nataragung.id, Metro — Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Metro sukses menggelar puncak Semarak Harlah PMII ke-66 pada 21 April 2026, di gedung Nuwo budayo, dengan penuh khidmat dan semangat kebersamaan. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur, mulai dari kader, senior, alumni, hingga tokoh Nahdlatul Ulama (NU) di Kota Metro.
Dalam momentum tersebut, Ketua PCNU Metro yang juga pernah menjabat sebagai ketua umum PC PMII Metro 1993-1994 turut hadir dan memberikan sambutan, yang menegaskan pentingnya kesinambungan antara PMII dan NU sebagai satu nafas perjuangan. bahwa NU harus hadir sebagai rumah besar bagi kader dan alumni PMII. Menurutnya, sinergi ini menjadi penting agar pengabdian tetap terjaga.
“Sudah sepatutnya Nahdlatul Ulama menjadi rumah bagi alumni PMII. Bukan hanya sebagai tempat kembali, tetapi sebagai ruang untuk melanjutkan perjuangan, mengabdi kepada umat, dan memperkuat nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah dalam kehidupan berbangsa,”
Lebih lanjut, Ia menyampaikan bahwa NU Metro harus mampu menjadi ruang yang nyaman dan strategis bagi para alumni PMII untuk terus berkhidmat.
“PMII bukan hanya organisasi mahasiswa biasa, tetapi kawah candradimuka yang melahirkan kader-kader pemimpin. Dari rahim PMII, lahir generasi yang memiliki komitmen keislaman dan kebangsaan yang kuat,”
Menurutnya, PMII merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari NU. Oleh karena itu, sinergi antara kader, alumni, dan struktur NU menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan gerakan serta memperkuat peran sosial keummatan.
Sementara itu, Ketua Umum PC PMII Metro, M. Luthfi Rafiuddin. A, Dalam kesempatan yang sama, menegaskan bahwa posisi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia di Kota Metro hari ini tidak lagi sekadar organisasi besar, melainkan telah menjadi organisasi yang sangat besar dengan peran dan tanggung jawab yang semakin luas.
“PMII Metro hari ini bukan lagi sekadar organisasi besar, tetapi sudah menjadi organisasi yang sangat besar. Ini tentu bukan hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga tanggung jawab bersama, baik bagi kader aktif maupun seluruh alumni,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa besarnya PMII harus diiringi dengan kesadaran kolektif untuk menjaga marwah organisasi serta memperkuat kontribusi nyata di tengah masyarakat.
“Ke depan, kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Dibutuhkan kolaborasi dan keterlibatan semua pihak. Kader harus tetap progresif, dan alumni harus hadir membersamai, agar PMII benar-benar menjadi kekuatan yang membawa manfaat,” lanjutnya.
Kegiatan puncak Semarak Harlah PMII ke-66 ini diisi dengan berbagai rangkaian acara, yang tidak hanya mempererat silaturahmi antar kader dan alumni, tetapi juga memperkuat semangat pergerakan di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan PMII Metro semakin solid, progresif, dan tetap menjadi bagian penting dalam dinamika sosial, keumatan, dan kebangsaan.

