Pemprov Lampung Dorong Percepatan Penanganan dan Eliminasi TBC secara Menyeluruh melalui Optimalisasi Kolaborasi Lintas Sektor

0

nataragung.id – Bandar Lampung – Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mendorong Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah untuk mempercepat penanganan dan eliminasi Tuberkulosis (TBC) secara menyeluruh melalui penguatan penemuan kasus, investigasi kontak, hingga optimalisasi kolaborasi lintas sektor.

Hal tersebut disampaikan Jihan saat memimpin Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis (TP2TB) Kabupaten Lampung Tengah secara virtual dari Ruang Kerja Wakil Gubernur Lampung, Bandarlampung, Jumat (5/6/2026).

Dalam rapat tersebut, Jihan menyoroti masih rendahnya capaian sejumlah indikator program TBC di Kabupaten Lampung Tengah.

Berdasarkan data yang dipaparkan, penemuan terduga TBC sesuai standar pelayanan minimal (SPM) baru mencapai 33,9 persen, penemuan kasus TBC baru sebesar 14,1 persen, dan kontak serumah yang menerima Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) baru mencapai 23,3 persen.

“Kita harus mengejar temuan kasus TBC. Semakin cepat kasus ditemukan dan ditangani, maka semakin besar peluang kita untuk memutus rantai penularan dan mencapai target eliminasi TBC,” ujar Jihan.

Baca Juga :  Ketua TP. PKK Provinsi Lampung Tekankan Sinergitas Organisasi Wanita Dukung Pembangunan Daerah

Untuk meningkatkan capaian tersebut, Jihan merekomendasikan penguatan penemuan kasus TBC secara masif dan terarah melalui optimalisasi skrining TBC aktif atau Active Case Finding pada kelompok berisiko tinggi, seperti kontak serumah pasien TBC, penderita Diabetes Mellitus (DM), lanjut usia, dan perokok.

Selain itu, seluruh fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah maupun swasta didorong untuk meningkatkan penemuan kasus serta pelaporan melalui Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) Kementerian Kesehatan.

Jihan juga meminta percepatan investigasi kontak dan peningkatan cakupan pemberian TPT. Menurutnya, investigasi kontak perlu ditetapkan sebagai indikator prioritas yang dipantau secara rutin oleh Dinas Kesehatan dan seluruh puskesmas.

“Pastikan seluruh kontak serumah yang memenuhi syarat mendapatkan TPT sesuai pedoman nasional. Upaya pencegahan ini sangat penting untuk menekan munculnya kasus baru,” katanya.

Baca Juga :  Hari Desa Nasional 2026, Pemprov Lampung Perkuat Komitmen Membangun Kemandirian Desa

Dalam kesempatan tersebut, Jihan mendorong percepatan pengesahan dan implementasi Rencana Aksi Daerah (RAD) TBC. Ia menegaskan RAD TBC harus segera diintegrasikan ke dalam dokumen perencanaan daerah dan rencana kerja organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, dengan target serta pembagian peran yang jelas bagi setiap perangkat daerah.

“Peran sejumlah OPD seperti Bappeda, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Dinas Tenaga Kerja, serta organisasi masyarakat perlu terus dioptimalkan untuk mendukung percepatan eliminasi TBC,” ujarnya.

Penguatan Desa Siaga TBC juga menjadi perhatian. Jihan meminta pemerintah kecamatan dan desa mempercepat penerbitan Surat Keputusan (SK) Desa Siaga TBC bagi desa yang belum memilikinya, serta mengintegrasikan program TBC ke dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat dan pemanfaatan dana desa sesuai kewenangan.

Baca Juga :  Dipimpin Mendagri Tito Karnavian Pemprov Lampung Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026

Ia memberikan apresiasi karena telah 99,7 persen kampung di Kabupaten Lampung Tengah telah memiliki SK Kampung Siaga TBC yang didukung oleh 620 kader aktif.

Jihan juga mengapresiasi berbagai inovasi yang dilakukan dalam percepatan penanganan TBC, salah satunya melalui pemanfaatan mobil X-ray yang membantu memperluas jangkauan skrining dan deteksi dini kasus TBC di masyarakat.

“Ini merupakan langkah yang sangat baik. Saya berharap berbagai inovasi yang sudah berjalan dapat terus diperkuat sehingga target penuntasan dan eliminasi TBC di Kabupaten Lampung Tengah dapat tercapai,” pungkasnya. (*/SMh)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini