nataragung.id – Palas – Kebakaran hebat menghanguskan sebuah bangunan Madrasah Ibtidaiyah (MI) dilingkungan Yayasan Pendidikan Pondok Pesantren Roudlotussolihin di Desa Bumi Restu, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, Kamis petang (23/4/2026).
Belum diketahui secara pasti sumber api berasal, yang membakar seluruh material bangunan dan peralatan belajar mengaji, namun dugaan sementara akibat korsleting arus pendek listrik.

Yayasan Pendidikan Pondok Pesantren Roudlotussolihin pimpinan KH. RM Soleh Bajuri ludes terbakar di perkirakan sekitar
pukul 19.20 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut namun kerugian di perkirakan mencapai Rp 50 Juta rupiah.
KH. Soleh Bajuri pernah maju dalam kontestasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Lampung Selatan pada tahun 2015. Mantan ketua PWNU Provinsi Lampung itu maju dengan menggandeng calon wakil bupati yaitu M. Ngadelan Jawawi (anggota DPRD Lamsel dari FPKB). Namun kala itu pasangan yang dikenal dengan BAJA, akronim dari Bajuri-Jawawi harus menelan pil pahit karena berhasil di kalahkan oleh pasangan Zainudin Hasan – Nanang Ermanto (ZaiN)
Berdasarkan informasi yang di dapat, dalam peristiwa
tersebut petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) yang berada di pos Damkar Kalianda, pertama kali mendapatkan laporan adanya kebakaran dari kepala desa setempat.

Kemudian, setelah mendapatkan laporan,
petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan langsung menuju lokasi tempat kejadian guna melakukan pemadaman dengan mengerahkan 2 unit
mobil pemadam kebakaran dari posko Kalianda dan Ketapang
Hal ini di benarkan oleh Kepala Bidang Damkarmat Kabupaten Lampung Selatan, Rully Fikriansyah “Ya benar, setelah pihak Damkarmat mendapatkan laporan dari kepala desa setempat, kami langsung bergerak cepat menuju lokasi guna melakukan pemadaman,” ujar Rully Fikriansyah

Lebih lanjut Rully menyampaikan, api di kabarkan oleh salah seorang pengurus pondok yaitu Ahmad Mustofa Zuhad, secara tiba-tiba muncul dan membesar di pondok pesantren, dugaan sementara akibat korsleting arus pendek listrik.
“Karena secara tiba-tiba api muncul dari sebuah ruangan yang kemudian membakar bangunan pondok pesantren,” ungkapnya
Api berhasil dipadamkan oleh petugas, satu jam kemudian setelah berjibaku memadamkan kobaran api di lokasi, sehingga kebakaran tidak meluas ke bangunan lain di sekitar ponpes.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.Namun, kerugian materiil ditaksir mencapai sekitar Rp 50 juta.
“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, Namun, kerugian materiil ditaksir mencapai sekitar Rp 50 juta,” imbuhnya.
Rully Fikriansyah mengatakan, pihak Damkar mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran akibat instalasi listrik yang kadang tidak aman, terutama di bangunan yang digunakan secara intensif.
“Masyarakat tetap waspada terhadap potensi kebakaran akibat instalasi listrik, jadi bilamana hendak bepergian maka semua stop kontak yang menempel di terminal harus di cabut,” tandasnya (*/SMh)

