nataragung.id – Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung terus memperkuat kolaborasi dengan organisasi kemahasiswaan sebagai mitra strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan berintegritas untuk menjawab tantangan pembangunan di masa depan.
Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela saat membuka Pelatihan Kader Lanjut (PKL) Pengurus Cabang Pergerakan Mahsiswa Islam Indonesia (PMII) Bandar Lampung bertema “Beyond Ordinary Cadres: Mencetak Kader PMII yang Militan, Intelektual, dan Revolusioner” di Balai Keratun, Kompleks Dinas Kantor Gubernur, Rabu (1/7/2026).
Dalam sambutannya, Wagub Jihan mengapresiasi konsistensi PMII sebagai organisasi yang terus melahirkan kader-kader berkualitas serta aktif membangun sinergi dengan pemerintah daerah.
“Saya tidak bosan-bosannya mengucapkan terima kasih atas peran aktif sahabat-sahabat PMII Provinsi Lampung. Insyaallah kita terus menjalin sinergi dan kolaborasi untuk memajukan Provinsi Lampung,” ujarnya.
Menurutnya, tema PKL sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini.
Perubahan yang dipicu perkembangan teknologi, digitalisasi, hingga kecerdasan buatan/Artificial Intelligence (AI) menuntut lahirnya kader yang tidak hanya memiliki semangat juang, tetapi juga kapasitas intelektual dan kemampuan beradaptasi.
Wagub Jihan menegaskan bahwa kader PMII perlu menanamkan tiga nilai utama, yakni militansi, intelektualitas, dan semangat revolusioner sebagai bekal menghadapi dinamika zaman.
Ia menjelaskan militansi dibutuhkan agar kader tetap istiqamah memperjuangkan nilai-nilai kebaikan.
Sementara intelektualitas tidak lagi sekadar kemampuan mengakses informasi, melainkan kemampuan mengolah informasi menjadi gagasan, riset, dan rekomendasi yang dapat memberikan solusi bagi masyarakat.
Adapun sikap revolusioner, menurutnya, diwujudkan melalui keberanian melakukan perubahan yang relevan dengan perkembangan zaman, bukan sekadar slogan.
Lebih lanjut, Wagub Jihan mengajak para kader PMII untuk tidak berhenti sebagai aktivis organisasi, tetapi terus mempersiapkan diri mengisi berbagai posisi strategis di berbagai bidang, mulai dari birokrasi, dunia kesehatan, legislatif hingga kepemimpinan daerah.
“Kami membutuhkan kader-kader PMII yang kelak menjadi birokrat, dokter, anggota DPR, kepala daerah, maupun pemimpin lainnya yang tetap membawa nilai-nilai perjuangan organisasi. Jangan berpuas diri hanya menjadi aktivis organisasi,” tegasnya.
Ia meyakini estafet kepemimpinan daerah maupun nasional ke depan akan banyak diisi oleh generasi muda yang lahir dari proses kaderisasi organisasi kemahasiswaan, termasuk PMII.
Karena itu, Wagub Jihan meminta seluruh peserta mengikuti setiap materi pelatihan dengan sungguh-sungguh agar ilmu yang diperoleh dapat menjadi bekal dalam menghasilkan kajian, riset, serta rekomendasi kebijakan yang konstruktif bagi pembangunan.
Sementara itu, Pengurus Besar PMII Dedy Indra Prayoga mengatakan tantangan global saat ini semakin kompleks, mulai dari perkembangan teknologi, dinamika geopolitik, hingga perubahan iklim yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.
Menurutnya, kondisi tersebut menuntut organisasi kemahasiswaan melakukan rekontekstualisasi pola kaderisasi agar tetap relevan dengan kebutuhan zaman.
Dedy juga mengapresiasi sikap Pemerintah Provinsi Lampung yang membuka ruang dialog dengan mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi.
“Di Lampung saya sangat mengapresiasi Pemerintah Provinsi Lampung. Kritik dalam negara demokrasi adalah mekanisme koreksi yang harus diterima sebagai bagian dari proses pembangunan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum PC PMII Kota Bandar Lampung Topik Sanjaya mengatakan bahwa PKL merupakan jenjang kaderisasi tingkat lanjut yang bertujuan mencetak pemimpin masa depan yang progresif, militan, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut diikuti peserta dari berbagai daerah, antara lain Lampung, Jambi, Riau, Sumatera Selatan, dan Bangka Belitung, dengan menghadirkan sejumlah narasumber dari tingkat nasional.
Melalui pelatihan tersebut, PMII berharap lahir kader-kader yang memiliki kapasitas kepemimpinan, wawasan kebangsaan, serta kesiapan menjadi bagian dari solusi atas berbagai tantangan pembangunan bangsa dan daerah.(*/SMh)

