nataragung.id – Pemanggilan – Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin. Segala puji bagi Allah Subḥanahu wata’ala yang telah mengantarkan kita hingga di penghujung Ramadhan.
Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam, guru terbaik yang mendidik umat dengan keteladanan.
Jamaah yang dirahmati Allah…
Ramadhan bukan sekadar bulan ibadah, tetapi madrasah kehidupan, sekolah yang mendidik jiwa, melatih kesabaran, dan membentuk akhlak.
Selama hampir satu bulan, kita dilatih:
– Menahan diri dari yang halal
– Bangun lebih awal untuk sahur
– Menyempatkan diri shalat malam
– Memperbanyak tilawah
– Bersedekah dan berbagi
Semua ini adalah kurikulum tarbiyah dari Allah.
Allah Subḥanahu wata’ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
“Wahai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan dengan sabar dan shalat. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 153)
Puasa adalah latihan sabar. Shalat adalah latihan kedekatan. Ramadhan menggabungkan keduanya.
Jamaah sekalian…
Madrasah Ramadhan juga melatih kejujuran. Saat tidak ada yang melihat, kita tetap tidak makan dan minum. Mengapa? Karena kita sadar Allah melihat.
Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda dalam hadits qudsi:
كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلَّا الصِّيَامَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ
“Setiap amal anak Adam adalah untuknya kecuali puasa. Puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Puasa adalah ibadah yang sangat rahasia antara hamba dan Rabb-nya. Ia melatih keikhlasan yang dalam.
Jamaah yang dimuliakan Allah…
Pertanyaannya: setelah lulus dari madrasah Ramadhan, apakah kita berubah?
Madrasah yang baik menghasilkan perubahan:
– Dari malas menjadi rajin
– Dari lalai menjadi sadar
– Dari keras menjadi lembut
– Dari kikir menjadi dermawan
Jika setelah Ramadhan kita kembali seperti semula, berarti kita belum benar-benar mengambil pelajaran.
Jamaah sekalian…
Ramadhan akan segera berlalu. Namun nilai-nilainya harus tetap hidup:
– Shalat tepat waktu
– Tilawah harian
– Sedekah rutin
– Qiyamul lail meski sedikit
Semoga Ramadhan menjadi titik awal perubahan seumur hidup.
Mari kita berdoa:
اللهم تقبل منا صيامنا وقيامنا واجعل رمضان شاهدًا لنا لا علينا
Ya Allah, terimalah puasa dan qiyam kami, dan jadikan Ramadhan sebagai saksi kebaikan bagi kami, bukan saksi yang memberatkan kami.
Amin ya Rabbal ‘alamin. (KIS/201)
WaAllahu A’lam
_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair
*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

