Amerika Serang Iran Manuver Atau Blunder Oleh : M. Habib purnomo // Aktivis PW NU Lampung

0

nataragung.id – Bandar Lampung – Geopolitik global berdampak terhadap peta politik nasional, peta politik nasional berdampak terhadap situasi politik daerah.
Inilah penting nya kita selalu mengamati dinamika politik global.

Sekarang kapal induk Amerika Abraham lincoln dikawal kapal-kapal perang lainnya sudah berada di laut Timur Tengah siap menyerang Iran.

Tekanan militer Amerika ke Iran kali ini diawali dengan demo besar-besaran didalam negeri Iran dan tercatat yang terbesar sejak revolusi Islam Iran tahun 1979 yang menewaskan lebih dari tiga ribu warga dan pihak keamanan Iran yang direkayasa Amerika, namun saat sekarang situasi di Iran sudah kondusif.

Posisi siap serang Amerika kali ini, mengingatkan kita akan serangan Amerika dan Israel selama 12 hari ke Iran pada bulan Juni tahun 2025 yang lalu.

Memang dalam rekam jejaknya, sejak perang dunia kedua Amerika selalu pada posisi menyerang negara lain baik di kawasan Eropa atau pun Asia yang jauh dari negerinya.

Banyak pertanyaan yang muncul, apa urgensinya Amerika kali ini akan menyerang Iran? Bagi Amerika, pasca perang dingin tahun 1991 Cina telah menjadi hantu dalam mimpi buruknya yang harus diselesaikan.

Ketika sekarang Amerika tepuk dada sebagai negara terkuat dimuka bumi, ternyata justru kini di benua Amerika sendiri khusus Amerika Serikat mengalami kenyataan yang menyakitkan, negara tetangga-tetangga dekatnya ibarat satu bantal ternyata sudah lain mimpi berpaling ke Cina, Amerika terkepung di kandangnya sendiri.

Baca Juga :  Menyiapkan Hati dan Jiwa di Bulan Ramadan Oleh : Mohammad Medani Bahagianda *)

Venezuela tetangga dekatnya sudah berteman dengan Cina dan solusinya Maduro presiden Venezuela diangkut ke Amerika.

Kanada tetangga terdekatnya Amerika, juga telah berkongsi dengan Cina, bisa di bayangkan bila terjadi konflik skala besar antara Amerika lawan aliansi Cina Rusia maka tidak perlu repot-repot bagi Rusia dan Cina, tidak perlu gunakan rudal antar benua berhulu ledak nuklir, dengan ketapelpun dari Kanada sudah sampai melempar batu kearah Amerika, karena Kanada berbatasan langsung dengan Amerika Serikat.

Brazil yang terkenal dengan pemain-pemain sepak bola kelas dunia dan berbatasan langsung dengan Venezuela dan Brasil justru pelopor BRICS (Brazil, Rusia India, China dan Afrika selatan) untuk melawan dominasi dolarnya Amerika. Hak itu terjadi karena Amerika bersikeras akan merebut pulau es raksasa milik Denmark (Greenland) yang lebarnya tiga kali lebih besar dari Kalimantan dan posisi Greenland tepat di depan negara Kanada. Bila Kanada bekerjasama dengan Cina, artinya secara de facto Greenland di bawah kendali Rusia Cina dan Kanada.

Baca Juga :  Efisiensi Anggaran: Untung Bagi Rakyat, Rugi Bagi Birokrat. Oleh: Kiagus Bambang Utoyo *)

Sebenarnya Amerika tidak terbiasa perang jarak dekat dikandang sendiri, bila terjadi perang skala besar lawan aliansi Cina dan Rusia dibenua Amerika maka negara Kanada, Brasil, Venezuela dan Kuba bisa jadi tempat titik serang senjata-senjata canggihnya Rusia dan Cina kearah Amerika.

Amerika menyerang Iran adalah upaya mengalihkan bola panas dari benua Amerika ke Timur Tengah.

Namun langkah Amerika kali ini akan menyerang Iran dengan terang-terangan masih timbulkan tanda-tanya, kalau perang 12 hari yang lalu Iran dalam posisi didadak oleh Israel dan Amerika, kali ini Iran sudah dalam posisi siap tembak.

Sekarang Amerika seakan sendirian, negara-negara Eropa sekutu dekatnya sedang kecewa dengan Trump yang akan mencaplok Greenland milik Denmark.

Arab Saudi sohib karib Amerika sudah mengumumkan tidak mengizinkan wilayahnya sebagai tempat Amerika menyerang Iran karena antara Arab Saudi dan Iran sudah ada perjanjian damai yang difasilitasi oleh Cina selain itu Turki sebagai sesama anggota NATO sudah memperingatkan Amerika jangan menyerang Iran.

Pakistan yang merupakan sekutu Cina sudah berkomitmen bila Iran di serang maka Pakistan yang memiliki senjata nuklir sudah siap membantu Iran. Inilah sebabnya beberapa bulan ini sering terjadi konflik bersenjata di perbatasan antara Afganistan dengan Pakistan untuk mengganggu supaya Pakistan tidak fokus membela Iran.

Baca Juga :  MELEMPAR BANGKAI TANPA OPOSISI

Dengan senjata dan alat-alat penginderaan jarak jauh dari teknologi militer Rusia dan Cina. Kapal Induk Amerika Abraham Lincoln yang dikawal kapal-kapal perang justru jadi sasaran empuk, serangan Amerika ke Iran akan jadi pembenar bagi Iran untuk menyerang Israel sekutunya Amerika , Israel akan jadi sasaran Iran didetik pertama bila Amerika menyerang Iran.

Memindahkan medan konflik dengan Rusia dan Cina dari benua Amerika ke Timur Tengah adalah langkah tepat bagi Amerika karena hal itu belum pernah terjadi .

Dengan memindahkan medan perang ke Timur Tengah akan sebabkan Rusia dan Cina tidak fokus di benua Amerika (Venezuela Kanada Brazil) tapi harus konsentrasi membantu Iran, namun langkah Amerika ini juga blunder karena menyerang Iran artinya perang lawan Rusia dan Cina dan Israel akan jadi sasaran serangan Iran.

Ibarat menggiring bola bundar, geopolitik global sedang berproses, kita belum tau ending nya. <>

Bandar Lampung 31 Januari 2026.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini