Kunker di Kecamatan Negeri Katon, Ketua Tim Pembina Posyandu Pesawaran Tekankan Peran Keluarga Dalam Cegah Stunting

0

nataragung.id – Pesawaran – Pemerintah Kabupaten Pesawaran terus memperkuat upaya pencegahan stunting melalui sosialisasi perencanaan keluarga dan kesehatan reproduksi. Kegiatan tersebut digelar dalam kunjungan Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Pesawaran di Kecamatan Negeri Katon, Selasa (21/4/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda pembinaan Posyandu sekaligus upaya mengenalkan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) kepada masyarakat. Dalam pelaksanaannya, Posyandu tidak hanya difokuskan pada layanan kesehatan, tetapi juga menjadi ruang edukasi dan pemberdayaan masyarakat, termasuk dalam aspek pendidikan keluarga.

Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Pesawaran Cindy Aria Anton, S.E., M.M. dalam arahannya menyampaikan pentingnya peran keluarga sebagai garda terdepan dalam mencegah stunting. Menurutnya, keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat yang memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk generasi yang sehat dan berkualitas.

Baca Juga :  Program TMMD Sasar Siswa SDN 8 Way Khilau Latihan PBB, Tanamkan Disiplin Dan Cinta Tanah Air Sejak Dini

“Pencegahan stunting harus dimulai dari keluarga. Melalui pemahaman yang baik tentang pola asuh, pemenuhan gizi, serta kesehatan reproduksi, kita dapat mewujudkan generasi yang sehat dan unggul,” ujarnya dalam agenda sosialisasi yang digelar di Aula Balai Desa Negeri Katon Selasa, (21/4/2026).

Ia juga menjelaskan bahwa keluarga sejahtera adalah keluarga yang terbentuk dari perkawinan sah, mampu memenuhi kebutuhan fisik dan mental, serta memiliki hubungan yang harmonis dalam lingkungan sosial.

Selain itu, terdapat sejumlah fungsi keluarga yang perlu dioptimalkan, di antaranya fungsi keagamaan, sosial budaya, cinta kasih, reproduksi, pendidikan, ekonomi, pembinaan, dan perlindungan.

Baca Juga :  Bupati Pesawaran Buka Doa Bersama Lintas Agama, Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Kepedulian terhadap Lingkungan

Dalam sosialisasi tersebut, masyarakat juga diberikan pemahaman komprehensif mengenai stunting, mulai dari ciri-ciri, penyebab, proses terjadinya, hingga dampak jangka panjang yang dapat memengaruhi kualitas sumber daya manusia. Tak hanya itu, disampaikan pula pentingnya dukungan keluarga besar dan lingkungan sekitar dalam upaya pencegahan stunting.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Pesawaran, Maisuri, mengungkapkan bahwa angka stunting di Kabupaten Pesawaran masih menjadi perhatian bersama. Ia berharap berbagai program yang dijalankan pemerintah dapat memberikan dampak signifikan terhadap penurunan angka stunting.

“Diperlukan komitmen bersama untuk terus berinovasi dalam program di tingkat desa dan kecamatan, guna meningkatkan kesehatan ibu dan anak serta mewujudkan keluarga yang berkualitas,” ungkapnya.

Baca Juga :  FGD Penyusunan ADEM 2026–2027, Pemkab Pesawaran Perkuat Sinkronisasi Perencanaan Dan Penganggaran Daerah

Kegiatan ini juga menjadi sarana interaksi langsung antara pemerintah dan masyarakat. Warga diberikan kesempatan untuk menyampaikan berbagai permasalahan yang dihadapi, mulai dari akses layanan kesehatan, kepesertaan BPJS, hingga isu sosial.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Negeri Katon Ingga Taufan, Kepala Desa Negeri Katon, Ketua TP PKK Desa, serta masyarakat setempat yang antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. (*/Diah)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini