nataragung.id, Pesawaran- Sebuah video yang berisi ajakan untuk menggeruduk Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Pesawaran beredar luas di grup WhatsApp nataragung.id.
Dalam video tersebut, seorang pria berbaju putih, berkacamata, dan berkopiah hitam, yang mengaku bernama Mualim Taher, mengimbau masyarakat Pesawaran untuk mendatangi kantor KPUD pada Senin, 17 Maret 2025, pukul 09.00 WIB. Video ini ramai mendapatkan komentar pada pukul 17.00 hari ini 14 maret 2025.
Dalam pernyataannya, Mualim Taher menegaskan bahwa aksi ini bertujuan untuk “menyelamatkan Kabupaten Pesawaran dari kehancuran akibat penguasa yang zalim.” Ia juga menyerukan masyarakat untuk berkumpul di depan Perumnas Sukamarga, Gedong Tataan, sebelum bergerak menuju kantor KPUD Pesawaran.
Ajakan ini diduga berkaitan dengan keputusan KPUD yang menolak berkas pendaftaran drg. Elin Septiani sebagai calon Bupati Pesawaran dalam Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada 2025. Sebelumnya, Elin Septiani, yang merupakan istri dari Aries Sandi Dharma Putra, didaftarkan sebagai calon bupati menggantikan suaminya setelah Aries Sandi didiskualifikasi oleh Mahkamah Konstitusi (MK) karena tidak dapat membuktikan keabsahan ijazah SMA-nya.
Aries Sandi awalnya dinyatakan sebagai pemenang Pilkada Pesawaran 2024. Namun, putusan MK membatalkan hasil tersebut setelah ditemukan ketidaksesuaian dokumen persyaratan pencalonannya. Sebagai langkah strategis, partai koalisi yang mendukung Aries Sandi kemudian mengusung Elin Septiani sebagai calon penggantinya.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari KPUD Pesawaran terkait video ajakan aksi tersebut. Pihak keamanan juga belum memberikan keterangan apakah akan ada langkah antisipatif terhadap potensi aksi massa.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti proses hukum serta mekanisme demokrasi yang berlaku. Pemilu yang jujur dan adil merupakan pilar penting dalam sistem demokrasi, dan segala bentuk keberatan terhadap keputusan KPU sebaiknya ditempuh melalui jalur konstitusional.

