Ikhtiar Kader Penggerak Hidupkan Roda Jam’iyyah NU di Desa Galih Lunik

0

nataragung.id – Tanjung Bintang – Semangat kemandirian dan khidmah organisasi nampak nyata di Dusun Tegal Sari, Desa Galih Lunik, Kecamatan Tanjung Bintang, Lampung Selatan. Melalui momentum Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, Pondok Pesantren Tarbiatul Husna Al-Amin menggelar pengajian akbar yang menjadi titik awal penguatan struktural NU di tingkat desa, Selasa (6/1/2026) malam.

Acara yang diinisiasi oleh Pimpinan Ponpes Tarbiatul Husna Al-Amin, Ustadz Syaiful Anwar, S.Sos., (Kader NU Angkatan 36), dihadiri oleh ratusan jamaah dari berbagai desa, termasuk Kali Asin, Serdang, dan Sukanegara. Kehadiran para tokoh struktural PCNU Lampung Selatan dan MWCNU Tanjung Bintang semakin mempertegas dimensi konsolidasi dalam acara tersebut.

Wakil Ketua MWCNU Tanjung Bintang, Ust. Syaifullah atau yang akrab disapa Mang Iful menyampaikan rasa bangganya atas inisiatif tersebut. Sebagai Kader Penggerak NU Angkatan Ke-2, Mang Iful menilai langkah yang diambil Ustadz Syaiful Anwar adalah terobosan penting bagi wilayah yang selama ini minim pergerakan NU.

Baca Juga :  Halal Bihalal Akbar KBNU Kecamatan Tanjung Bintang : Momentum Kebangkitan NU

“Kami sangat apresiatif dan salut kepada Ustadz Syaiful Anwar. Desa Galih Lunik ini tergolong wilayah yang pergerakan NU-nya masih minim. Kemasan acara ini menjadi modal besar untuk pergerakan selanjutnya. Saya bangga melihat warga sekitar pondok begitu antusias, bahkan semangat mereka memasang bendera NU menjadi pemandangan yang menyentuh,” ujar Mang Iful.

Di atas panggung utama, KH Muhayat (Pengasuh Ponpes Al-Falah Rumbia, Lampung Tengah) memberikan mauidzah hasanah tentang kedisiplinan waktu dalam ibadah sholat sebagai cermin kehidupan. Secara khusus, ia juga berpesan kepada Ketua PC Muslimat NU Lampung Selatan, Nyai Hj Niswatin, agar jamaah perempuan tetap istiqomah di jalur Jam’iyyah NU.

Baca Juga :  Bidang Pendidikan PAC Muslimat NU Tanjung Bintang adakan Public Speaking

“Kader NU kalau bergerak harus lurus, jangan tingak-tinguk (menoleh ke belakang). Fokus pada khidmah,” tegas Abah Muhayat, menganalogikan nasihat Malaikat kepada Rasulullah SAW saat peristiwa Isra’ Mi’raj.

Nuansa keakraban juga nampak di kediaman tuan rumah sebelum acara dimulai. Dalam obrolan santai, Abah Muhayat bersama Wakil Ketua PCNU Lampung Selatan, Kyai Ali Mahmudi, dan Kyai Mukhlas Suwito, membahas aksi nyata kemanusiaan yang dilakukan oleh NU Care-LAZISNU.

Abah Muhayat mengungkapkan kekagumannya atas gerak cepat LAZISNU PCNU Kabupaten Lampung Selatan.

Abah Muhayat mengungkapkan kekagumannya atas gerak cepat NU Care-LAZISNU dalam membantu korban bencana di Sumatera. Hal ini dinilai sebagai bukti nyata bahwa NU tidak hanya bergerak di urusan ritual keagamaan (kultural), tetapi juga hadir memberi solusi pada isu-isu sosial (struktural-kemanusiaan).

Baca Juga :  Musrenbang RKPD di Tanjung Bintang: Capaian 2025 Dievaluasi, Infrastruktur dan Inovasi Jadi Fokus 2027

Kehadiran jajaran pengurus dari tingkat Cabang hingga MWCNU dalam pengajian di desa Galih Lunik ini menjadi simbol dukungan struktural terhadap inisiatif lokal. Bagi nahdliyin di Galih Lunik, berkibarnya bendera NU di sepanjang jalan menuju pesantren bukan sekadar dekorasi, melainkan pernyataan diri bahwa jam’iyyah telah hadir dan siap melayani umat.

Dengan spirit Isra’ Mi’raj dan pengawalan dari para kader penggerak senior seperti Mang Iful, Ponpes Tarbiatul Husna Al-Amin diharapkan menjadi episentrum baru dakwah Islam Aswaja di Tanjung Bintang. **

Editor : Edi Sriyanto

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini