MUTIARA PAGI : Tiga Sifat Dunia. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

0

nataragung.id – Natar – Dunia ini hanyalah tempat persinggahan, bukan tempat tinggal abadi. Allah dan Rasul-Nya telah banyak mengingatkan kita tentang hakikat dunia, agar kita tidak terjebak dalam tipu dayanya.

Pertama, dunia adalah مَتَاعُ الغُرُور (mataa‘ul-ghurūr) – kesenangan yang menipu. Allah berfirman:

> وَمَا الْحَيَوٰةُ الدُّنْيَآ إِلَّا مَتَـٰعُ الْغُرُورِ

“Dan kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (QS. Āli ‘Imrān: 185)

Dunia tampak indah, namun ia bisa memperdaya manusia yang terlena. Banyak yang sibuk membangun istana dunia, padahal rumah di akhirat lebih layak untuk kita persiapkan.

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Ketika Jabatan Berakhir, Jejak Amal yang Menentukan. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Kedua, dunia adalah مَتَاعٌ إِلَى حِين (mataa‘un ilā hīn) – kesenangan yang hanya sementara. Allah berfirman:

> قُلْ مَتَاعُ الدُّنْيَا قَلِيلٌ وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ لِّمَنِ اتَّقَى

“Katakanlah: kesenangan dunia itu hanya sebentar, sedangkan akhirat itu lebih baik bagi orang yang bertakwa.” (QS. An-Nisā’: 77)

Hari-hari yang kita jalani hanyalah detik-detik singkat. Dunia ini ibarat mimpi malam, yang akan terbangun dengan kematian.

Ketiga, dunia adalah مَتَاعٌ قَلِيل (mataa‘un qalīl) – kesenangan yang sedikit. Allah berfirman:

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Mengapa Kita Tidak Boleh Nyinyir kepada Pelaku Dosa. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

> مَتَـٰعٌ قَلِيلٌ ثُمَّ مَأْوَىٰهُمْ جَهَنَّمُ ۚ وَبِئْسَ الْمِهَادُ

“Itu hanyalah kesenangan yang sedikit; kemudian tempat kembali mereka adalah neraka Jahannam, dan Jahannam itu adalah tempat yang buruk.” (QS. Āli ‘Imrān: 197)

Betapa kecil nikmat dunia dibandingkan nikmat akhirat yang kekal. Seindah apa pun dunia, ia tidak sebanding dengan satupun kenikmatan di surga.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

> الدُّنْيَا سِجْنُ الْمُؤْمِنِ وَجَنَّةُ الْكَافِرِ

“Dunia ini adalah penjara bagi orang mukmin, dan surga bagi orang kafir.” (HR. Muslim)

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Krisis sebagai Alat Pemilah Iman. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Maka janganlah kita tertipu oleh gemerlap dunia yang fana. Gunakanlah dunia sebagai jembatan menuju akhirat, sebagai ladang amal untuk menuai hasil di hari perhitungan. Sesungguhnya, dunia hanyalah sementara, menipu, dan sedikit; sedangkan akhiratlah yang kekal dan penuh dengan kenikmatan. (73).
WaAllahu A’lam

_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair

*) Penulis adalah Anggota Majelis Syura DDII Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini