Tidak Ada yang Instan: Konsistensi, Proses Belajar, dan ‘Rumah’ dalam Perspektif Psikologi Pendidikan. Oleh : Desy Puspitasari *)

0

nataragung.id – Kota Metro – Inspirasi di Balik Sebuah Perjalanan. Di era digital saat ini, berbagai aktivitas berlangsung dengan sangat cepat. Banyak orang yang ingin berhasil dengan cara yang instan tanpa melalui proses yang panjang. Namun, kisah dari Salma Salsabil justru menunjukkan hal yang sebaliknya. Keberhasilan tidak datang begitu saja, melainkan adanya sebuah usaha yang dilakukannya seperti konsistensi, kerja keras, dan ketekunan yang selalu ia lakukan secara terus menerus. Jika dilihat dari sudut pandang Psikologi Pendidikan, kisah ini bukan hanya sekedar inspirasi, tetapi juga mencerminkan bagaimana proses belajar dan perkembangan manusia yang berlangsung secara nyata.

Proses yang Membentuk Kemampuan.

Perjalanan yang dimulai sejak kecil hingga akhirnya dikenal luas menunjukkan bahwa belajar adalah proses yang bertahap. Pada saat itu Salma Salsabil tidak langsung berada di titik puncak, ia melewati proses panjang. Sejak dari kelas 1 SD, ia sudah memasuki dunia musik untuk menunjukkan bakat menyanyinya dari panggung ke panggung. Tidak ada keberhasilan yang datang secara tiba-tiba. Semua itu dimulai dengan belajar, berlatih, keberanian untuk terus mencoba, dan pengalaman yang di mana pada saat itu ia berada di panggung besar seperti Indonesian Idol yang dikenal sebagai ajang pencarian bakat menyanyi terbesar di Indonesia. Dalam Psikologi Pendidikan, hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran terjadi secara berulang dan berkelanjutan, karena setiap usaha yang dilakukan mau sekecil apapun itu pasti akan memberikan dampak yang besar terhadap kemampuan seseorang.

Baca Juga :  Tips Hadapi Serangan Buzzer di Ruang Publik Digital, Nomor 3 Paling Sulit


Motivasi dari Dalam sebagai Penggerak.

Konsistensi yang ditunjukkan tidak terlepas dari adanya dorongan dari dalam diri. Motivasi intrinsik membuat seseorang tetap bertahan meskipun menghadapi berbagai tantangan. Dalam dunia pendidikan, peserta didik yang memiliki motivasi dari dalam dirinya akan menunjukkan adanya keaktifan, tidak mudah menyerah, dan memiliki keinginan yang kuat untuk terus belajar serta berkembang setiap harinya.

Kegagalan sebagai Bagian dari Perjalanan.

Dalam setiap proses belajar, kegagalan adalah suatu hal yang wajar. Namun kegagalan tersebut bukanlah akhir dari segalanya. Justru, kegagalan tersebut menjadi sarana agar seseorang terus belajar dan memperbaiki diri agar bisa menjadi lebih baik. Dalam psikologi pendidikan, hal ini sebagai resiliensi, yaitu kemampuan untuk bangkit kembali setelah mengalami kesulitan. Sikap ini perlu dimiliki oleh seseorang agar tidak mudah putus asa dan justru makin kuat dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada.

Baca Juga :  Suami Paling Menyedihkan di Dunia. 0leh : Mukhotib MD *)

Pola Pikir yang Menentukan Arah.

Suatu keberhasilan juga dipengaruhi oleh cara seseorang dalam memandang dirinya. Pola pikir berkembang atau growth mindset akan membuat seseorang percaya bahwa kemampuan yang dimiliki dapat ditingkatkan melalui usaha dan latihan yang dilakukan. Dengan pola pikir ini, tantangan bukanlah suatu hal yang dianggap sebagai hambatan, tetapi sebagai kesempatan untuk terus belajar menjadi yang lebih baik.

Makna “Rumah” sebagai Dukungan Emosional.

Selain usaha dan kerja keras, setiap individu juga membutuhkan tempat untuk kembali dan bercerita. “Rumah” tidak hanya berbentuk bangunan, tetapi juga bisa berupa keluarga, sahabat, atau lingkungan yang memberikan rasa nyaman, aman, dan penerimaan sehingga seseorang tidak akan merasa dihakimi. Dalam psikologi pendidikan, kondisi emosional yang stabil sangat berpengaruh pada keberhasilan belajar. Seseorang yang merasa didukung akan membuat dirinya menjadi percaya diri dan mampu berkembang secara optimal.

Baca Juga :  Hujan Bikin Malas Bangun Pagi? Ini 5 Cara Jitu Lawan Rasa Gabut, Nomor 3 Paling Menakjubkan!

Penutup.

Pada akhirnya, keberhasilan bukanlah suatu hal yang datang secara tiba-tiba. Hal tersebut akan teraih jika dijalani dengan adanya konsistensi, kesabaran, ketekunan, dan tentunya adalah proses yang panjang. Dari sudut pandang psikologi pendidikan, keberhasilan juga dipengaruhi dengan adanya motivasi, kemampuan menghadapi kegagalan, pola pikir, serta dukungan emosional. Di tengah perjalanan tersebut, tidak bisa dipungkiri bahwa setiap individu membutuhkan “Rumah” sebagai tempat untuk kembali, menguatkan diri, dan melanjutkan langkah dengan semangat baru setiap harinya untuk terus belajar dan berkembang. <>

*) Penulis adalah : Mahasiswa Universitas Islam Negeri Jurai Siwo Lampung.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini