nataragung.id – Pesawaran – Madrasah Tsanawiyah (MTs) Nurul Iman, Desa Rejo Agung, Kecamatan Tegineneng, Pesawaran pada Jumat – Sabtu 30-31 Januari 2026 mengadakan Study Religi ke Palembang, Sumatera Selatan.
Menurut Kepala MTs Nurul Iman Rejo Agung ; Hj. Elok Puji Hartanti, SAg, MPd., objek wisata religi yang dikunjungi antara lain Masjid dan Makam Kiai Muara Ogan di Kertapati, Jakabaring Sport City, wisata KRL LRT (Light Rail Transit), Museum Alquran Al-Akbar, Makam Sultan Mahmud Badarudin I, Masjid Agung Sultan Mahmud Badarudin, Museum Sultan Mahmud Badarudin, Benteng Kuto Besak dan jembatan Ampera.

Lebih lanjut Elok Puji Hartanti menjelaskan peserta yang mengikuti study religi berjumlah 100 orang terdiri dari seluruh siswa kelas IX dan para dewan guru MTs Nurul Iman dengan mempergunakan dua bus.
Rombongan berangkat dari MTs Nurul Iman pada Jum’at (30/1/2026) pukul 22.00 WIB, setiba di Kertapati, rombongan melaksanakan shalat subuh di Masjid Kiai Muara Ogan kemudian dilanjut ziarah di makam Kiai Muara Ogan yang berada di kompleks masjid.
Setelah membersihkan diri, rombongan sarapan pagi dan melanjutkan perjalanan ke Jakabaring Sport City dan ikut menikmati wisata pagi hari di kota empek-empek dengan menumpang KRL LRT. “Konsep kami selain mengunjungi tempat-tempat yang religius, kamipun membahagiakan peserta didik dengan mengunjungi lokasi yang bisa menghibur jasmani,” ucap Elok Puji Hartanti.

Banyak nilai positif yang bisa diambil oleh peserta didik, saat mengunjungi tempat-tempat yang mengandung nilai ibadah, seperti berziarah ke makam Sultan Mahmud Badaruddin dan Museum Alquran Al-Akbar,” tambah Elok. ” Di makam Sultan Mahmud Badarudin, kita mendapat penjelasan mengenai kisah perjuangan Sultan Mahmud Badarudin beserta keturunannya dalam mensyiarkan agama Islam di Palembang” tegas Elok.
“Saat siswa-siswi diajak ke Musium Bait Al-Qur’an Al- Akbar, siswa mendapat penjelasan dari petugas, bahwa ternyata didunia ada Musium penulisan Alquran terbesar yang keberadaannya di Kota Palembang,” lanjut Elok.
Ditambahkannya bahwa peserta didik yang melaksanakan wisata religi telah dibagi menjadi 8 kelompok dan setiap kelompok wajib membuat laporan tertulis hasil study wisata religi. “Setiap kelompok ada guru pembimbing yang bertugas menilai atau megeveluasi hasil kerja setiap kelompok,” ucapnya.
Sementara itu salah seorang peserta didik Fernando Yudi Pratama mengaku amat senang dengan kegiatan yang dilakukan oleh sekolahnya. “Saya baru kali ini pak ke Palembang, saya senang sekali, nih saya beli empek-empek untuk oleh-oleh ke Ibu saya,” ujar Fernando dengan wajah berseri-seri sambil menunjukkan dua kardus kecil empek-empek yang ditentengnya. (SMh)

