Pemuda yang Mengubah Semangat Olahraga Menjadi Tenaga untuk Meraih Cita-Cita di Bidang Geografi

0

nataragung.id – Agam – MHD IKHSAN UL AKHSAN, yang akrab disapa Aksan, adalah mahasiswa Program Studi Geografi Universitas Negeri Padang yang berasal dari Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Ia merupakan sosok pemuda yang penuh semangat dan memiliki tekad kuat untuk meraih cita-cita, dengan semangat olahraga yang menjadi bagian penting dari kehidupannya. Berasal dari keluarga sederhana dan sebagai anak keempat dari lima bersaudara, Aksan telah membuktikan bahwa keadaan bukanlah penghalang bagi mereka yang memiliki keinginan kuat untuk keluar dari zona nyaman dan menggapai apa yang diinginkan.

“Tanah Kabupaten Agam yang kaya akan budaya dan alam yang indah telah membentuk karakter saya sejak kecil di sini saya belajar tentang kerja keras dan pentingnya memiliki semangat yang tidak mudah padam,” ujar Aksan dengan rasa cinta yang mendalam pada daerah kelahirannya. Sebagai anak keempat dari lima bersaudara, ia tumbuh dalam lingkungan keluarga yang sederhana namun penuh kasih sayang. “Hobi saya yang paling besar adalah olahraga, terutama futsal – melalui olahraga saya belajar tentang kerja sama tim, ketekunan, dan bagaimana bangkit kembali setelah mengalami kekalahan,” jelasnya dengan senyum yang ceria. Bagi Aksan, masa muda adalah waktu yang tepat untuk keluar dari zona nyaman dan berjuang meraih cita-cita. “Saya memiliki impian yang jelas untuk membanggakan keluarga dan mencapai apa yang saya inginkan dalam hidup. Saya tahu jalan yang ditempuh tidak akan mudah, tetapi dengan semangat yang kuat dan usaha yang maksimal, saya yakin setiap cita-cita bisa diraih,” tambahnya dengan keyakinan yang tegas dan penuh semangat.

Perjalanan Aksan dalam dunia organisasi telah membantu ia mengembangkan kemampuan sosial dan kepemimpinan. Pada tahun 2025, ia bergabung dengan Mahasantri Islamic Centre Al Quds sebagai anggota Divisi Olahraga, di mana ia terlibat dalam menyelenggarakan berbagai kegiatan olahraga yang bertujuan untuk meningkatkan kebugaran dan silaturahmi antar mahasantri. Di divisi ini, ia belajar tentang pentingnya perencanaan kegiatan, koordinasi antar anggota, dan bagaimana mengelola waktu dengan baik antara aktivitas organisasi dan akademik. Pada tahun yang sama, ia juga menjadi anggota Gen Z Produktif – sebuah komunitas yang fokus pada pengembangan kapasitas pemuda agar bisa menjadi generasi yang produktif dan berkontribusi positif bagi masyarakat. “Pengalaman di organisasi telah memberikan saya banyak pelajaran berharga. Saya belajar bahwa bekerja sama dengan orang lain bisa membantu kita mencapai tujuan yang lebih besar dan juga memperluas jaringan pertemanan serta wawasan kita,” paparnya dengan kebanggaan yang tulus.

Baca Juga :  Serap Aspirasi Rakyat, Angggota DPR RI Ruby Chairani Syiffadia Blusukan di Desa Tajimalela

Meskipun masih dalam perjalanan awal untuk meraih prestasi lebih banyak, Aksan telah berhasil meraih pencapaian yang membanggakan pada tahun 2025 dengan menjadi bagian dari keluarga besar Universitas Negeri Padang. Bagi dirinya, bisa diterima sebagai mahasiswa di salah satu kampus ternama di Sumatera Barat bukanlah hal yang mudah, melainkan hasil dari kerja keras dan usaha yang ia lakukan selama ini. “Menjadi bagian dari Universitas Negeri Padang adalah prestasi tersendiri bagi saya. Ini adalah bukti bahwa usaha yang saya lakukan tidak sia-sia dan juga menjadi awal dari perjalanan baru untuk meraih prestasi lebih banyak di masa depan,” ungkapnya dengan rasa syukur yang dalam. Ia bertekad untuk terus mengembangkan diri dan meraih prestasi lebih banyak baik di bidang akademik maupun olahraga yang dicintainya.

Sebelum bisa menjadi mahasiswa Universitas Negeri Padang, Aksan pernah melalui masa tantangan dan kegagalan yang menjadi pelajaran berharga dalam kehidupannya. Pada tahun 2025, ia mengalami kegagalan saat mencoba masuk jurusan yang diinginkan, membuatnya harus memilih jurusan lain yang tersedia. Selain itu, ia juga tidak berhasil menjadi siswa eligible yang diharapkan. “Pada awalnya, kedua kegagalan itu membuat saya merasa kecewa dan bingung tentang jalan yang harus ditempuh selanjutnya. Saya merasa bahwa semua usaha yang saya lakukan tidak memberikan hasil yang saya inginkan,” cerita dia dengan kejujuran yang tulus. Namun, ia tidak memilih untuk menyerah. Ia melihat bahwa kegagalan tersebut adalah bagian dari proses yang harus dilalui untuk menjadi lebih kuat dan lebih paham tentang diri sendiri. Dari pengalaman tersebut, ia belajar untuk lebih fleksibel, menerima keadaan dengan lapang dada, dan tetap fokus pada tujuan utamanya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perkuliahan. “Sekarang saya menyadari bahwa kegagalan itu bukanlah akhir dari segalanya. Justru melalui kegagalan tersebut, saya menemukan jalan baru yang mungkin lebih cocok untuk saya dan membuat saya lebih siap menghadapi tantangan di masa depan,” tambahnya dengan keyakinan yang semakin kuat.

Baca Juga :  Dukung Program 100 Hari Asta Cita P residen RI, Kapolres Beri Makanan Bergizi Untuk Pelajar. MAJALAH NATAR AGUNG

Motivasi utama yang selalu menggerakkan Aksan untuk terus maju dan tidak pernah menyerah adalah prinsip yang ia pegang teguh “Jangan pernah mengalah dengan keadaan.” Ia percaya bahwa setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk meraih cita-cita, dan keadaan tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti berjuang. “Saya melihat banyak orang yang berasal dari kondisi yang lebih sulit namun bisa meraih kesuksesan. Hal itu menjadi motivasi bagi saya untuk terus berusaha dan tidak pernah menyerah menghadapi kesulitan,” jelasnya dengan semangat yang menular. Sementara itu, inspirasi besar bagi dirinya datang dari pesan sederhana namun kuat: “Lakukan yang ingin kamu lakukan.” Ia percaya bahwa setiap orang harus memiliki keberanian untuk mengejar apa yang mereka inginkan dalam hidup, tanpa harus takut pada kritik atau kegagalan. “Jika kita tidak melakukan apa yang kita inginkan, kita akan selalu merasa menyesal di kemudian hari. Oleh karena itu, saya selalu berusaha untuk melakukan apa yang saya yakini benar dan mengejar apa yang saya inginkan dengan sepenuh hati,” tegasnya dengan pandangan yang jelas dan fokus.

Baca Juga :  Dua Dekade HIMPAUDI, Reni Apriyani : PAUD adalah Fondasi Karakter Anak

Bagi masa depan, Aksan memiliki harapan yang penuh makna dan optimisme yang tinggi. “Semoga jalan yang saya pilih menjadi mahasiswa ini bisa membuahkan hasil yang baik dan tidak mengecewakan orang tua, orang banyak, dan tidak terkecuali diri saya sendiri,” katanya dengan suara yang penuh pengharapan. Ia berharap bisa menyelesaikan pendidikan dengan prestasi yang membanggakan, sambil terus mengembangkan diri dalam bidang yang dicintainya. Selain itu, ia berharap bisa bertemu dengan orang-orang baik yang bisa membantu dan menginspirasi dirinya dalam perjalanan ini, serta bisa menjalankan ibadah dengan lancar tanpa hambatan. “Apa pun yang terjadi nantinya, saya bertekad untuk tetap tersenyum dan menghadapinya dengan sikap yang positif. Saya percaya bahwa dengan sikap yang baik dan usaha yang maksimal, semua hal akan berjalan dengan baik sesuai dengan takdir yang telah ditentukan,” tutupnya dengan senyum yang hangat dan keyakinan yang tak tergoyahkan.

Terima kasih telah menyempatkan waktu untuk membaca artikel tentang perjalanan MHD IKHSAN UL AKHSAN – seorang mahasiswa Geografi Universitas Negeri Padang yang dengan semangat dan tekad kuat mengubah tantangan menjadi kekuatan untuk meraih cita-cita. Semoga kisahnya dapat menjadi inspirasi bagi banyak orang, terutama generasi muda Sumatera Barat, untuk terus berusaha, tidak pernah menyerah menghadapi kesulitan, dan selalu menjaga sikap positif dalam setiap langkah hidupnya. <>

Kontributor : Riszuan – Riau

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini