MUTIARA PAGI : Waktu, Luka, dan Perubahan yang Pelan. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

0

nataragung.id – Natar Tak semua jiwa berubah secepat doa dilantunkan…
Tak semua hati luluh seiring nasihat dilontarkan.
Ada jiwa-jiwa yang terkurung dalam sifat lamanya,
terperangkap dalam tabiat yang bertahun-tahun menjadi rumahnya.

Kita sering lelah melihat mereka yang tak kunjung berubah.
Kita gemas pada mereka yang terus saja jatuh pada kesalahan yang sama.
Tapi… tidakkah kita pernah berpikir?
Bahwa mereka pun mungkin sedang berjuang,
dalam sunyi, dalam diam,
dan,

Baca Juga :  Inspeksi Fasilitas Publik, Sekda Supriyanto Tegaskan Desa HELAU sebagai Budaya Kebersihan Berkelanjutan

الوقت جزء من العلاج

Al waktu juz’un minal ilaj

“Waktu adalah bagian dari pengobatannya”

Allah tidak menciptakan perubahan dalam sekejap.
Nuh ‘alaihis salam berdakwah 950 tahun,
dan kaumnya tetap membangkang.
Nabi Musa butuh bertahun-tahun membimbing Bani Israil,
dengan sabar dan berulang.

Lalu siapa kita, yang ingin orang berubah dalam semalam?

Sesungguhnya, perubahan itu seperti penyembuhan luka dalam,
tak tampak dari luar, tapi berjalan pelan di dalam jiwa.
Butuh waktu, butuh tangis di malam hari,
butuh jatuh-bangun dalam taubat yang berkali-kali.

Baca Juga :  Lapangan Korpri ‘Mendadak Internasional’: Peserta AIYEP 2025 Ikut Senam Bersama ASN Lampung Selatan

Maka jika engkau melihat seseorang yang masih dalam keburukan,
jangan hakimi dia dengan ujung matamu.
Tapi doakan…
karena bisa jadi, hari ini ia masih buruk,
namun esok Allah membalik hatinya menjadi pemilik cahaya.

Dan jika dirimu sendiri sulit lepas dari gelap masa lalu,
jangan putus asa.
Karena waktu adalah bagian dari penyembuhan.
Dan Allah tak pernah terburu-buru menyempurnakan hamba-Nya.

Baca Juga :  Bentuk Tim Super. Bupati Egi Siapkan Strategi Wisata Berkelanjutan ala Banyuwangi, Jawa Timur

Biarkan waktu menyembuhkan…
Biarkan waktu memperhalus kerasnya hati…
Biarkan waktu menjadi saksi bahwa meski lambat,
kau tetap berjalan menuju cahaya. (25).
WaAllahu A’lam

_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair

*) Penulis adalah Anggota Majelis Syura DDII Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini