nataragung.id – Tulang Bawang – Peringatan Hari Kartini di berbagai daerah biasanya identik dengan lomba kebaya dan parade busana. Namun di Tulang Bawang, cara merayakannya berubah total. Bukan lagi soal balutan kain, melainkan lantunan ayat suci yang menggema penuh makna.

Bertempat di Ruang Rapat Utama Kantor Bupati Tulang Bawang, peringatan Hari Kartini ke-147, Senin (20/4/2026) diisi dengan Lomba Tilawah dan Saritilawah Al-Qur’an. Sebuah konsep yang tidak hanya berbeda, tetapi juga menjadi yang pertama di Provinsi Lampung.
Suasana yang biasanya meriah dengan warna-warni kebaya, kini berganti menjadi khidmat, penuh penghayatan, dan menyentuh hati. Lantunan ayat suci menghadirkan nuansa baru dalam memaknai perjuangan Raden Ajeng Kartini.

Bupati Tulang Bawang, Drs. Qudrotul Ikhwan, M.M., hadir langsung didampingi Ketua TP PKK Tulang Bawang, Ny. Herlinawati Qudrotul, S.H. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa peringatan ini menjadi simbol perubahan cara pandang terhadap sosok Kartini masa kini.

“Kalau selama ini Kartini identik dengan kebaya, hari ini kita ingin menunjukkan bahwa Kartini juga bisa hadir dalam lantunan ayat suci. Perempuan yang tidak hanya anggun, tetapi juga berilmu dan beriman,” tegasnya.

Satu per satu peserta tampil membawakan tilawah dengan suara merdu, disusul sari tilawah yang mengupas makna ayat secara mendalam. Ruangan pun seakan larut dalam keheningan, dipenuhi kekhusyukan, dan sesekali menghadirkan haru dari para hadirin.

Perubahan konsep ini langsung mencuri perhatian. Bukan sekadar inovasi, tetapi juga pesan kuat bahwa perempuan masa kini tidak hanya dituntut tampil indah, melainkan juga memiliki kedalaman spiritual dan kecerdasan dalam memahami nilai kehidupan.
Di Tulang Bawang, Kartini tahun ini tidak berjalan di atas panggung peragaan busana. Ia “hidup” dalam setiap ayat yang dilantunkan lebih tenang, lebih dalam, dan jauh lebih bermakna. (*/SMh)

