nataragung.id, Bandar Lampung – Pembangunan jembatan penyeberangan orang (JPO) siger milenial yang sempat menuai kontroversi di kalangan masyarakat Bandar Lampung kini justru menjadi daya tarik tersendiri. Jembatan yang disebut-sebut menghabiskan anggaran lebih dari Rp. 2 miliar dari Pemerintah Kota Bandar Lampung ini, kini ramai dikunjungi warga, baik dari dalam kota maupun luar daerah.
Awalnya, proyek ini mendapatkan penolakan dari sebagian masyarakat yang mempertanyakan urgensi dan besarnya anggaran yang dikeluarkan. Namun, seiring rampungnya pembangunan, jembatan ini justru menjelma menjadi ikon baru Kota Tapis Berseri.
Setiap harinya, jembatan tersebut dipadati pengunjung yang datang untuk bersantai, menikmati pemandangan kota dari ketinggian, atau sekadar berswafoto dengan latar Kota Bandar Lampung.

Salah satu pengunjung, Adriani, warga Kelurahan Teluk Betung, mengaku sangat senang dengan keberadaan jembatan ini. Ia merasa jembatan tersebut memberikan tempat baru yang menarik bagi warga. Namun demikian, Adriani menyayangkan kurangnya fasilitas kebersihan di area jembatan.
“Pas masuk, saya beli jajanan dulu di sekitar Masjid Al Furqan, lalu makan di atas jembatan. Tapi bingung, sampahnya mau buang di mana? Tempat sampah tidak ada sama sekali,” ujarnya.
Hal serupa juga dirasakan oleh Joko Susilo, pengunjung asal Natar, Lampung Selatan. Ia mengaku penasaran dengan jembatan yang ramai diperbincangkan di media sosial. Setelah berkunjung, ia mengungkapkan kekagumannya terhadap pemandangan dari atas jembatan, namun turut mengkritisi ketersediaan lahan parkir.

“Parkirnya kurang nyaman, agak ngeri kan lagi musim maling. Harusnya ada petugas khusus yang berjaga. Ini kan sudah jadi tempat umum dan ramai dikunjungi,” kata Joko.
Senada dengan Joko, Murniati seorang pengunjung dari Palembang yang menghadiri acara pernikahan di Masjid Al Furqan juga menyempatkan waktu untuk berfoto di jembatan tersebut. Ia menyebut jembatan itu sangat Instagramable dan layak dijadikan ikon baru kota.

Warga berharap, Pemkot Bandar Lampung, khususnya Wali Kota Eva Dwiana, dapat melengkapi fasilitas umum di sekitar jembatan, seperti tempat sampah, penerangan, hingga petugas keamanan dan parkir yang memadai, agar kenyamanan pengunjung tetap terjaga.
Dengan antusiasme masyarakat yang terus meningkat, jembatan ini bukan hanya menjadi saksi perubahan wajah kota, tetapi juga simbol bahwa ruang publik yang menarik dan nyaman sangat dibutuhkan masyarakat urban.
Editor : Muhammad Arya

