Ustadz H. Hilmudin Sulani, Lc : Al Qur’an Bukan Sekedar Dibaca, Tapi Dipahami

0

nataragung.id – BANDAR LAMPUNG – Al Qur’an merupakan firman Allah yang maha benar, maka harus dipahami tentang apa-apa yang menjadi kehendak dan perintah Allah, bukan sekedar dibaca. Pada kenyataannya masih antara membaca Al Qur’an dengan pemahamannya masih jomplang.

Hal tersebut disampaikan ustadz H. Hilmudin Sulani, Lc dalam khotbah shalat Idul Fitri 1446 Hijriah di masjid Al-Mu’awwanah Gedong Meneng kecamatan Rajabasa kota Bandar Lampung pada Senin (31/3/2025).

Menurut alumni Universitas Al-Azhar Mesir ini, ibadah puasa tidak ubahnya seperti sekolah, dimana kita dituntut untuk senantiasa menggali berbagai ilmu dan pengetahuan, disertai dengan upaya menauladani apa yang dilakukan Rasulullah untuk meraih derajat mutaqin.

Allah telah menurunkan Al-Qur’an dan mengangkat Muhammad sebagai rasul-Nya. “Betapa luar biasa kebaikan Allah kepada manusia dengan menciptakan segalanya untuk manusia”, tambah Hilmudin Sulani Lc seraya menekankan pentingnya bulan Ramadhan sebagai sarana latihan fisik, mental dan disiplin serta menjaga integritas diri.

Baca Juga :  NgoPi ala Majelis Bahagia di Masjid Al-Ikhlas

Ibadah puasa bukan sekedar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga sebagai proses pembentukan karakter yang lebih baik. Bagaimana cara kita menjaga integritas diri, bagaimana cara kita melatih spiritual seperti shalat malam dan ibadah lainnya. “Jika setelah Ramadhan kita dapat menjalankan agama sesuai yang diajarkan, maka segala sesuatunya akan membawa kebaikan bagi masyarakat”, tegasnya dihadapan ratusan jama’ah.

Pelaksanaan shalat ied diawali sambutan ketua pengurus masjid Al-Mu’awwanah Gedong Meneng Dr. Ir. H. Teguh Endaryanto, M.Si yang menginformasikan berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan selama bulan suci Ramadhan.

Menurutnya, selain kegiatan rutin seperti slahat Tarawih dan tadarus Al-Qur’an serta buka puasa bersama, juga disemarakkan kegiatan lain yang dilaksanakan oleh Remaja Islam Masjid (RISMA) seperti pesantren kilat (Sanlat). Agenda kegiatan Sanlat tahun ini di isi dengan gerakan literasi berupa lomba bagi anak Islami dan kampanye menumbuhkan minat baca bagi anak dan remaja, kerjasama RISMA dengan Balai Veteriner Lampung. Juga acara dongeng oleh Kak Danang yang merupakan pendongeng nasional, kerjasama dengan Lazdai Lampung sekaligus penggalangan dana sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan untuk Palestina. Gebyar Ramadhan diakhiri dengan pawai obor pada malam menjelang Idul Fitri yang diikuti oleh anak dan remaja.

Baca Juga :  MUHASABAH : Introspeksi Diri Di Awal Tahun. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc

Ditambahkan oleh Teguh Endaryanto, sebagaimana yang telah dilaksanakan tahun-tahun sebelumnya, pihaknya juga membentuk panitia ZIS (Infaq, Zakat dan Sodaqoh) untuk menghimpun pembayaran zakat dari para muzzaki serta menyalurkannya kepada para mustahiq.

Menurutmya, untuk tahun ini terhimpun dana sebesar Rp. 32.644.500 terdiri dari zakat fitrah, zakat harta, sadaqoh serta infaq untuk masjid dan TPA.

Baca Juga :  RISMA dan TPA Al-Mu’awwanah Gedong Meneng Gelar Sanlat

Sementara zakat berupa beras terkumpul sebanyak 548 kilogram. “Untuk zakat fitrah, zakat mal dan sadaqoh seluruhnya telah disalurkan kepada 72 orang mustahiq yang berhak menerimanya”, tambahnya disertai rasa terimakasih kepada semua pihak yang telah bekerjasama dan berkolaborasi dalam berbagai kegiatan untuk menghidupkan suasana Ramadhan tahun ini. “Kami menyampaikan terimakasih atas segala partisipasi dan kontribusi seluruh jama’ah, RISMA, TPA serta masyarakat Gedong Meneng dalam rangka menyemarakkan kegiatan Ramadhan tahun ini, semoga seluruh amal kebaikan kita diterima oleh Allah Swt sebagai pahala jariyah”, pungkasnya. (SMh)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini