MUTIARA PAGI : Kekayaan yang Tak Terlihat. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

0

nataragung.id – Pemanggilan – Manusia hidup dalam rupa yang sama, namun berbeda dalam cara memandang hati dan harga diri. Ada yang berjalan dengan dada penuh kesombongan, mengira bahwa meminta maaf adalah tanda kalah, padahal tanpa ia sadari, satu demi satu hati menjauh darinya. Ia merasa menang, namun sejatinya kehilangan, kehilangan kehangatan, kehilangan kepercayaan, kehilangan manusia.

Di sisi lain, ada mereka yang memahami bahwa kelembutan bukanlah kelemahan. Dengan kata yang baik, dengan sikap yang menenangkan, ia merawat perasaan orang lain. Ia tahu, hati tak bisa dipaksa, tetapi bisa dirangkul. Dari sanalah lahir kasih sayang yang tulus, yang tak bisa dibeli oleh harta, dan tak tergantikan oleh apa pun.

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Kita dan Pertengahan. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Sungguh, tidak semua kekayaan dapat dilihat oleh mata. Ada kekayaan yang hidup dalam akhlak, dalam rendah hati, dalam keberanian untuk mengakui salah. Dan tidak semua kemiskinan tentang harta, ada kemiskinan yang berwujud kesombongan, yang melelahkan diri sendiri dan menyakiti sekitar.

Maka siapa pun kita hari ini, marilah bertanya pada hati: apakah kita sedang mengumpulkan harta, atau sedang menabung akhlak?

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Mendaki di Atas Bintang-Bintang. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Sebab pada akhirnya, yang paling bernilai bukan apa yang kita miliki, melainkan bagaimana kita menjaga perasaan dan memuliakan sesama.

{ .. وَإِن تَعۡفُواْ وَتَصۡفَحُواْ وَتَغۡفِرُواْ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٞ رَّحِيمٌ }

… dan jika kamu maafkan dan kamu santuni serta ampuni (mereka), maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.[Surat At-Taghabun: 14]
(KIS/154).
WaAllahu A’lam

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Hidup yang Sempit. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair

*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini