Sistem Pendidikan Indonesia di Masa Kolonial Belanda

0

natatagung.id – JELAJAH NUSANTARA – Ada banyak sekali jenis sekolah dasar yang berkembang di Indonesia dahulu. Diantaranya adalah Sekolah Ongko Siji yang kemudian menjadi HIS (Hollandsc Inlandsche School), Sekolah Ongko Loro, ELS (Europeesche Lagere School), Sekolah Rakyat atau Volkschool, dan masih banyak lagi.

Masing-masing mempunyai aturan tersendiri khususnya dalam hal penerimaan siswa. Sekolah Ongko Siji ataupun HIS umumnya untuk anak-anak pribumi kalangan menengah ke atas seperti bangsawan, pegawai PNS atau pemerintahan, pegawai perusahaan, dan semacamnya.

Baca Juga :  Kisah Inspiratif Restu Ramadhan: Anak Desa Saik yang Melampaui Prediksi Masuk Top 6 dan Raih Atribut Photogenic PPKR 2026

Ketika masih bernama Sekolah Ongko Siji lama belajarnya 5 tahun, namun kemudian menjadi 6 tahun.Sekolah Ongko Loro dan Sekolah Rakyat hampir sama yaitu diperuntukkan bagi anak-anak kalangan menengah ke bawah seperti anak petani desa, buruh kasar, dan sebagainya.

Lama belajarnya cukup 3 tahun dengan bahasa Melayu sebagai bahasa pengantarnya dan bahkan beberapa menggunakan bahasa daerah masing-masing sebagai pengantarnya.ELS merupakan sekolah bagi anak-anak Eropa, Indo, dan beberapa anak pribumi dari kalangan elit bangsawan.

Baca Juga :  Kecil, Tapi Menggurita. 𝘉𝘦𝘭𝘢𝘫𝘢𝘳 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘕𝘦𝘨𝘦𝘳𝘪 𝘛𝘢𝘯𝘱𝘢 𝘛𝘢𝘮𝘣𝘢𝘯𝘨 Oleh : Herry Tjahyono *)

Tentu saja hanya sedikit anak pribumi yang masuk dalam sekolah ini dan didominasi oleh kalangan Eropa. Lama belajarnya adalah 6 tahun dengan bahasa Belanda sebagai bahasa pengantar.Dengan begitu, tampak sekali perbedaan kelas yang didasarkan pada bangsa atau warna kulit serta kondisi ekonomi.

Selain beberapa sekolah di atas masih ada lagi sekolah dasar khusus anak Tionghoa yaitu HCS (Hollandsch Chinesche School) dan HAS (Hollandsch Arabsche School) yaitu sekolah khusus anak-anak keturunan Arab atau Timur Tengah.

Baca Juga :  Sepenggal Pagi di Pasar Terapung Sungai Kuin. Oleh : Oyos Saroso H.N. *)

sumber :
idntimes.com

sumber foto :
KITLV Leiden

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini