nataragung.id, Natar – Dalam suasana yang sarat haru dan kebanggaan, Pondok Pesantren Darul Arqom Muhammadiyah Natar kembali menorehkan sejarah baru. Tepat pada hari ini, enam santri pilihan, enam jiwa yang ditempa oleh disiplin dan semangat juang, resmi diberangkatkan menuju Jakarta untuk berlaga dalam ajang Jakarta Nasional Pencak Silat — salah satu kompetisi bela diri paling bergengsi yang mempertemukan pendekar-pendekar muda dari seluruh penjuru Indonesia.
Keberangkatan para atlet ini bukan sekadar perpindahan tempat. Ini adalah perjalanan perjuangan, sebuah ikhtiar untuk membuktikan bahwa pondok, meski berdiri di tanah sederhana Natar, memiliki potensi besar yang siap menggelegar di arena nasional.
Wakil Direktur Pondok Pesantren Darul Arqom Muhammadiyah Natar, Mansyur Mubarok, menyampaikan kabar tersebut dengan mata berbinar dan suara penuh keyakinan.
“Alhamdulillah, enam santri kami telah siap berjuang. Mereka sudah bertolak menuju Jakarta. Kami mohon doa terbaik dari semua pihak, semoga Allah limpahkan kemenangan, kesehatan, dan keselamatan untuk mereka,” ungkapnya penuh harap.
Enam Nama yang Siap Mengukir Prestasi
Mereka datang dari berbagai daerah, membawa karakter dan kekuatan yang berbeda, namun satu tujuan: berjuang untuk kemenangan.
- Luna Ramadhani – Mesuji
- Afrah Mutia – Blitang, Sumsel
- Ghifara Al Atafiandri – Bandar Lampung
- Bagus Tagama – Pesawaran
- Muhammad Fachri Fachrudin – Jakarta
- Febriansyah – Mesuji
Enam pendekar muda ini bukan hanya atlet, tetapi wajah masa depan kebanggaan Darul Arqom. Di balik nama mereka, terdapat ribuan jam latihan, keringat yang jatuh pada malam-malam panjang, serta doa dan ketangguhan yang tak terlihat oleh mata.
Agenda Kejuaraan
Kejuaraan Jakarta Nasional Pencak Silat akan diselenggarakan pada 28–30 November di GOR Ciracas, Jakarta Timur.
Di arena itulah mereka akan menari dengan teknik, menyerang dengan strategi, serta bertahan dengan keteguhan hati. Mereka tidak hanya membawa tekad pribadi, tetapi juga nama baik pesantren, Lampung, bahkan Indonesia.
Suara langkah mereka di arena akan menjadi gema bagi Natar. Setiap jurus yang dilepas akan membawa doa orang tua, guru, dan masyarakat yang menanti kabar kemenangan dari kejauhan.
Harapan, Doa, dan Kebanggaan
Mansyur Mubarok kembali menegaskan bahwa kemenangan bukan satu-satunya tujuan. Lebih dari itu, keberangkatan ini adalah momentum pembuktian bahwa pendidikan pesantren mampu melahirkan generasi pemberani, berprestasi, dan berakhlak.
“Kalah atau menang adalah bagian dari perjalanan. Namun yang terpenting adalah mental juang, akhlak mulia, dan kebesaran hati. Kami percaya mereka mampu memberikan yang terbaik,” tutupnya.
Hari ini, Darul Arqom tidak hanya melepas enam santri — tetapi juga melepas enam panji harapan.
Semoga mereka kembali dengan medali yang berkilau, kegembiraan yang meluap, dan cerita yang akan diceritakan dari generasi ke generasi bahwa anak Natar pernah berdiri gagah di panggung nasional.
Mari bersama-sama panjatkan doa,
Semoga Allah kokohkan langkah, kuatkan tangan, tajamkan strategi, dan lapangkan kemenangan bagi para pendekar Darul Arqom.
Berjuanglah anak-anak kami, buktikan bahwa dari pesantren sederhana, lahirlah pahlawan masa depan.
Editor : Muhammad Arya


Masyaallah🥹🥹
Saya ikut bangga sebagai alumni darul arqom muhammadiyah Natar…
Semoga meraih kemenangan…..