Mutiara Pagi : Antara Kebenaran dan Fitnah – Muhasabah Sebelum Menyampaikan. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

0

nataragung.id – Pemanggilan – Ada kata-kata yang keluar dari lisan, ringan terdengar, namun berat di sisi Allah. Ada pula berita yang tersebar begitu cepat, namun tak semua membawa kebenaran.

Maka ukurannya jelas: jika yang disampaikan adalah al-Haq, kebenaran, ia adalah cahaya yang menuntun. Tetapi jika yang tersebar adalah kebohongan, hoax, dan fitnah, maka ia adalah api yang membakar, merusak hati, memecah persaudaraan, dan menambah dosa tanpa kita sadari.

Betapa banyak orang tergelincir bukan karena niat jahat, tetapi karena lalai memeriksa. Ia menyampaikan, tanpa menimbang. Ia berbicara, tanpa memastikan.

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Tadabbur Al-Qur’an: Kekuatan untuk Menunaikan Amal dan Menanggung Ujian. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Padahal setiap kata akan diminta pertanggungjawaban. Setiap berita yang kita sebarkan bisa menjadi pahala… atau justru menjadi rantai dosa yang terus mengalir.

Fitnah itu tidak hanya melukai orang lain, tetapi juga mengotori jiwa pelakunya. Ia menanam benih kebencian, memupuk prasangka, hingga akhirnya memecah belah ukhuwah yang seharusnya dijaga.

Satu ucapan bisa meretakkan hubungan. Satu kabar bisa menghancurkan kepercayaan.

Maka sebelum jari menunjuk kepada orang lain, sebelum lisan menasihati sesama, marilah kita berhenti sejenak… menunduk… dan bermuhasabah.

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Rezeki dalam Genggaman Allah: Ketika Tawakal Membuka Pintu yang Tak Terduga. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Jangan-jangan penyakit itu ada dalam diri kita.
Jangan-jangan kita yang selama ini terluka oleh kebenaran, lalu menolaknya.
Jangan-jangan kita yang tanpa sadar menjadi “lalat”, yang hanya hinggap di tempat kotor, mencari-cari kesalahan, dan menyebarkannya ke mana-mana.

Sementara orang yang hatinya bersih, ia seperti lebah: hanya mencari yang baik, mengeluarkan yang baik, dan meninggalkan kebaikan di setiap tempat ia singgah.

Maka jadikan nasihat ini bukan sekadar kata untuk orang lain, tetapi cermin untuk diri sendiri.

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Bukankah Allah Cukup bagi Hamba-Nya? Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Periksa hati sebelum berbicara. Saring kabar sebelum menyebarkan. Dan luruskan niat sebelum menasihati.

Karena keselamatan bukan pada banyaknya kata, tetapi pada kebenaran yang dijaga dan hati yang senantiasa tunduk kepada-Nya. (224).
WaAllahu A’lam

_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair

*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

#KIS
#Shobahul_khair
#Mutiara_pagi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini