Blog

  • DPRD dan Pemprov Lampung Sepakati Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2025

    DPRD dan Pemprov Lampung Sepakati Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2025

    nataragung.id – Bandar Lampung – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama Ketua DPRD Provinsi Lampung Ahmad Giri Akbar menandatangani Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Provinsi Lampung Tahun Anggaran 2025.

    Penandatanganan berlangsung di Ruang Sidang Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung, Kamis (30/7/2026).

    Dalam sambutannya, Gubernur Mirza menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan anggota DPRD, Badan Anggaran, serta seluruh fraksi yang telah mencurahkan tenaga, pikiran, dan waktu selama proses pembahasan raperda. Menurutnya, koordinasi yang baik dan intensif antara eksekutif dan legislatif menjadi kunci tercapainya kesepakatan terhadap Raperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Provinsi Lampung Tahun Anggaran 2025.

    Ia juga menilai bahwa berbagai masukan, saran, dan kritik yang disampaikan DPRD, baik terkait substansi raperda maupun pelaksanaan program pembangunan daerah, menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah.

    “Seluruh masukan menjadi referensi untuk terus melakukan pembenahan dan perbaikan ke depan agar program dan kegiatan yang dilaksanakan semakin berdaya guna dan berhasil guna dalam mewujudkan masyarakat Provinsi Lampung yang lebih sejahtera,” ujarnya.

    Setelah memperoleh persetujuan DPRD, raperda tersebut selanjutnya akan disampaikan kepada Menteri Dalam Negeri untuk dievaluasi sesuai amanat Pasal 195 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. (*/SMh)

  • Seri Buku: Kuliner Tradisional Lampung. Bebai Maghing dan Kehangatan Silaturahmi. Oleh: Mohammad Medani Bahagianda *)

    Seri Buku: Kuliner Tradisional Lampung. Bebai Maghing dan Kehangatan Silaturahmi. Oleh: Mohammad Medani Bahagianda *)

    nataragung.id – Bandar Lampung – Dahulu kala, di sebuah tiyuh (kampung adat) di daerah Lampung Timur, hiduplah sekelompok ibu-ibu yang gemar berkumpul. Mereka bukan sekadar bertukar cerita, tetapi juga menciptakan sesuatu yang hangat, bukan hanya untuk perut, tetapi juga untuk hati. Merekalah yang melahirkan sebuah jajanan tradisional bernama Bebai Maghing.
    Alkisah, pada suatu sore, seorang nenek bernama Mak Batin sedang duduk-duduk santai di beranda rumahnya. Anak-anaknya yang sudah besar merantau ke kota, meninggalkannya sendiri. Namun, Mak Batin tak pernah kesepian. Setiap sore, tetangga-tetangganya datang berkunjung, membawa oleh-oleh kecil dari dapur masing-masing. Suatu hari, Mak Batin bertanya, “Mengapa kita tidak membuat sesuatu bersama-sama? Sesuatu yang manis, yang bisa kita nikmati sambil berbincang?”
    Maka berembuklah para ibu itu. Mereka menggabungkan beras ketan yang disimpan di dapur, pisang ranum dari kebun belakang, dan gula merah yang disisakan untuk hajatan. Dengan daun pisang sebagai pembungkus, mereka menciptakan sebuah kudapan sederhana. Proses pembuatannya dilakukan sambil duduk-duduk santai, tanpa perlu banyak gerakan, bercanda, tertawa, dan saling berbagi cerita.
    Konon, dari kebiasaan duduk santai inilah lahir nama Bebai Maghing. Dalam bahasa Lampung, “bebai” berarti wanita dan “maghing” berarti malas atau sakit. Namun, jangan salah paham, kemalasan di sini bukanlah kelemahan, melainkan sebuah seni untuk melambat dan menikmati kebersamaan. Ada yang menyebutnya juga “biak injak”, yang berarti “berat bangun” atau “susah bangun”. Bayangkan, nikmatnya duduk berlama-lama ditemani secangkir kopi dan sebungkus Bebai Maghing yang masih hangat. Siapa yang rela bangun?

    Filosofi di Balik Nama “Wanita Malas”

    Nama Bebai Maghing kerap menimbulkan tawa dan keheranan bagi yang pertama kali mendengarnya. Namun, di balik nama yang unik ini tersimpan falsafah mendalam tentang kehidupan masyarakat Lampung. Bebai Maghing mengajarkan bahwa tak setiap waktu kita harus bergerak cepat dan sibuk. Ada momen-momen di mana kita perlu duduk, berhenti sejenak, dan menikmati kebersamaan. Dalam budaya Lampung, waktu santai bersama keluarga dan tetangga justru menjadi saat-saat paling berharga untuk mempererat tali silaturahmi.
    Menurut cerita lisan yang diwariskan turun-temurun, Bebai Maghing lahir dari semangat Nemui Nyimah, keramahan dan saling memberi. Ketika para ibu berkumpul, mereka tak hanya membuat kue, tetapi juga saling memberi perhatian, mendengarkan keluh kesah, dan berbagi kegembiraan. Nilai inilah yang kemudian menjadi cikal bakal tradisi pembuatan Bebai Maghing secara bersama-sama.

    Resep dan Cara Menghidangkan Bebai Maghing.

    Bebai Maghing terbuat dari bahan-bahan sederhana yang mudah ditemukan di dapur tradisional Lampung. Berikut bahan-bahannya: 500 gram beras ketan putih atau hitam, 200 gram gula merah atau gula aren, 350 gram pisang yang sudah matang (biasanya pisang raja atau pisang rejang), garam secukupnya, dan daun pisang untuk membungkus.
    Cara membuatnya pun tergolong mudah. Beras ketan dicuci bersih lalu ditiriskan. Pisang dikupas dan dihaluskan. Setelah itu, ketan dicampur dengan gula merah yang sudah diiris tipis, pisang yang dihaluskan, dan sedikit garam. Semua bahan diaduk hingga rata. Adonan lalu dibungkus dengan daun pisang berbentuk bulat atau persegi panjang, kemudian direbus atau dikukus hingga matang. Proses ini sering dilakukan sambil duduk-duduk santai, tak heran jika jajanan ini disebut Bebai Maghing!
    Bebai Maghing biasanya disajikan sebagai teman minum kopi atau teh di pagi atau sore hari. Rasa manis dari gula merah berpadu dengan aroma pisang dan gurihnya ketan menciptakan cita rasa yang khas dan sulit dilupakan.
    Dalam acara-acara hajatan atau pertemuan keluarga, Bebai Maghing selalu hadir di meja hidangan.

    Bebai Maghing dalam Tradisi Silaturahmi.

    Bebai Maghing bukan sekadar makanan ringan. Ia adalah media sosial yang menghidupkan kebersamaan. Pembuatannya hampir selalu dilakukan bersama-sama. Para wanita berkumpul di satu rumah, membawa bahan masing-masing, lalu mulai membungkus dan mengukus sambil bertukar kabar. Ada yang bercerita tentang anaknya yang baru menikah, ada yang tertawa mendengar kisah masa muda. Tak ada paksaan atau pembagian kerja yang kaku, semuanya mengalir alami, seperti irama kehidupan desa yang tenang.
    Dalam budaya Lampung yang menjunjung tinggi Nengah Nyappur, keterbukaan dan bersosialisasi, Bebai Maghing menjadi perwujudan nilai itu dalam bentuk kuliner. Sebuah makanan sederhana namun menyatukan. Ritual ini juga menjadi cara bagi masyarakat untuk menjaga hubungan sosial. Di banyak acara, mulai dari arisan, hajatan, hingga syukuran panen, Bebai Maghing selalu hadir.
    Seperti yang terungkap dalam Kitab Kuntara Raja Niti, salah satu naskah kuno Lampung yang menjadi rujukan adat, masyarakat Lampung sangat menjunjung tinggi Sakai Sambayan, gotong royong. Dalam kitab itu disebutkan: “Ganjaran bator: (1) ngangas ngudat punyimbang ni mak kurang, (2) Punyimbang ni mak peros hati dilom tiyuh hon, dan (3) Punyimbang ni hipol wat ubat ni diya layin dua ulah bator ni diya.”
    Artinya, malunya seorang pemimpin itu: (1) Sirih dan rokok penyimbang tidak kurang, (2) Penyimbang tidak asem hati saat ada hajatan, dan (3) Penyimbang tidak membuat masalah di kampung lain. Nilai ini mengajarkan bahwa dalam setiap hajatan, semangat gotong royong dan keramahan harus senantiasa dijaga, dan Bebai Maghing adalah salah satu wujudnya.

    Makna Spiritual dan Nilai-Nilai Luhur.

    Dalam setiap kegiatan atau upacara adat yang melibatkan Bebai Maghing, tidak ada hal yang bertentangan dengan syariat Islam. Justru, tradisi ini memperkuat nilai-nilai Islam tentang silaturahmi dan kebersamaan. Menyantap Bebai Maghing bersama-sama adalah bentuk syukur atas nikmat Allah yang melimpah, sekaligus pengingat untuk selalu menjaga hubungan baik antar sesama.
    Falsafah hidup orang Lampung yang termaktub dalam Piil Pesenggiri sangat terasa dalam tradisi Bebai Maghing.

    Mari kita telaah satu per satu:
    Pesenggiri, harga diri dan kehormatan. Membuat Bebai Maghing dengan bahan terbaik untuk tamu adalah bentuk menjaga kehormatan keluarga.
    Juluk-Adok, gelar kehormatan. Dalam setiap hajatan, Bebai Maghing menjadi simbol penghormatan kepada para tetua adat dan tamu undangan.
    Nemui Nyimah, keramahan dan saling memberi. Tradisi membuat Bebai Maghing bersama-sama adalah wujud keramahan yang tulus.
    Nengah Nyappur, keterbukaan dan bersosialisasi. Bebai Maghing menjadi pemersatu, hadir dalam berbagai acara tanpa memandang latar belakang.
    Sakai Sambayan, gotong royong. Pembuatan Bebai Maghing melibatkan banyak orang, mencerminkan semangat kebersamaan yang menjadi jiwa bangsa.

    Keselarasan dengan Nilai Pancasila.

    Jika kita renungkan, tradisi Bebai Maghing sangat selaras dengan nilai-nilai Pancasila. Sakai Sambayan adalah cermin sila kelima, keadilan sosial. Nengah Nyappur adalah cermin sila ketiga, persatuan Indonesia. Nemui Nyimah merefleksikan sila kedua, kemanusiaan yang adil dan beradab.
    Bebai Maghing juga mengajarkan toleransi dan semangat kebangsaan. Dalam Kitab Kuntara Raja Niti, terdapat ajaran “Ganjaran bator” yang mengajarkan tentang toleransi, semangat kebangsaan, cinta tanah air, peduli lingkungan, dan peduli sosial. Nilai-nilai ini terus hidup dalam setiap hajatan masyarakat Lampung yang menghadirkan Bebai Maghing.
    Kini, Bebai Maghing mulai jarang ditemui. Generasi muda lebih akrab dengan makanan kemasan. Namun, di balik bungkusan daun pisang yang hangat itu, tersimpan pelajaran tentang kehangatan silaturahmi dan pentingnya melambat sejenak di tengah hiruk-pikuk dunia modern.
    Seperti yang sering saya saksikan saat mudik ke Lampung, ketika seorang ibu menutup kukusan dan tersenyum kecil melihat uap naik dari panci, di sanalah filosofi Bebai Maghing menemukan maknanya. “Kemalasan” terkadang hanyalah bentuk lain dari ketenangan. Melambat bukan berarti berhenti, melainkan memberi ruang bagi hidup untuk terasa lebih penuh.
    Menjelang sore, aroma Bebai Maghing yang baru matang masih tercium di udara. Di luar rumah, anak-anak berlarian membawa bungkusan hangat, sementara para ibu mulai membereskan dapur. Uap perlahan menghilang, tapi rasa manis dan hangat itu tetap tertinggal, bukan hanya di lidah, melainkan di hati. Inilah kekayaan budaya Lampung yang harus terus dijaga, agar tidak tergerus zaman. Mari kita lestarikan Bebai Maghing dan kehangatan silaturahmi yang menyertainya.

    DAFTAR PUSTAKA
    1. Rasyid, Harun Nur. (2004). Ensiklopedi Makanan Tradisional Indonesia (Sumatra). Direktorat Jenderal Kebudayaan.
    2. Fajarwati, R., & Wahyudi, A. (2018). Identifikasi Nilai-Nilai Bimbingan Pribadi Sosial dalam Falsafah Masyarakat Lampung. Seminar Nasional Bimbingan dan Konseling Universitas Ahmad Dahlan.
    3. Kitab Kuntara Raja Niti. Manuskrip kuno Lampung. Hasil salinan Sutan Ratu Gumanti, 1984.
    4. Dimensi Indonesia. (2025). Bebai Maghing, Jejak Rasa dan Cerita dari “Wanita Malas” di Tanah Lampung.
    5. Koropak.co.id. (2025). Mengenal Bebai Maghing, Jajanan Lampung dari Ketan dan Pisang yang Sarat Makna.

    *) Penulis Adalah Saibatin dari Kebandakhan Makhga Way Lima. Gelar Dalom Putekha Jaya Makhga, asal Sukamarga Gedungtataan, Pesawaran. Tinggal di Labuhan Ratu, Bandar Lampung.

  • Mimbar Jum’at: Taubat Diterima, Konsekuensi Tetap Berlaku. Tadabbur Surat Al-A’raf Ayat 23–25. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

    Mimbar Jum’at: Taubat Diterima, Konsekuensi Tetap Berlaku. Tadabbur Surat Al-A’raf Ayat 23–25. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

    nataragung.id – Pemanggilan – Di antara pelajaran paling dalam yang diajarkan Al-Qur’an adalah bahwa ampunan Allah tidak selalu menghapus seluruh akibat dari sebuah kesalahan di dunia. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang, tetapi Dia juga Maha Bijaksana dalam menetapkan sunnatullah. Karena itu, boleh jadi dosa diampuni, sementara konsekuensi dari perbuatan tetap harus dijalani sebagai bagian dari pendidikan dan hikmah Ilahi.

    Inilah yang terjadi pada Nabi Adam `alaihis salam dan istrinya.

    Setelah menyadari kekeliruannya, keduanya tidak mencari alasan, tidak menyalahkan keadaan, dan tidak pula menyalahkan setan. Mereka justru mengakui dosa mereka di hadapan Allah dengan penuh kerendahan hati.

    Allah Ta’ala berfirman:

    قَالَا رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

    “Keduanya berkata, ‘Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan tidak memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi.’” (QS. Al-A’raf: 23)

    Inilah hakikat taubat yang sejati. Tidak ada pembelaan diri. Tidak ada kesombongan. Tidak ada usaha melemparkan kesalahan kepada orang lain. Yang ada hanyalah pengakuan, penyesalan, dan pengharapan kepada rahmat Allah.

    Kalimat “ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا” (kami telah menzalimi diri kami sendiri) mengajarkan bahwa setiap maksiat, pada hakikatnya, bukanlah merugikan Allah. Allah Mahakaya dan tidak membutuhkan ketaatan makhluk-Nya. Yang dirugikan oleh dosa adalah pelakunya sendiri, karena ia telah mengurangi cahaya iman dalam hatinya dan mengotori jiwanya.

    Namun, meskipun taubat mereka diterima, keputusan Allah tetap berlaku.

    Allah berfirman:

    قَالَ اهْبِطُوا بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ ۖ وَلَكُمْ فِي الْأَرْضِ مُسْتَقَرٌّ وَمَتَاعٌ إِلَىٰ حِينٍ

    “Allah berfirman, ‘Turunlah kamu! Sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Dan bagi kamu di bumi ada tempat tinggal dan kesenangan sampai waktu yang telah ditentukan.’” (QS. Al-A’raf: 24)

    Turunnya Adam ke bumi bukan berarti Allah tidak mengampuninya. Justru bumi telah dipersiapkan sebagai tempat manusia mengemban amanah sebagai khalifah. Akan tetapi, peristiwa itu juga menunjukkan bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi. Ampunan Allah menghapus dosa, tetapi tidak selalu menghapus dampak dari sebuah perbuatan dalam kehidupan dunia.

    Betapa sering kita melihat kenyataan ini. Seseorang yang bertaubat dari kezalimannya diampuni oleh Allah, tetapi ia tetap harus mengembalikan hak orang lain. Orang yang merusak kepercayaan kemudian bertaubat, tetapi ia tetap memerlukan waktu untuk membangun kembali kepercayaan itu. Taubat menghapus dosa di sisi Allah, tetapi hikmah pendidikan tetap berjalan sesuai sunnatullah.

    Selanjutnya Allah berfirman:

    قَالَ فِيهَا تَحْيَوْنَ وَفِيهَا تَمُوتُونَ وَمِنْهَا تُخْرَجُونَ

    “Allah berfirman, ‘Di bumi itu kamu akan hidup, di bumi itu kamu akan mati, dan darinya pula kamu akan dibangkitkan.’” (QS. Al-A’raf: 25)

    Inilah hakikat perjalanan manusia. Dunia bukan kampung halaman yang abadi, melainkan tempat persinggahan. Di bumi manusia bekerja, beribadah, berjuang, jatuh, bangkit, bertaubat, dan memperbaiki diri. Di bumi pula ia akan mengakhiri hidupnya. Kemudian dari tanah yang sama Allah akan membangkitkannya untuk mempertanggungjawabkan seluruh amalnya.

    Kisah Adam mengajarkan keseimbangan yang indah antara rahmat dan keadilan. Rahmat Allah membuka pintu taubat selebar-lebarnya bagi siapa saja yang kembali kepada-Nya. Namun keadilan-Nya mengajarkan bahwa kehidupan memiliki hukum sebab-akibat yang tidak boleh diremehkan.

    Karena itu, seorang mukmin tidak pernah berputus asa ketika terjatuh dalam dosa, sebab pintu ampunan Allah selalu terbuka. Namun ia juga tidak meremehkan dosa dengan anggapan bahwa taubat akan menghapus segala akibatnya. Ia sadar bahwa setiap pelanggaran meninggalkan bekas, sehingga ia berusaha menjaga diri sebelum terjatuh.

    Akhirnya, kisah ini mengingatkan kita bahwa perjalanan di bumi adalah kesempatan untuk kembali kepada Allah. Jika Adam, manusia pertama, mengawali kehidupan di bumi dengan taubat, maka sudah sepantasnya setiap anak keturunannya menjadikan taubat sebagai bekal utama hingga kembali kepada-Nya.

    “Sebaik-baik orang yang berbuat salah adalah mereka yang segera bertaubat.”

    Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang apabila tergelincir, segera kembali kepada-Nya dengan hati yang tunduk, lalu bersabar menjalani konsekuensi dunia sambil berharap ampunan dan rahmat-Nya di akhirat. Aamiin. <>
    _____
    ✒️ H. Komiruddin Imron, Lc
    ☀️ Shobahul Khair
    📚 Mimbar Jum’at

    *) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

  • Pengurus PMI Lampung Selatan 2026-2031 Resmi Dilantik, Wakil Bupati Syaiful Anwar Titip Tiga Misi Besar Pelayanan Kemanusiaan

    Pengurus PMI Lampung Selatan 2026-2031 Resmi Dilantik, Wakil Bupati Syaiful Anwar Titip Tiga Misi Besar Pelayanan Kemanusiaan

    nataragung.id – Natar – Kepengurusan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Lampung Selatan masa bakti 2026-2031 resmi dilantik oleh Ketua PMI Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari, di Ballroom Rumah Makan Begadang III, Branti Raya, Kecamatan Natar, Kamis (30/7/2026).

    Pelantikan tersebut menjadi momentum memperkuat peran PMI sebagai garda terdepan pelayanan kemanusiaan sekaligus mempererat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan dalam memberikan pelayanan yang cepat, tanggap, dan bermanfaat bagi masyarakat.

    Dalam kepengurusan yang baru, Erma Yusneli dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua PMI Kabupaten Lampung Selatan, didampingi Adjo Supriyanto sebagai Wakil Ketua dan Yunizar Adha sebagai Sekretaris.

    Prosesi pelantikan turut dihadiri Wakil Bupati Lampung Selatan M. Syaiful Anwar, Asisten I Bidang Pemerintahan Provinsi Lampung Muhammad Firsada, Kapolres Lampung Selatan AKBP Toni Kasmiri, Dandim 0421/LS Letkol Kav Moch. Nuril Ambiyah, Wakil Ketua TP PKK Lampung Selatan, Camat Natar, serta ratusan relawan PMI (PMR, KSR, dan TSR).


    Pelantikan tersebut juga dirangkaikan dengan peringatan Hari Donor Darah Sedunia yang dimeriahkan melalui aksi donor darah sebagai wujud nyata semangat solidaritas dan kepedulian terhadap sesama dalam mendukung pelayanan kemanusiaan.

    Kehadiran Wakil Bupati M. Syaiful Anwar dalam kegiatan itu menjadi wujud dukungan Pemkab Lampung Selatan terhadap penguatan peran PMI sebagai mitra strategis pemerintah dalam penyelenggaraan pelayanan kemanusiaan, mulai dari pelayanan donor darah, penanggulangan bencana, pelayanan kesehatan, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan.

    Dalam sambutannya, Syaiful Anwar menyampaikan tiga pesan penting kepada jajaran pengurus PMI Kabupaten Lampung Selatan yang baru dilantik agar mampu membawa organisasi semakin maju dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

    Wakil Bupati M. Syaiful Anwar meminta kepengurusan baru segera memperkuat konsolidasi organisasi melalui penyusunan program kerja yang sinergis, inovatif, dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

    Selain itu, peningkatan kapasitas relawan juga menjadi perhatian utama agar para relawan senantiasa siaga, sigap, dan profesional dalam menghadapi berbagai kondisi darurat.

    “Ketiga, perluas kemitraan dengan menjalin komunikasi yang erat dengan berbagai elemen masyarakat, dunia usaha, akademisi, serta pemuda untuk Bersama-sama menggerakkan aksi kemanusiaan,” ujar Syaiful.

    Sementara itu, Ketua PMI Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari, mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus PMI Kabupaten Lampung Selatan yang baru dilantik.

    Ia berharap amanah tersebut dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab demi memperkuat pelayanan kemanusiaan di daerah.

    Menurut Purnama, PMI memiliki peran yang sangat strategis, tidak hanya dalam memenuhi kebutuhan darah masyarakat, tetapi juga pada penanggulangan bencana, pelayanan kesehatan, pembinaan relawan, serta berbagai aksi sosial lainnya.

    Ia juga mendorong kepengurusan baru agar segera menyusun program kerja yang terarah serta memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, rumah sakit, TNI-Polri, organisasi kemasyarakatan, dan seluruh pemangku kepentingan guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.


    Selain itu, Purnama mengajak seluruh jajaran PMI Kabupaten Lampung Selatan untuk terus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya donor darah secara sukarela dan berkelanjutan.

    “Kebutuhan darah terus meningkat setiap harinya. Karena itu, PMI harus mampu membangun kesadaran masyarakat agar donor darah menjadi gaya hidup dan bentuk kepedulian terhadap sesama. Dengan semakin banyak pendonor sukarela, maka semakin banyak pula nyawa yang dapat diselamatkan,” katanya.

    Pada kesempatan yang sama juga digelar aksi donor darah dalam rangka memperingati Hari Donor Darah Sedunia. Kegiatan tersebut mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat dan berhasil menghimpun 1.021 kantong darah yang akan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan darah di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan di Provinsi Lampung.

    Melalui kepengurusan baru, PMI Kabupaten Lampung Selatan diharapkan semakin profesional, solid, dan adaptif dalam menjawab berbagai tantangan kemanusiaan, sekaligus terus memperkuat kolaborasi bersama Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan untuk menghadirkan pelayanan kemanusiaan yang semakin cepat, responsif, dan berdampak nyata bagi masyarakat. (mara-kmf)

  • Ketua PMI Provinsi Lampung Lantik Pengurus PMI Lampung Selatan Masa Bakti 2026-2031, Tekankan Pengabdian Kemanusiaan

    Ketua PMI Provinsi Lampung Lantik Pengurus PMI Lampung Selatan Masa Bakti 2026-2031, Tekankan Pengabdian Kemanusiaan

    nataragung.id, Natar — Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, melantik Pengurus PMI Kabupaten Lampung Selatan Masa Bakti 2026-2031 di Ballroom Rumah Makan Begadang III, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Kamis (30/7/2026).

    Pelantikan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Donor Darah Sedunia yang turut dimeriahkan dengan kegiatan donor darah.

    Pada kesempatan itu, Ketua DPRD Kabupaten Lampung Selatan, Erma Yusneli, resmi dilantik sebagai Ketua PMI Kabupaten Lampung Selatan.

    Ketua PMI Provinsi Lampung Wulan Mirza menegaskan prosesi pelantikan ini merupakan awal dari perjalanan panjang dalam mengemban amanah kemanusiaan yang sangat mulia.

    “Tugas sesungguhnya dimulai setelah kita meninggalkan ruangan ini, yaitu memberikan pelayanan terbaik, menghadirkan pertolongan, serta menebarkan kasih sayang kepada sesama manusia,” ujar Wulan Mirza.

    Ia meyakini bahwa tugas kemanusiaan akan terasa ringan apabila dijalankan dengan hati yang tulus. Menurutnya, setiap manusia telah dianugerahi rasa kasih sayang, kepedulian, dan semangat untuk saling menolong, yang menjadi fondasi utama dalam setiap gerakan PMI.

    “Karena itu, seluruh pengurus PMI Kabupaten Lampung Selatan untuk menjaga amanah yang telah diberikan dengan penuh tanggung jawab, keikhlasan, dan semangat pengabdian,” katanya.

    Wulan mengingatkan bahwa komitmen yang telah diikrarkan harus diwujudkan dalam tindakan nyata selama menjalankan organisasi.

    “Keikhlasan merupakan landasan utama agar setiap pengabdian memberikan manfaat kepada masyarakat,” katanya.

    Dalam kesempatan tersebut, Wulan Mirza meminta seluruh pengurus memperkuat konsolidasi internal dengan membangun organisasi yang solid, efektif, serta menjalin komunikasi dan koordinasi yang baik bersama seluruh mitra kerja.

    Ia juga mengingatkan pentingnya menjadikan Tujuh Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional sebagai pedoman dalam setiap langkah pengabdian.

    Selain itu, kesiapsiagaan menghadapi bencana harus menjadi prioritas. Ia mendorong penguatan kapasitas relawan melalui pelatihan, simulasi, serta penyediaan sarana dan prasarana penanggulangan bencana dinilai menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditunda.

    Ia juga mengingatkan arahan Ketua Umum PMI agar seluruh jajaran PMI di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota mampu merespons setiap kejadian bencana secara cepat.

    Targetnya, PMI hadir di lokasi terdampak dalam waktu maksimal enam jam setelah bencana terjadi, melalui koordinasi yang kuat antara pengurus, relawan, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan.

    Di bidang pelayanan kesehatan, Wulan Mirza menekankan pentingnya memperkuat pelayanan donor darah melalui sinergi antara Markas PMI dan Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Lampung Selatan.

    “Tugas kita adalah memastikan ketersediaan darah sehingga pelayanan kepada pasien dapat berjalan dengan cepat dan optimal,” katanya.

    Pembinaan relawan dan kader muda juga menjadi perhatian. Menurutnya, regenerasi organisasi harus terus diperkuat melalui pengembangan Palang Merah Remaja (PMR), Korps Sukarela (KSR), dan Tenaga Sukarela (TSR), termasuk menjalin kerja sama dengan Dinas Pendidikan serta satuan pendidikan untuk menumbuhkan jiwa kemanusiaan di kalangan generasi muda.

    Wulan Mirza berharap di bawah kepemimpinan PMI Kabupaten Lampung Selatan yang baru, organisasi semakin maju, profesional, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

    Ia turut mengajak seluruh pengurus membangun hubungan yang harmonis dengan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, serta seluruh elemen masyarakat.

    Menurutnya, dukungan dari berbagai pihak akan menjadi kekuatan besar dalam menjalankan program-program kemanusiaan.

    “Tujuan utama kita adalah menghadirkan PMI yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. PMI harus hadir ketika masyarakat membutuhkan bantuan, baik dalam pelayanan darah, penanggulangan bencana, bantuan kemanusiaan, maupun pelayanan sosial lainnya,” ujarnya.

    Terakhir, Ia mengucapkan selamat kepada seluruh Pengurus PMI Kabupaten Lampung Selatan Masa Bakti 2026-2031 yang baru dilantik.

    “Semoga dengan kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas, kita mampu memberikan pelayanan kemanusiaan yang terbaik bagi masyarakat Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, dan Indonesia,” katanya.

    Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Provinsi Lampung, Muhammad Firsada, mewakili Gubernur Lampung, mengatakan donor darah merupakan bentuk kepedulian sederhana yang memiliki dampak sangat besar bagi keselamatan sesama.

    Menurutnya, di balik setiap kantong darah yang tersimpan di Unit Donor Darah PMI terdapat harapan hidup bagi banyak orang, mulai dari ibu yang melahirkan, korban kecelakaan, anak yang menjalani pengobatan, hingga pasien penyakit kronis.

    “Setetes darah mungkin tampak sederhana, tetapi nilainya jauh melampaui apa yang dapat kita lihat. Donor darah adalah simbol kepedulian, solidaritas, dan persaudaraan antarsesama,” ujarnya.

    Ia berharap kepengurusan baru PMI Kabupaten Lampung Selatan mampu menghadirkan berbagai inovasi, meningkatkan jumlah pendonor darah sukarela, memperkuat kesiapsiagaan bencana, serta memperluas kolaborasi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, perguruan tinggi, sekolah, dan seluruh elemen masyarakat.

    “Sebab ketika budaya saling menolong tumbuh dan mengakar dalam kehidupan masyarakat, sesungguhnya kita sedang membangun daerah yang lebih kuat, lebih sehat, lebih peduli, dan lebih berdaya,” katanya.

    Pada kesempatan yang sama, Ketua PMI Kabupaten Lampung Selatan, Erma Yusneli, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan untuk memimpin PMI Kabupaten Lampung Selatan.

    Menurutnya, amanah tersebut menjadi motivasi untuk meningkatkan pengabdian dan memperkuat pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat.

    “Amanah ini akan kami jalankan dengan penuh tanggung jawab, keikhlasan, kepedulian, serta komitmen terhadap nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi dasar Gerakan Palang Merah Indonesia,” ujarnya.

  • HUT ke-27 PP Polri, Gubernur Mirza Ajak PP Polri Perkuat Sinergi Wujudkan Lampung Maju Menuju Indonesia Emas

    HUT ke-27 PP Polri, Gubernur Mirza Ajak PP Polri Perkuat Sinergi Wujudkan Lampung Maju Menuju Indonesia Emas

    nataragung.id – Bandar Lampung – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengajak Persatuan Purnawirawan Polri (PP Polri) untuk terus menjadi mitra strategis Pemerintah Provinsi Lampung dalam menjaga keamanan, memperkuat persatuan, serta mendukung pembangunan menuju terwujudnya Lampung Maju Menuju Indonesia Emas.

    Ajakan tersebut disampaikan Gubernur Mirza dalam Peringatan Hari Ulang Tahun Persatuan Purnawirawan Polri (PP Polri) ke-27 Tahun 2026 di Balai Keratun, Komplek Dinas Kantor Gubernur, Kamis (30/7/2026).

    Dalam sambutannya, Gubernur Mirza mengungkapkan bahwa dari berbagai kunjungan yang dilakukannya ke kabupaten, kecamatan, hingga pelosok desa di Lampung, ia menangkap satu harapan yang sama dari masyarakat, yaitu hadirnya rasa aman dan kesempatan untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik.

    “Masyarakat kita sebenarnya tidak meminta banyak. Mereka hanya ingin pemerintah mampu menghadirkan rasa aman dan membuka lebih banyak harapan,” ujarnya.

    Menurutnya, rasa aman merupakan fondasi utama pembangunan dimana keamanan akan melahirkan kepercayaan masyarakat, mendorong investasi, menggerakkan perekonomian, membuka lapangan pekerjaan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

    Karena itu, pengalaman para purnawirawan Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat merupakan modal sosial yang sangat berharga untuk mendukung pembangunan daerah.

    Ia menilai, meski telah memasuki masa purna tugas, semangat pengabdian para Bhayangkara tidak pernah berakhir.

    “Pangkat boleh berakhir, tetapi saya yakin semangat mengabdi itu tidak pernah selesai. Karena sejak muda Bapak-Ibu telah dididik untuk mencintai negara, ingin negara ini aman, tenteram, dan masyarakatnya terlindungi,” ungkapnya.

    Gubernur Mirza juga mengajak seluruh keluarga besar PP Polri untuk bersama-sama mendukung visi Bersama Lampung Maju Menuju Indonesia Emas melalui semangat gotong royong dan kolaborasi.

    Menurutnya, Pemerintah Provinsi Lampung saat ini tengah berfokus pada peningkatan investasi, penguatan ekonomi desa melalui koperasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta menciptakan kehidupan masyarakat yang aman, damai, dan berkeadilan.

    Seluruh agenda tersebut membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk para purnawirawan Polri yang memiliki pengalaman dan jejaring luas di tengah masyarakat.

    “Lampung tidak bisa maju sendiri. Kita harus membangun dengan semangat bersama, gotong royong, kolaborasi, dan saling menguatkan,” ujarnya.

    Gubernur Mirza juga mengingatkan bahwa tantangan saat ini bukan hanya persoalan keamanan konvensional, tetapi juga penyebaran hoaks, provokasi, dan perpecahan di ruang digital.

    Untuk itu, ia berharap para purnawirawan tetap hadir sebagai penyejuk dan penjaga persatuan di tengah masyarakat.

    “Saya berharap Purnawirawan Polri terus hadir di tengah masyarakat sebagai penyejuk. Pengalaman para purnawirawan akan menjadi bekal berharga dalam membangun kesadaran akan kebersamaan dan persatuan di tengah masyarakat,” katanya.

    Gubernur Mirza menyampaikan apresiasi atas dedikasi seluruh purnawirawan Polri yang tetap memilih mengabdi kepada bangsa meskipun telah menyelesaikan masa dinasnya.

    “Bangsa ini tidak hanya dibangun oleh mereka yang masih bertugas. Bangsa ini berdiri kokoh karena mereka yang tetap memilih mengabdi bahkan setelah tugas selesai,” tegasnya.

    Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung dan masyarakat Lampung, Gubernur Mirza mengucapkan selamat Hari Ulang Tahun ke-27 kepada seluruh keluarga besar PP Polri.

    “Semoga organisasi ini akan semakin solid, semakin bermanfaat, dan terus menjadi wadah pengabdian bagi para insan Bhayangkara yang telah menuntaskan tugas kedinasannya,” pungkasnya..

    Sementara itu, Wakapolda Lampung Brigjen Pol. Sumarto mengatakan tema HUT ke-27 PP Polri, “Purna Bakti Bukan Akhir Pengabdian, Tegakkan Komitmen dan Perkokoh Sikap Konsistensi PP Polri dalam Mendukung Tugas Polri Presisi”,

    Menurutnya, tema tersebut menegaskan bahwa pengabdian kepada bangsa dan negara tidak berhenti ketika memasuki masa pensiun.

    Pengalaman, integritas, dan keteladanan para purnawirawan tetap menjadi kekuatan moral yang dibutuhkan untuk mendukung kemajuan institusi Polri maupun kehidupan bermasyarakat.

    “Semangat ‘Sekali Bhayangkara Tetap Bhayangkara’ adalah bukti bahwa pengabdian Bapak dan Ibu tidak berkurang sedikit pun, melainkan hadir dalam wujud yang lebih luas dan menyejukkan di tengah-tengah kehidupan masyarakat,” ujarnya.

    Sumarto mengajak seluruh keluarga besar PP Polri Daerah Lampung untuk terus menjadi mitra strategis Polda Lampung dalam menjaga keamanan, mempererat persatuan, serta memberikan teladan bagi generasi penerus Polri.

    Ketua PP Polri Daerah Lampung Brigjen Pol. (Purn.) Muhammad Ikhsan mengatakan bahwa para purnawirawan akan terus menjaga komitmen pengabdian kepada bangsa dan negara.

    “Pensiun hanyalah masalah administrasi. Namun tanggung jawab moral untuk menjaga tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia, mendukung stabilitas keamanan, serta mengawal setiap program pembangunan pemerintah daerah adalah kewajiban yang dibawa hingga akhir hayat,” ujarnya.

    Ikhsan menjelaskan bahwa PP Polri Daerah Lampung saat ini memiliki 2.745 anggota yang tersebar di 15 kabupaten/kota.

    Untuk memperkuat pelayanan organisasi, Ikhsan berharap adanya dukungan pembangunan kantor sekretariat permanen yang dapat difungsikan sebagai pusat koordinasi, pelayanan purnawirawan, pembinaan wawasan kebangsaan, serta simbol sinergi antara PP Polri, Pemerintah Provinsi Lampung, dan Polda Lampung.

    Ikhsan menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Lampung dan Kapolda Lampung atas dukungan serta sinergi yang telah terjalin selama ini.

    Ia menegaskan komitmen PP Polri untuk terus menjadi mitra pemerintah dalam menjaga keamanan, memperkuat persatuan, dan mewujudkan Lampung yang aman, maju, dan sejahtera.

    “Kami siap berdiri bersama Bapak-Bapak sekalian demi mewujudkan Lampung yang aman, maju, dan sejahtera,” pungkasnya.(*/SMh)

  • “Cak Culay Nabuy Nabuy”: Kebersamaan, Identitas Budaya, dan Modal Sosial Perspektif Psikologi Terapan

    “Cak Culay Nabuy Nabuy”: Kebersamaan, Identitas Budaya, dan Modal Sosial Perspektif Psikologi Terapan

    Dr. Aguswan Khotibul Umam, S. Ag., MA
    Dosen UIN Jurai Siwo Lampung

    nataragung.id – Metro – Musik daerah tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi media yang merepresentasikan karakter, identitas, dan nilai-nilai psikologis suatu masyarakat. Lagu “Cak Culay Nabuy Nabuy” yang dipopulerkan oleh Yusuf Cak Culay menjadi fenomena nasional setelah viral di berbagai platform media sosial. Lagu ini mulai viral di media sosial, terutama TikTok, pada sekitar November hingga Desember 2022, sebelum akhirnya dirilis secara resmi melalui label Nagaswara pada Desember 2022. Lagu berbahasa Lampung tersebut pada awalnya banyak disangka menggunakan bahasa asing karena irama dan pengucapannya yang unik. Padahal, makna utama frasa “Cak Culay Nabuy Nabuy” adalah ajakan untuk “ayo berkumpul lagi”, yang menggambarkan keramahan dan budaya berkumpul masyarakat Lampung.

    Popularitas lagu ini menunjukkan bahwa karya budaya lokal dapat diterima secara luas ketika menghadirkan emosi positif yang bersifat universal. Psikologi memandang bahwa kebutuhan untuk berkumpul, bercengkerama, dan diterima dalam kelompok merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia. Allah Swt. berfirman: “Wahai manusia! Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal.” (QS. Al-Hujurat: 13). Ayat tersebut menegaskan bahwa keberagaman budaya bukan alasan untuk saling menjauh, melainkan sarana membangun hubungan sosial yang harmonis. Rasulullah SAW juga bersabda: “Seorang mukmin bagi mukmin lainnya bagaikan satu bangunan yang saling menguatkan.” (HR. Bukhari dan Muslim). Hadis tersebut mengajarkan pentingnya kebersamaan sebagai fondasi kehidupan sosial yang sehat.

    Kebersamaan sebagai Kebutuhan Dasar Manusia.

    Makna utama lagu ini adalah ajakan untuk berkumpul kembali. Ajakan sederhana tersebut memiliki makna psikologis yang mendalam karena manusia merupakan makhluk sosial yang membutuhkan interaksi dengan orang lain. Abraham Maslow (1943) dalam Hierarchy of Needs menjelaskan bahwa setelah kebutuhan fisiologis dan rasa aman terpenuhi, manusia memiliki kebutuhan akan “belongingness and love”, yaitu kebutuhan untuk diterima, dicintai, dan menjadi bagian dari kelompok.

    Lagu ini merepresentasikan kebutuhan tersebut melalui ajakan berkumpul tanpa memandang status sosial. Dalam kehidupan sehari-hari, kegiatan berkumpul bersama keluarga, tetangga, maupun sahabat mampu memberikan berbagai manfaat psikologis, antara lain untuk mengurangi rasa kesepian, meningkatkan kebahagiaan, memperkuat dukungan sosial, menurunkan tingkat stress, dan membangun rasa memiliki terhadap komunitas. Roy Baumeister dan Mark Leary (1995) melalui “Need to Belong Theory” menyatakan bahwa kebutuhan untuk diterima merupakan motivasi fundamental manusia. Individu yang merasa diterima dalam kelompok cenderung memiliki kesehatan mental yang lebih baik dibandingkan mereka yang mengalami isolasi sosial. Fenomena viralnya lagu ini menunjukkan bahwa masyarakat merespons positif pesan kebersamaan yang dibawanya. Di tengah meningkatnya interaksi digital, ajakan untuk berkumpul secara langsung tetap memiliki daya tarik emosional yang kuat.

    Identitas Budaya sebagai Sumber Kebanggaan Psikologis.

    Selain mengangkat tema pergaulan, lagu ini juga memperkenalkan bahasa dan budaya Lampung kepada masyarakat Indonesia. Penggunaan salam “Tabik Pun”, ungkapan khas Lampung, serta dialog yang akrab menjadi simbol identitas budaya yang dikemas secara ringan dan menghibur. Henri Tajfel dan John Turner (1979) melalui “Social Identity Theory” menjelaskan bahwa individu memperoleh sebagian harga dirinya dari kelompok tempat ia berasal, termasuk suku, budaya, bahasa, dan tradisi. Ketika identitas budaya diapresiasi secara positif, individu akan mengalami beberap kondisi yaitu meningkatnya rasa bangga terhadap budaya sendiri, bertambahnya kepercayaan diri, menguatnya solidaritas kelompok, dan meningkatnya motivasi melestarikan budaya.

    Sebaliknya, apabila budaya lokal dianggap rendah atau tidak menarik, dapat muncul fenomena “cultural inferiority”, yaitu perasaan minder terhadap identitas budaya sendiri. Keberhasilan lagu ini menjadi viral membuktikan bahwa bahasa daerah mampu menjadi media komunikasi lintas budaya apabila dikemas secara kreatif. Hal tersebut sekaligus memperkuat identitas masyarakat Lampung tanpa harus menutup diri terhadap budaya lain. Dalam konteks psikologi budaya, John W. Berry (1997) menjelaskan bahwa masyarakat yang mampu mempertahankan identitas budayanya sekaligus terbuka terhadap interaksi dengan kelompok lain akan memiliki kemampuan adaptasi sosial yang lebih baik.

    Humor, Musik, dan Emosi Positif dalam Kehidupan Sosial.

    Nuansa lagu yang ringan, jenaka, dan penuh permainan kata membuat pendengar merasakan suasana gembira. Psikologi positif menjelaskan bahwa humor merupakan salah satu strategi efektif dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis. Barbara Fredrickson (2001) melalui “Broaden and Build Theory” menjelaskan bahwa emosi positif mampu memperluas cara berpikir seseorang sehingga lebih kreatif, lebih terbuka terhadap orang lain, dan lebih mudah membangun hubungan sosial. Musik yang menghadirkan kegembiraan juga dapat menurunkan hormon stress, meningkatkan hormon dopamin yang berkaitan dengan rasa senang, memperkuat ikatan sosial, dan meningkatkan optimisme.

    Martin Seligman (2011) melalui teori “PERMA” menempatkan Positive Emotion dan Relationship sebagai dua unsur utama kesejahteraan psikologis. Lagu ini menghadirkan keduanya sekaligus, yaitu kegembiraan melalui musik dan kedekatan melalui ajakan berkumpul. Dari perspektif komunikasi, Albert Bandura (1986) melalui “Social Learning Theory” menjelaskan bahwa perilaku sosial dapat dipelajari melalui observasi. Ketika masyarakat melihat budaya berkumpul, saling menyapa, dan berinteraksi secara hangat dipresentasikan secara menarik dalam media populer, perilaku tersebut berpotensi ditiru dalam kehidupan nyata.

    Allah SWT berfirman: “Dan tolong-menolonglah kamu dalam kebajikan dan takwa.” (QS. Al-Ma’idah: 2). Ayat tersebut mengajarkan bahwa hubungan sosial hendaknya diarahkan untuk memperkuat kerja sama dan kebaikan bersama. Rasulullah SAW juga bersabda: “Mukmin yang bergaul dengan manusia dan bersabar terhadap gangguan mereka lebih baik daripada mukmin yang tidak bergaul dengan manusia.” (HR. Ibnu Majah). Hadis ini menunjukkan bahwa kehidupan sosial yang aktif merupakan bagian dari pembentukan kepribadian yang matang.

    Akhirnya penting untuk dipahami bahwa lagu “Cak Culay Nabuy Nabuy” tidak sekadar menjadi lagu viral, tetapi juga merepresentasikan nilai-nilai psikologis yang penting bagi kehidupan masyarakat. Ajakan untuk berkumpul kembali mencerminkan kebutuhan dasar manusia untuk diterima, membangun hubungan sosial, serta memperkuat rasa memiliki terhadap komunitas. Perspektif psikologi terapan melalui Hierarchy of Needs Maslow (1943), Need to Belong Theory Baumeister dan Leary (1995), Social Identity Theory Tajfel dan Turner (1979), Acculturation Theory Berry (1997), Social Learning Theory Bandura (1986), dan Broaden-and-Build Theory Fredrickson (2001) menunjukkan bahwa kebersamaan, identitas budaya, dan emosi positif merupakan modal psikologis yang sangat penting dalam membangun masyarakat yang sehat dan harmonis. Nilai-nilai Islam memperkuat temuan tersebut dengan mengajarkan pentingnya ta’aruf, ukhuwah, gotong royong, dan silaturahmi. Oleh karena itu, popularitas lagu ini dapat dimaknai bukan hanya sebagai keberhasilan industri musik daerah, melainkan juga sebagai pengingat bahwa di tengah kehidupan modern yang semakin individualistis, ajakan sederhana untuk “ayo berkumpul lagi” merupakan pesan psikologis yang relevan dalam memperkuat kesehatan mental, mempererat hubungan sosial, serta melestarikan identitas budaya bangsa. (*)

  • Sinergi Pemerintah dan PP Polri Dinilai Penting untuk Kemajuan Lampung

    Sinergi Pemerintah dan PP Polri Dinilai Penting untuk Kemajuan Lampung

    nataragung.id – Bandar Lampung – Ketua DPRD Provinsi Lampung, Ahmad Giri Akbar, SE, MBA, menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Persatuan Purnawirawan (PP) Polri Daerah Lampung yang digelar di Balai Keratun, Kantor Gubernur Lampung, Kamis (30/7/2026).

    Kegiatan tersebut melibatkan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Wakapolda Lampung Brigjen Pol. Dr. Sumarto, M.Si., Penasehat PP Polri Daerah Lampung Irjen Pol. (Purn.) Dr. H. Ike Edwin, SIK, SH, MH, MM, Ketua PP Polri Daerah Lampung Brigjen Pol. (Purn.) Drs. M. Ihsan, MH, Aster Kasdam XXI/Radin Intan Kolonel Inf. Ricardo Siregar, SH, MH, MM, Kepala BNNP Lampung Brigjen Pol. Budi Wibowo, SH, SIK, MH, unsur Forkopimda, instansi instansi vertikal, serta para purnawirawan Polri dari kabupaten/kota se-Provinsi Lampung.

    Dalam sambutannya, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan bahwa pengalaman dan semangat pengabdian para purnawirawan Polri merupakan modal penting dalam menjaga keamanan, memperkuat persatuan, membina generasi muda, serta mendukung pembangunan menuju Lampung Maju dan Indonesia Emas 2045. Pemerintah Provinsi Lampung juga menyatakan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan organisasi PP Polri agar tetap berkontribusi bagi masyarakat.

    Ketua DPRD Provinsi Lampung Ahmad Giri Akbar menilai sinergi antara pemerintah daerah, Polri, dan Persatuan Purnawirawan Polri memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus mendukung percepatan pembangunan di Provinsi Lampung.

    Kolaborasi yang kuat antarlembaga diharapkan mampu menciptakan situasi yang kondusif sehingga berbagai program pembangunan dapat berjalan secara optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

    Peringatan HUT ke-27 PP Polri mengusung tema “Purna Bakti Bukan Akhir Pengabdian, Tegakkan Komitmen dan Perkokoh Sikap Konsistensi PP Polri dalam Mendukung Tugas Polri Presisi.” Kegiatan diakhiri dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa terima kasih sekaligus komitmen untuk terus mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara. (*/SMh)

  • Fugu Casino: Schritt‑für‑Schritt‑Anleitung und Methoden

    Fugu Casino – Praktischer Leitfaden für deutsche Spieler

    Was ist Fugu Casino?

    Fugu Casino ist ein relativ neues Online‑Spielportal, das 2023 auf dem europäischen Markt gestartet ist. Der Betreiber legt besonderen Wert auf ein breites Spielangebot, sofortige Auszahlungen und ein freundliches Nutzererlebnis für Spieler aus Deutschland. Die Plattform kombiniert klassische Slots, ein Live‑Casino‑Erlebnis und ein kleines, aber wachsendes Sportwetten‑Segment. Durch die Lizenzierung in Malta entspricht das Casino den EU‑Standards für Sicherheit und Spieler‑Schutz.

    Für viele deutsche Spieler ist das Hauptargument die Kombination aus hoher Willkommens‑bonus‑Summe und einer übersichtlichen Benutzeroberfläche. Das Design ist bewusst minimalistisch gehalten, sodass man sich schnell zurechtfindet – egal ob man gerade am Desktop oder mobil unterwegs ist. Die Seite unterstützt Deutsch komplett, inklusive rechtlicher Hinweise, was das Vertrauen weiter stärkt.

    Registrierung und Verifizierung

    Schritt‑für‑Schritt‑Anleitung

    Der Anmeldeprozess bei Fugu Casino dauert in der Regel nur wenige Minuten. Man klickt auf „Registrieren“, gibt E‑Mail, gewünschtes Passwort und das Land Deutschland an. Anschließend erhält man einen Bestätigungs‑Link, den man innerhalb von 24 Stunden aktivieren muss.

    Nach der ersten Einzahlung verlangt das Casino eine KYC‑Verifizierung: Ausweis, Adressnachweis und ein Screenshot der letzten Einzahlung. Dieser Vorgang schützt vor Betrug und ist bei allen lizenzierten Anbietern Pflicht. Sobald die Unterlagen geprüft sind, kann man die vollen Limits für Ein- und Auszahlungen nutzen.

    Bonusangebote und Willkommenspaket

    Fugu Casino lockt neue Spieler mit einem attraktiven Willkommens‑bonus, der bis zu 1.500 € und 150 Freispiele umfassen kann. Der Bonus wird in zwei Stufen ausgezahlt: Nach der ersten Einzahlung von mindestens 20 € gibt es 500 € plus 50 Freispiele, bei der zweiten Einzahlung bis zu 1.000 € und weitere 100 Freispiele.

    Wichtig zu wissen sind die **Wagering‑Requirements**: Der Bonusbetrag muss 30‑mal umgesetzt werden, bevor eine Auszahlung möglich ist. Für die Freispiele gilt ein 20‑faches Umsatz‑kriterium auf die entsprechenden Spiele. Alle Details finden Sie im fugu casino bonus‑Bereich, wo die Bedingungen transparent aufgelistet sind.

    Spielangebot – Slots, Live‑Casino und Sportwetten

    Im Kernpublikum von Fugu Casino stehen die Slot‑Fans. Dort gibt es über 1.200 Titel von bekannten Entwicklern wie NetEnt, Microgaming und Play’n GO. Die meisten Slots haben eine RTP von 96 % bis 98 % und decken alle Volatilitätsstufen ab – von entspannenden Low‑Vol‑Spielen bis zu adrenalingeladenen High‑Vol‑Varianten.

    Für Liebhaber des echten Glücksspiel‑Flairs bietet das Live‑Casino mehrere Tische: Blackjack, Roulette, Baccarat und ein paar Spezialitäten wie Dream Catcher. Die Streams laufen in Full‑HD und ermöglichen Interaktionen mit echten Dealers. Zusätzlich gibt es ein kleines, aber wachsendes Sportwetten‑Modul, das Fußball‑ und E‑Sports‑Wetten zu konkurrenzfähigen Quoten anbietet.

    Zahlungsmethoden und Auszahlungs‑Geschwindigkeit

    Fugu Casino unterstützt eine Reihe etablierter Einzahlungs‑ und Auszahlungsmethoden, die in Deutschland besonders beliebt sind. Die meisten Transaktionen werden binnen weniger Stunden bearbeitet, Auszahlungen per GiroPay oder Sofortüberweisung sogar im Handumdrehen. Für Spieler, die lieber Kreditkarten nutzen, stehen Visa und MasterCard zur Verfügung.

    Zahlungsmethode E‑inzahlung Auszahlung Bearbeitungszeit
    Visa / MasterCard 4 – 5 Tage 5 – 7 Tage 2–3 Werktage
    GiroPay / Sofort Instant Instant weniger als 24 Stunden
    E‑Wallets (PayPal, Skrill) Instant Instant bis zu 12 Stunden
    Banküberweisung 3 – 5 Tage 3 – 5 Tage 2‑5 Werktage

    Einige wichtige Punkte bei der Auswahl der Methode:

    • Einzahlungslimits: E‑Wallets ermöglichen oft höhere Limits.
    • Gebühren: Visa‑Transaktionen können geringfügige Entgelte enthalten, während GiroPay meist kostenlos bleibt.
    • Sicherheitsprüfungen: Bei neuen Konten kann die erste Auszahlung länger dauern, bis die Verifizierung abgeschlossen ist.

    Mobile Nutzung und App

    Fugu Casino ist komplett responsive und lässt sich auf Smartphones und Tablets ohne zusätzliche App nutzen. Das Interface passt sich automatisch an die Bildschirmgröße an, sodass die Navigation genauso flüssig bleibt wie am Desktop. Für iOS‑ und Android‑Nutzer gibt es zudem eine offizielle App, die im jeweiligen App‑Store erhältlich ist.

    Die mobile App bietet alle Kernfunktionen: Bonus‑Claim, Einzahlung, Live‑Casino‑Streaming und persönlicher Support‑Chat. Dank Push‑Benachrichtigungen verpasst man keine Sonderaktionen oder neue Spielveröffentlichungen. Die Ladezeiten sind dank moderner CDN‑Technik meist unter 2 Sekunden, was das Spielerlebnis nicht bremst.

    Sicherheit, Lizenz und verantwortungsvolles Spielen

    Fugu Casino operiert unter einer Malta Gaming Authority (MGA) Lizenz, die strenge Auflagen in Bezug auf Fair Play und Spielerschutz vorgibt. Die Website nutzt SSL‑Verschlüsselung mit 256‑Bit, sodass persönliche Daten und Finanztransaktionen sicher übertragen werden. Zusätzlich wird das Spielverhalten durch ein unabhängiges RNG‑Audit von eCOGRA verifiziert.

    Der Betreiber legt großen Wert auf verantwortungsvolles Spielen. Im Profil können Limits für Einzahlungen, Wettbeträge und Session‑Dauer gesetzt werden. Bei Anzeichen von problematischem Spielverhalten bietet das Casino Selbstsperr‑Optionen und Links zu Beratungsstellen wie der Bundeszentrale für Suchtfragen.

    Kundenservice und Support

    Der Support von Fugu Casino ist rund um die Uhr erreichbar. Man kann über Live‑Chat, E‑Mail und ein telefonisches Rückrufformular Kontakt aufnehmen. Die durchschnittliche Antwortzeit im Chat liegt bei etwa 45 Sekunden, was für ein Online‑Casino bereits sehr gut ist.

    Zusätzlich gibt es ein ausführliches FAQ‑Portal, das die gängigsten Fragen zu Bonusen, Einzahlungen, Auszahlungen und Kontoverifizierung beantwortet. Für deutschsprachige Spieler stehen speziell geschulte Berater bereit, die neben technischen Problemen auch bei Fragen zum verantwortungsbewussten Spielen helfen.

    Fazit – Wann lohnt sich Fugu Casino?

    Fugu Casino eignet sich besonders für Spieler, die eine klare Bonusstruktur, schnelle Auszahlungen und ein umfangreiches Slot‑Portfolio suchen. Die Lizenzierung, die SSL‑Sicherheit und die transparenten KYC‑Prozesse geben ein gutes Gefühl von Zuverlässigkeit. Wer viel auf dem Smartphone spielt, profitiert von der leistungsstarken App und den schnellen Mobile‑Zahlungen.

    Allerdings sollten Anfänger die Wett‑ und Bonusbedingungen genau studieren, um nicht von hohen Wagering‑Requirements überrascht zu werden. Wer bereit ist, die Verifizierung zügig abzuschließen und ein wenig Zeit in die Bonus‑Analyse investiert, wird mit einem angenehmen Spielerlebnis und fairen Auszahlungszeiten belohnt.

  • Fugu Casino Bonus – Sicherheitsguide 2026

    Fugu Casino – Alles, was Sie über den Bonus und das Game wissen müssen

    Fugu Casino hat sich in den letzten Jahren als einer der beliebtesten Anbieter im deutschen Online‑Glücksspielmarkt etabliert. Das Angebot reicht von klassischen Slot‑Maschinen über ein umfangreiches Live‑Casino bis hin zu einer wachsenden Sportwetten‑Plattform. Der zentrale Anziehungspunkt ist allerdings der fugu casino bonus, der sowohl Neukunden als auch Bestandsspieler lockt. In diesem Leitfaden zeigen wir Ihnen praxisnah, wie Sie den Bonus optimal nutzen und gleichzeitig die wichtigsten Rahmenbedingungen des Casinos verstehen.

    Schnellstart – So registrieren Sie sich bei Fugu Casino

    Schritt‑für‑Schritt‑Anleitung

    Der Registrierungsprozess bei Fugu Casino ist bewusst einfach gehalten, damit Sie möglichst schnell mit dem Spielen beginnen können. Öffnen Sie die Startseite, klicken Sie auf „Registrieren“ und geben Sie Ihre E‑Mail‑Adresse, ein sicheres Passwort sowie Ihr Geburtsdatum ein. Anschließend erhalten Sie einen Bestätigungslink, den Sie innerhalb weniger Minuten aktivieren müssen.

    Nach dem Klick auf den Link gelangen Sie zu einem kurzen KYC‑Formular (Know‑Your‑Customer). Dort werden Name, Anschrift und ein Ausweisfoto abgefragt – das dient der gesetzlichen Pflicht zur Identitätsprüfung und schützt Sie vor Missbrauch. Sobald die Daten verifiziert sind, steht Ihnen das gesamte Spielangebot offen.

    Der Willkommensbonus – Was Sie bekommen und wie Sie ihn aktivieren

    Bonusbedingungen auf einen Blick

    Fugu Casino lockt neue Spieler mit einem mehrstufigen Willkommenspaket, das sowohl einen Einzahlungs‑Bonus als auch Freispiele umfasst. Der Bonus wird automatisch Ihrem Konto gutgeschrieben, sobald Ihre erste Einzahlung bestätigt ist. Wichtig ist, die Bonusbedingungen genau zu kennen, um unangenehme Überraschungen beim Auszahlen zu vermeiden.

    Stufe Bonusbetrag Wettanforderungen Max. Einsatz pro Runde Gültigkeit
    1. Einzahlung 100 % bis 200 € 30× Bonus 5 € 30 Tage
    Freispiele 20 Freispiele 20× Einsatz 2 € 7 Tage

    Beachten Sie, dass der maximale Gewinn aus Freispielen auf 50 € begrenzt ist und die gesamten Wettanforderungen innerhalb der Gültigkeitsdauer erfüllt sein müssen. Wenn Sie die Bedingungen erfüllen, können Sie den Bonusbetrag sowie eventuelle Gewinne per Banküberweisung oder E‑Geld‑Dienstleister abheben.

    Einzahlung und Auszahlung – Methoden, Gebühren & Geschwindigkeit

    Fugu Casino unterstützt eine breite Palette an Zahlungslösungen, die in Deutschland besonders beliebt sind. Zu den gängigen Einzahlungsoptionen zählen Kredit‑ und Debitkarten (Visa, Mastercard), Sofortüberweisung, Giropay und gängige E‑Wallets wie Skrill und Neteller. Die meisten Einzahlungen werden sofort gutgeschrieben, sodass Sie sofort mit dem Spielen beginnen können.

    Auszahlungen werden aus Sicherheitsgründen nur über die ursprünglich genutzte Methode abgewickelt. Die Bearbeitungszeit liegt bei E‑Wallets bei etwa 24 Stunden, bei Banküberweisungen kann es bis zu 3 Werktage dauern. Für alle Transaktionen fallen keine versteckten Gebühren an – eventuell anfallende Kosten werden von Ihrem Zahlungsanbieter erhoben.

    • Visa / Mastercard – Sofort, keine Gebühren
    • Sofortüberweisung & Giropay – 10‑15 Sekunden, gebührenfrei
    • Skrill / Neteller – 1‑2 Stunden, keine Gebühren
    • Banküberweisung – 1‑3 Werktage, mögliche Bankgebühren

    Mobile Erfahrung – App & HTML5‑Casino für unterwegs

    Der mobile Zugang zu Fugu Casino ist sowohl über eine native App für iOS und Android als auch über einen responsiven HTML5‑Browser möglich. Die App bietet push‑Benachrichtigungen für exklusive Boni und einen schnellen Zugriff auf das Live‑Casino, während die Browser‑Version keinerlei Download erfordert und auf allen gängigen Geräten flüssig läuft.

    Beide Varianten unterstützen das komplette Bonus‑Tracking, sodass Sie jederzeit sehen können, welche Wettanforderungen noch offen sind. Außerdem sind Ein- und Auszahlungen genauso reibungslos wie am Desktop, was das Mobile‑Gaming für Vielbeschäftigte besonders attraktiv macht.

    Live Casino & Sportwetten – Mehr als nur Slots

    Im Live‑Casino von Fugu treffen Sie echte Dealer, die klassische Tischspiele wie Blackjack, Roulette und Baccarat in Echtzeit streamen. Die Qualität des Streams ist hochauflösend und die Interaktion über einen Chat ermöglicht ein echtes Casino‑Gefühl, ohne das Haus zu verlassen. Für Spieler, die lieber auf Ereignisse setzen, gibt es zudem ein integriertes Sportwetten‑Modul mit Quoten zu Fußball, Tennis, Basketball und vielen anderen Sportarten.

    Beide Bereiche unterliegen denselben Bonus‑ und Auszahlungsbedingungen wie das reguläre Casinospiel. Das bedeutet, Sie können zum Beispiel Ihren Willkommensbonus nutzen, um sowohl Slots als auch Live‑Spiele zu testen, solange die jeweiligen Wettanforderungen erfüllt werden.

    1. Live‑Dealer‑Spiele – Blackjack, Roulette, Baccarat
    2. Sportwetten – Fußball, Tennis, E‑Sports
    3. Zusätzliche Promotionen – wöchentliche Free‑Bet‑Angebote

    Sicherheit, Lizenz & verantwortungsvolles Spielen

    Fugu Casino operiert unter einer Lizenz der Malta Gaming Authority (MGA) und ist damit an europäische Standards für Spielerschutz und Fairness gebunden. Alle Transaktionen werden mittels SSL‑Verschlüsselung geschützt, sodass Ihre persönlichen Daten und Finanzinformationen sicher bleiben. Zudem wird das Zufallszahlengenerator‑System (RNG) regelmäßig von unabhängigen Prüfstellen auditiert.

    Für Spieler, die ihr Spielverhalten im Blick behalten wollen, bietet das Casino Selbstsperr‑Tools, Einzahlungslimits und eine 24‑Stunden‑Hotline für problematisches Spielverhalten. Diese Maßnahmen fördern ein gesundes Spielumfeld und zeigen, dass Fugu Casino Verantwortung ernst nimmt.

    Kundenservice & FAQ – Hilfe, wenn Sie sie brauchen

    Der Kundensupport von Fugu ist per Live‑Chat, E‑Mail und Telefon erreichbar und arbeitet rund um die Uhr. Die durchschnittliche Antwortzeit im Live‑Chat liegt bei weniger als einer Minute, sodass einfache Fragen sofort geklärt werden können. Für komplexere Anliegen, etwa bei Auszahlungs‑ oder Verifizierungsprozessen, unterstützt das Team Sie Schritt für Schritt per E‑Mail.

    Im Hilfecenter finden Sie zudem eine ausführliche FAQ, die häufig gestellte Fragen zu Themen wie Bonusbedingungen, Einzahlungsmethoden und Sicherheitsrichtlinien abdeckt. Die klare Gliederung hilft Ihnen, schnell die passende Antwort zu finden, ohne lange Wartezeiten in Kauf nehmen zu müssen.

    Häufig gestellte Fragen (FAQ)

    • Wie hoch ist der maximale Willkommensbonus? Bis zu 200 € bei einer ersten Einzahlung von 200 €.
    • Wie lange habe ich Zeit, die Wettanforderungen zu erfüllen? In der Regel 30 Tage ab Gutschrift des Bonus.
    • Welche Zahlungsmethoden werden akzeptiert? Visa, Mastercard, Sofort, Giropay, Skrill, Neteller und Banküberweisung.
    • Kann ich den Bonus auch im Live‑Casino nutzen? Ja, solange die jeweiligen Spielregeln die Bonusnutzung zulassen.
    • Wie sicher ist meine persönliche Daten? Durch SSL‑Verschlüsselung und die MGA‑Lizenz sind Ihre Daten geschützt.