nataragung.id – Kalianda – Mobilisasi kemanusiaan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Lampung Selatan yang akan memberangkatkan dua anggota Satuan Khusus Banser Tanggap Bencana (Bagana) profesional ke Sumatera Barat (Sumbar) merupakan respons terstruktur dan wujud komitmen tinggi dari organisasi induknya. Dua personil terpilih, Ndan Nur Hadi dari Kecamatan Candipuro dan Ndan Jajang Rahmat Kudus dari Kecamatan Way Sulan, akan dilepas secara resmi pada Sabtu 6 Desember Ba’da shalat Dzuhur dari Markas Koordinasi Wilayah (Mako Wil) Banser Lampung, sebagai respons terhadap bencana Banjir Bandang dan Tanah Longsor di wilayah tersebut.
Ketua Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Lampung Selatan, Arif Rahman Hakim, M.Pd., dalam penjelasannya kepada nataragung.id pada Jum’at malam 5 Desember 2025 menegaskan bahwa aksi ini adalah janji organisasi untuk selalu hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan, menunjukkan kepedulian struktural dari tingkat pimpinan.
“Sebagai bentuk kepedulian dan Komitmen GP Ansor Lampung Selatan terhadap bencana kemanusiaan, maka kami siap hadir membantu korban yang terdampak bencana di Sumatera Utara dan daerah lainnya,” ujar Arif Rahman Hakim, M.Pd., menggarisbawahi komitmen regional GP Ansor.
Kepala Satuan Koordinasi Cabang (Kasatkorcab) Banser Lampung Selatan, Ndan Shodiqun, menjelaskan bahwa pergerakan dua personil ini didasarkan pada instruksi langsung dari Kasatkornas Banser, membuktikan ketaatan penuh pada komando nasional.
“Ini adalah bencana Nasional, dan pergerakan kami berdasarkan instruksi langsung dari Kasatkornas. Sudah barang tentu Banser sebagai pasukan elitnya Ansor turut berkontribusi dalam evakuasi korban bencana dan penyaluran logistik,” tegas Ndan Shodiqun, menekankan profesionalisme dan kedisiplinan.
Kedua Ndan Banser ini diutus sebagai tim evakuasi dan logistik dengan keahlian utama dalam asesmen cepat, evakuasi korban, distribusi logistik (sembako, obat-obatan), layanan psikososial, hingga pendirian dapur umum.
Sementara itu, Ndan Nur Hadi menjelaskan bahwa landasan motivasi pribadinya adalah panggilan spiritual dan nilai-nilai yang tertanam dalam organisasi.
Solidaritas yang sama diungkapkan oleh Ndan Jajang Rahmat Kudus yang melihat misi ini sebagai panggilan jiwa dan ketaatan.
“Dorongan utama kami murni panggilan kemanusiaan dan spiritual,” kata Ndan Jajang. “Harapan kami yang utama, semoga seluruh personil diberikan kesehatan dan kekuatan. Dan yang terpenting, kami bisa membantu para penyintas di sana sesuai dengan apa yang mereka harapkan dan butuhkan.”
Keberangkatan yang dilepas dari Mako Wil Banser Lampung ini menjadi simbol kuat bahwa pergerakan Banser Lampung Selatan adalah bagian tak terpisahkan dari soliditas struktural dan spiritual Banser se-Indonesia dalam mengemban misi kemanusiaan dan menjaga ukhuwah basyariyah.
#AnsorLamselSiap #BanserUntukNegeri #KhidmahBencana #NawaPrasetya #UkhuwahBasyariyah #KomandoBanser #Bagana #RelawanBanser #SolidaritasBanser.
Kontributor : Edi Sriyanto

