nataragung.id – Sidomulyo – Ketahanan pangan nasional sangat bergantung pada hasil pertanian lokal. Oleh karena itu, kesinambungan produksi menjadi hal mutlak yang harus dijaga. “Ketika nanti panen sudah selesai, segera untuk mengolah tanah untuk menanam kembali. Karena, pak Presiden mengharapkan tahun 2027 sudah swasembada pangan, mulai tahun ini sudah tidak ada lagi import pangan,” kata Wakil Bupati Lampung Selatan (Lamsel) M. Syaiful Anwar, saat panen raya padi di Desa Sidowaluyo, Kecamatan Sidomulyo, Lamsel Senin (7/4/2025).
Panen raya padi serentak bersama Presiden Prabowo Subianto tersebut dilaksanakan secara virtual digelar
di Desa Gandawesi, Kecamatan Lingung, Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat dan diikuti 14 Provinsi.
Ketua DPC Partai Gerindra Lamsel ini mengimbau agar para petani tidak menunda pengolahan lahan pasca panen, demi menjaga produktivitas dan mendukung target swasembada pangan pada tahun 2027 mendatang, “Jangan ditunda-tunda, setelah panen petani harus langsung olah lahan,” kata Syaiful didampingi Dandim 0421/LS, Letkol Inf. Esnan Haryadi, Pj. Sekdakab, Intji Indriati beserta anggota Forkompimda lainnya.
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi kepada para petani di seluruh pelosok negeri. Panen yang meningkat ini, menjadi harapan baru menuju Indonesia yang lebih mandiri dalam penyediaan pangan.
“Saya ingin memberikan penghargaan kepada para petani, saudara adalah tulang punggung bangsa dan negara. Tugas petani sangat penting sebagai produsen pangan, tanpa pangan tidak ada negara,” kata Prabowo via zoom meeting
dari Desa Gandawesi, Lingung, Majalengka, Jawa Barat.
Selain itu, dalam mendukung distribusi dan penyimpanan hasil pertanian, setiap desa akan mempunyai gudang penyimpanan. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat sistem pertanian nasional.
“Tiap desa akan punya gudang untuk menyimpan hasil panen. Setiap koperasi desa akan punya 2 truk masing-masing, sehingga hasil panen dan pupuk bisa terdistribusi lebih cepat,” kata Prabowo yang juga Ketua Umum DPP Partai Gerindra ini. (mara).

