nataragung.id, Lampung Selatan — Sejalan dengan pernyataan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, ST.,MM. politisi muda sekaligus Sekretaris Fraksi Gerindra DPRD Lampung Selatan Edo Saputra Wijaya, SH., MH. menyampaikan apresiasi mendalam kepada jajaran kepolisian atas keberhasilan pengamanan dan pelayanan selama pelaksanaan Ijtima Ulama Dunia dan Tabligh Akbar Indonesia Berdo’a 2025 di Kota Baru, Lampung Selatan.
Pada penutupan acara internasional yang menghadirkan jamaah dari berbagai provinsi hingga luar negeri tersebut, Gubernur Mirza menyampaikan rasa terima kasih dan penghormatan penuh terhadap Polri. Menurutnya, aparat tidak hanya mengamankan, tetapi turut melayani jamaah dengan sikap humanis dan membantu para peserta acara selama prosesi berlangsung.
“Kami mendapat kesaksian langsung dari jamaah. Aparat tidak semata menjaga keamanan, tetapi juga membantu dan melayani dengan baik. Ini bukti bahwa Lampung benar-benar layak menjadi tuan rumah Ijtima Ulama Dunia dan Tabligh Akbar Indonesia Berdo’a,” ujar Mirza saat penutupan resmi.
Selain kesiapan fasilitas, keramahan warga Lampung juga meninggalkan kesan mendalam bagi para tamu. Masyarakat membuka rumah, membagikan makanan, serta membantu kebutuhan jamaah dengan ikhlas dan tulus.

Senada dengan pernyataan tersebut, Edo Saputra Wijaya, SH., MH. menegaskan bahwa suksesnya acara ini menjadi cerminan profesionalisme aparat kepolisian, baik dari Polda Lampung maupun Polres Lampung Selatan.
“Kinerja kepolisian menjadi sorotan dunia — bukan hanya dalam pengamanan, tetapi bagaimana mereka hadir melayani. Ini prestasi besar yang patut dibanggakan, dan membawa nama baik Lampung,” kata Edo kepada tim redaksi nataragung.id.
Atas nama masyarakat Lampung Selatan yang menjadi tuan rumah penyelenggaraan, Edo menyampaikan terima kasih setinggi-tingginya kepada seluruh aparat keamanan.
“Kita patut bangga. Hari ini Lampung menunjukkan kematangan sebagai penyelenggara acara internasional berbasis keagamaan. Damai, teratur, penuh keberkahan — dan itu dirasakan langsung oleh ribuan jamaah,” tegasnya.
Dengan berakhirnya acara dalam suasana tertib, teduh, dan penuh kehangatan, Lampung mengukir sejarah sebagai wilayah yang mampu menjadi pusat pertemuan ulama dunia—tempat di mana ribuan suara berdoa, dan persaudaraan umat menggema dengan damai.
Editor : Muhammad Arya

