nataragung.id, Bandar Lampung – Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, atas nama Pemerintah Provinsi Lampung dan keluarga, menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya Brigadir Arya Supena, anggota Direktorat Intelkam Polda Lampung, dalam peristiwa penembakan saat aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di kawasan Labuhan Ratu, Bandar Lampung, Sabtu (9/5/2026) pagi.
“Kami atas nama Pemerintah Provinsi Lampung dan keluarga turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas gugurnya Brigadir Arya Supena dalam menjalankan tugas. Semoga almarhum husnul khatimah dan mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Kami bangga dengan Polisi Republik Indonesia,” ujar Marindo Kurniawan.
Ia mengatakan, kepergian Brigadir Arya Supena menjadi duka bagi seluruh masyarakat Lampung, khususnya jajaran pemerintah daerah dan aparat penegak hukum yang selama ini bekerja menjaga keamanan masyarakat.
“Almarhum adalah sosok aparat yang gugur saat menjalankan tugas negara. Ini menjadi kehilangan besar, bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi institusi kepolisian dan masyarakat Lampung,” katanya.
Marindo juga menyampaikan simpati dan doa kepada keluarga yang ditinggalkan agar diberikan ketabahan menghadapi musibah tersebut.
“Kami mendoakan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan dalam menghadapi cobaan ini. Semoga seluruh amal ibadah almarhum diterima oleh Allah SWT,” ucapnya.
Ia berharap aparat kepolisian dapat segera mengungkap kasus tersebut dan menangkap pelaku penembakan yang menyebabkan gugurnya anggota kepolisian tersebut.
“Kami berharap pelaku segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku. Peristiwa ini tidak boleh terulang kembali karena aparat yang bertugas menjaga keamanan masyarakat justru menjadi korban tindak kriminal,” tegasnya.
Diketahui, Brigadir Arya Supena meninggal dunia setelah ditembak pelaku curanmor di kawasan Jalan Pagar Alam, Kelurahan Labuhan Ratu, Kecamatan Labuhan Ratu, Bandar Lampung, Sabtu (9/5/2026) pagi.
Korban sempat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung akibat luka tembak serius di bagian kepala. Namun, nyawanya tidak tertolong dan mengembuskan napas terakhir pada Sabtu siang.
Petugas kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi di sekitar lokasi. Hingga kini aparat masih memburu pelaku penembakan sekaligus mendalami kasus pembunuhan terhadap anggota Direktorat Intelkam Polda Lampung tersebut.
Editor : Muhammad Arya

