nataragung.id – Bandar Lampung – Ketua DPRD Provinsi Lampung, Ahmad Giri Akbar, S.E., M.B.A., bersama sejumlah Anggota DPRD Provinsi Lampung menghadiri Pelantikan dan Pengukuhan Dewan Pengurus Daerah (DPD) I dan DPD II APPMBGI (Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia) Provinsi Lampung yang diselenggarakan di Gedung Balai Keratun, Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Senin (22/6/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum penguatan kelembagaan APPMBGI di Provinsi Lampung dalam mendukung implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu program strategis nasional. Selain berorientasi pada peningkatan kualitas gizi masyarakat, program ini juga diarahkan untuk memperkuat pembangunan sumber daya manusia sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui keterlibatan berbagai sektor.
Prosesi pelantikan dan pengukuhan dilakukan langsung oleh Ketua Umum DPP APPMBGI, Abdul Rivai Ras. Dalam agenda tersebut, Dr. Gandhi Liyorba Indra resmi dilantik sebagai Ketua DPD I APPMBGI Provinsi Lampung bersama jajaran pengurus. Selain itu, pengukuhan juga dilakukan terhadap 15 Ketua DPD II APPMBGI dari kabupaten dan kota se-Provinsi Lampung sebagai upaya memperkuat struktur organisasi hingga tingkat daerah.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, S.T., M.M., unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung, Danang Suryo Wibowo, S.H., LL.M., beserta jajaran, perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN), pimpinan organisasi, serta para pelaku usaha dan pengelola dapur MBG dari seluruh wilayah Lampung.
Dalam sambutannya, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, S.T., M.M., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus yang telah dikukuhkan dan menegaskan pentingnya peran APPMBGI dalam mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis. Menurutnya, kemajuan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas generasi muda sehingga peningkatan gizi dan kecerdasan anak menjadi fondasi utama pembangunan nasional.
Lebih lanjut, Gubernur menjelaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak, tetapi juga dirancang sebagai instrumen pemerataan ekonomi. Kehadiran dapur MBG di berbagai daerah diharapkan mampu menggerakkan rantai pasok lokal dengan melibatkan petani, peternak, pelaku UMKM, hingga BUMDes sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat.
Pemerintah Provinsi Lampung, lanjut Gubernur, juga berkomitmen mengawal integrasi dapur MBG dengan potensi daerah agar program tersebut mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian lokal sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung, Danang Suryo Wibowo, S.H., LL.M., menegaskan bahwa pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis harus berjalan secara profesional, bertanggung jawab, aman, dan sesuai ketentuan yang berlaku. Pengawasan terhadap kualitas makanan, standar gizi, kebersihan dapur, serta tata kelola pelaksanaan program harus dilakukan secara konsisten agar manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat.
Kajati Lampung juga menekankan bahwa setiap persoalan yang berpotensi merugikan masyarakat harus diantisipasi melalui penguatan pengawasan dan kepatuhan terhadap regulasi sehingga pelaksanaan program tetap berjalan secara transparan dan akuntabel.
Kehadiran Ketua DPRD Provinsi Lampung, Ahmad Giri Akbar, S.E., M.B.A., bersama para anggota DPRD menunjukkan dukungan legislatif terhadap penguatan APPMBGI sebagai mitra strategis pemerintah dalam menyukseskan Program MBG. DPRD Provinsi Lampung memandang sinergi antara pemerintah daerah, organisasi pengelola, aparat penegak hukum, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam memastikan program berjalan efektif dan tepat sasaran.
Melalui pelantikan dan pengukuhan DPD I serta DPD II APPMBGI Provinsi Lampung ini diharapkan terbentuk ekosistem Program Makan Bergizi Gratis yang semakin terintegrasi, profesional, dan akuntabel. Kolaborasi lintas sektor diharapkan mampu mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia sekaligus memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Lampung. (*/SMh)

