KLIK, SEBAR, HAPUS: ๐˜‘๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜™๐˜ฆ๐˜ฎ, ๐˜‘๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜‰๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ด๐˜ช๐˜ฏ. Oleh : Herry Tjahyono *)

0

nataragung.id – JAKARTA – Ada yang lebih berbahaya dari hoaksโ€“yaitu ketika hoaks itu diproduksi dan disebarkan oleh mereka yang pernah duduk dalam kekuasaan. Dengan legitimasi masa lalu, mereka bicara seolah penjaga kebenaran, padahal seringkali hanya penjaja kecurigaan.

Said Didu, mantan pejabat BUMN yang kini aktif sebagai komentator politik oposisi, kembali memantik keriuhan. Orang ini mengangkat unggahan yang menuding mantan Ibu Negara Iriana sebagai pemilik tambang emas di Raja Ampat. Tangkapan layar ditampilkan, lengkap dengan nama dan data administratif. Namun saat unggahan aslinya dihapus oleh si pemilik awal, Said Didu dengan entengnya ikut menghapus dan menulis: โ€œ๐˜’๐˜ข๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฑ๐˜ฐ๐˜ด๐˜ต๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ง๐˜ฐ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ด ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ช๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ช๐˜ฐ๐˜ฏ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ซ๐˜ถ๐˜จ๐˜ข ๐˜ด๐˜ข๐˜บ๐˜ข ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ด.โ€

Baca Juga :  Erma Yusneli Resmi Pimpin PMI Lampung Selatan, Tegaskan Komitmen Pengabdian Kemanusiaan

Semudah itukah menyebar sesuatu yang bisa merusak reputasi, lalu menghapusnya tanpa konsekuensi? Dimana pertanggungjawaban etik seorang eks pejabat negara?

Dalam “๐˜๐˜ฏ๐˜ง๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ต๐˜ช๐˜ฐ๐˜ฏ ๐˜‹๐˜ช๐˜ด๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ณโ€ (Claire Wardle & Hossein Derakhshan), disebutkan bahwa penyebaran misinformasi oleh tokoh publik jauh lebih destruktif karena memperbesar efek resonansi dan mempercepat pembentukan opini palsu. Artinya, apa yang dilakukan oleh mantan pejabat semacam ini bukan hanya sembronoโ€“tapi memperpanjang kebodohan kolektif.

Di era ๐˜ฑ๐˜ฐ๐˜ด๐˜ต-๐˜ต๐˜ณ๐˜ถ๐˜ต๐˜ฉ, di mana emosi lebih dipercaya daripada fakta, mantan elite seharusnya menjadi remโ€“bukan bensin. Tapi yang terjadi justru sebaliknya: kekuasaan yang telah ditanggalkan malah digunakan sebagai alat pendongkrak opini pribadi. Bahkan ketika informasi terbukti rapuh, mereka bisa mundur dengan ringanโ€“tanpa klarifikasi, apalagi permintaan maaf.

Baca Juga :  Masyarakat Desa Hara Banjar Manis Minta Bupati Lampung Selatan Untuk Memberhentikan Syahruddin Dari Jabatan Kepala Desa

Ini bukan sekadar soal Iriana atau Raja Ampat. Ini soal bagaimana seorang mantan pejabat yang seharusnya paham integritas, justru ikut memperkeruh demokrasi yang sedang susah payah belajar dewasa. Ketika publik percaya pada suara-suara yang penuh prasangka dan minim verifikasi, pendidikan politik akan kehilangan pijakan.

Sialnya, orang-orang seperti ini justru dielu-elukan oleh sebagian publikโ€“bukan karena integritasnyaโ€“tapi karena narasi bencinya.

Baca Juga :  Zita Anjani Ajak Finalis Muli Mekhanai Bersih Pantai Semukuk, Titip Misi Jaga Lingkungan

Demokrasi akan gagal bukan karena rakyat tak mampu berpikir, tapi karena terlalu sering dibodohi oleh mereka yang seharusnya memberi contoh berpikir. Ketika yang diwariskan hanyalah sinisme, maka ke depan yang tumbuh hanyalah benih apatisme.

โ€“๐—ฑ๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ ๐—ฟ๐˜‚๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐˜๐—ฒ๐—ฟ๐—ฏ๐˜‚๐—ธ๐—ฎ, ๐˜๐—ฒ๐—บ๐—ฝ๐—ฎ๐˜ ๐—ฑ๐—ถ ๐—บ๐—ฎ๐—ป๐—ฎ ๐—ถ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐—ป ๐—ฝ๐˜‚๐—ฏ๐—น๐—ถ๐—ธ ๐˜€๐—ฒ๐—ต๐—ฎ๐—ฟ๐˜‚๐˜€๐—ป๐˜†๐—ฎ ๐˜๐—ฎ๐—ธ ๐—บ๐˜‚๐—ฑ๐—ฎ๐—ต ๐—ฑ๐—ถ๐—ต๐—ฎ๐—ฝ๐˜‚๐˜€ ๐˜€๐—ฒ๐—ฝ๐—ฒ๐—ฟ๐˜๐—ถ ๐˜๐˜„๐—ฒ๐—ฒ๐˜.

*) Penulis adalah Profesional (Former), CEO Perusahaan Swasta, Penulis Buku, Kolumnis KOMPAS.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini