bersama dan Aspirasi Masyarakat

*) Penulis Adalah Mahasiswa semester 2 UIN Jurai Siwo Lampung

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini