nataragung.id – BANDAR LAMPUNG – Sejarah peradaban masyarakat sepanjang tepi sungai Tulang Bawang di-iringi pula dengan sejarah panjang para pedagangnya, termasuk pedagang hasil bumi seperti lada dll dan pedagang ikan nya ( termasuk pedagang terasi dan ikan asin).
Mantan Walikota Bandar Lampung Herman HN (Hasanusi ), bisa cerita tentang kisah para pedagang ikan Menggala ini.
Pada masa lalu daerah-daerah yang tanahnya subur di buka oleh orang-orang Menggala (dan sekitarnya) untuk di tanami lada yang hasilnya berlimpah untuk di jual ke kota.
Ketika membuka lahan mereka membawa bekal ikan asin, terasi, garam dan alat pertanian dari Menggala.
Tradisi makan ikan dari sungai dan rawa-rawa Tulang Bawang menghasilkan banyak orang-orang Tulang Bawang yang unggul sumber daya manusianya (human resource)
Orang Menggala banyak yang sukses di Jakarta (tingkat nasional) dan di daerah lain.
Terasi Menggala, ikan asin dan pedagang ikan segar, tidak bisa di pisahkan dengan kisah pedagang-pedagang ikannya.
Ributnya pedagang ikan Menggala dengan Wakil Bupati Tulang Bawang Hankam Hasan mengingatkan kita akan lika-liku perjalanan panjang pedagang ikan Menggala
Tersandungnya Wakil Bupati Tulang bawang dengan pedagang ikan Menggala kita ambil hikmahnya, bahwa untuk meningkatkan sumberdaya masyarakat (kecerdasan otak) maka tradisi makan ikannya orang Menggala harus jadi contoh dan di lanjutkan dengan cara Pemda mempelopori produksi ikan dari sungai Tulang Bawang secara besar-besaran dan berkelanjutan, jangan sampai seperti nasib kedelai yg dulu jaya di tanam petani sekarang impor dari Amerika.
*) Penulis adalah Aktifis NU, Tinggal di Bandar Lampung.

