nataragung.id – Lampung Tengah – Nama I Komang Koheri kini jadi sorotan nasional. Putra transmigran asal Tabanan, Bali, itu dipastikan otomatis menjabat Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Lampung Tengah, menyusul penetapan Bupati Ardito Wijaya sebagai tersangka korupsi oleh KPK.
Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Pemprov Lampung, Binarti Bintang, menegaskan posisi Komang Koheri tak perlu menunggu lama. Wakil bupati langsung mengambil alih roda pemerintahan.
“Wakil bupati secara otomatis melaksanakan tugas dan wewenang sebagai bupati,” ujarnya, Jumat akhir pekan lalu.
Namun di balik jabatan strategis itu, tersimpan kisah panjang perjuangan seorang anak transmigran Bali yang tumbuh dan besar di Kampung Rama Dewa, Lampung Tengah.
Komang Koheri lahir dari pasangan I Made Linteb dan Ni Made Sasih, transmigran asal Desa Kukuh, Kerambitan, Tabanan. Sejak muda, ia sudah akrab dengan kerasnya hidup. Saat kuliah, Koheri berdagang beras untuk menyambung hidup. Nilai akademik yang biasa saja tak membuatnya minder—ia memilih jalur wirausaha.
Dari beras, sawit, karet, hingga properti dan kontraktor, Koheri perlahan bangkit. Ia bahkan mendirikan Koperasi Tri Darma, cikal bakal BPR Tara, demi menyelamatkan warga dari jeratan rentenir. Dari ekonomi rakyat, Koheri melangkah ke politik.
Dua periode duduk di DPRD Lampung, lolos ke DPR RI, hingga akhirnya menang Pilkada sebagai Wakil Bupati Lampung Tengah. Kini, takdir membawanya naik satu tingkat lebih tinggi.
Jika kelak definitif menjabat bupati, Komang Koheri akan tercatat sebagai putra Bali pertama yang menjadi bupati di luar Bali pada era reformasi—sebuah simbol keberhasilan anak transmigran yang tak melupakan akar, namun mampu menaklukkan panggung nasional.
Dari gang sempit kampung transmigran, ke kursi orang nomor satu di Lampung Tengah. Sebuah perjalanan yang tak instan, penuh jatuh bangun, dan sarat makna. (**)
Dari berbagai sumber.

