nataragung.id, Bandar Lampung — Paguyuban Silat Gading Putih kembali membuktikan diri sebagai salah satu kekuatan utama pencak silat di Kota Bandar Lampung. Dalam ajang IPSI OPEN 2 yang digelar baru-baru ini, perguruan yang bermarkas di Jl. Perintis Kemerdekaan, Tanjung Gading ini sukses memborong 21 medali dari 22 atlet yang diturunkan. Prestasi luar biasa ini menunjukkan tingkat keberhasilan hampir 100 persen!
“Alhamdulillah, dari 22 atlet yang kita turunkan, kita membawa pulang 10 emas, 7 perak, dan 4 perunggu,” ujar Kang Kamal, sapaan akrab Kamaludin, pelatih sekaligus tokoh sentral di balik gemilangnya Gading Putih, saat acara tasyakuran makan bersama di Sekretariat Gading Putih, Ahad, 20 Juli 2025.
Kemenangan ini bukan yang pertama bagi Gading Putih. Konsistensi mereka dalam berbagai kejuaraan membuktikan bahwa mereka bukan sekadar pelengkap turnamen, melainkan penguasa podium. Lebih dari itu, Gading Putih telah menjadi wadah pembinaan generasi muda berbakat yang membawa harapan baru bagi dunia pencak silat Lampung.
Namun di balik prestasi gemilang itu, Kang Kamal dengan rendah hati mengungkapkan tantangan besar yang dihadapi, terutama soal dukungan dana dan pembinaan jangka panjang.
“Banyak agenda besar di depan mata, dari PORKOT Agustus nanti, hingga PORPROV dan PON. Tapi saya menyadari keterbatasan kami, terutama soal pendanaan. Kami sangat berharap arahan dan dukungan dari Bunda Wali Kota, para anggota dewan, serta pihak swasta yang peduli terhadap seni bela diri warisan budaya bangsa ini,” ungkapnya.
Sudah saatnya Pemerintah Kota Bandar Lampung, DPRD, dan pelaku usaha lokal membuka mata. Gading Putih bukan hanya pemburu medali, mereka adalah penjaga kearifan lokal dan pencetak juara masa depan.
Jika ingin melihat anak-anak muda Bandar Lampung berdiri di panggung nasional—atau bahkan dunia—dengan mengusung nama daerah dan kebanggaan budaya sendiri, maka Gading Putih layak mendapatkan perhatian dan dukungan lebih. Jangan tunggu sampai talenta emas ini padam karena minimnya pembinaan.
Editor : Muhammad Arya

