Pemkot Metro Perkuat Mitigasi Kemarau 2026, Sektor Pertanian Dipacu Tetap Produktif

0

nataragung.id – Metro – Pemerintah Kota Metro melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan terus memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi kemarau panjang pada tahun 2026. Hal tersebut disampaikan dalam dialog bersama para pelaku utama sektor pertanian atau kelompok tani se-Kota Metro sebagai upaya membangun komunikasi yang lebih intensif dan menyerap langsung aspirasi di lapangan kegiatan ini berlangsung di Landbouw Pertanian, Kamis (30/04/2026).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Metro, Hery Wiratno, menegaskan bahwa dialog ini menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah antara pemerintah dan para petani dalam menghadapi tantangan iklim ekstrem atau Fenomena anomali iklim El-Nino.

“Tujuan utama dialog ini adalah menjalin komunikasi yang lebih intensif antara pemerintah daerah dengan para pelaku utama sektor pertanian. Kita menyadari bahwa musim kemarau menjadi tantangan serius terhadap produktivitas pertanian, terlebih pada tahun 2026 diperkirakan akan terjadi fenomena El Nino atau kemarau panjang,” ujar Hery.

Menurut Hery, kekuatan sektor pertanian di Kota Metro saat ini didukung oleh jaringan kelembagaan yang solid, mulai dari 137 kelompok tani, 75 kelompok pembudidaya ikan, 74 kelompok wanita tani, 63 kelompok peternak, 52 lumbung pangan, hingga 24 kelompok P3A yang melibatkan lebih dari 5.000 kepala keluarga.

Baca Juga :  Di Balik Prestasi Anak: Ada Keluarga Yang Berperan Besar Dalam Pendidikanku Oleh: Rosi Mardia Anisa *)

“Potensi sumber daya manusia ini harus dikoordinasikan dengan baik agar distribusi bantuan, teknologi pertanian, dan penanganan masalah di lapangan bisa tepat sasaran dan efektif,” jelasnya.

Dalam menghadapi ancaman kekeringan, Hery menekankan pentingnya sinergi lintas sektor, termasuk dengan Dinas PUPR dalam pengelolaan sumber daya air. “Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Dibutuhkan gotong royong dan sinergi kuat, terutama dalam manajemen air dan mitigasi risiko agar ketahanan pangan dan ekonomi daerah tetap terjaga,” katanya.

Selain itu, percepatan masa tanam juga menjadi perhatian utama. Hery menegaskan batas waktu tanam padi hingga pertengahan Mei 2026. “Setelah tanggal 15 Mei, kami tidak menganjurkan lagi untuk menanam padi. Lebih baik beralih ke komoditas lain seperti jagung agar tidak berisiko gagal panen,” tegasnya.

Ia juga mendorong petani untuk memanfaatkan alat dan mesin pertanian bantuan pemerintah, termasuk 28 unit traktor besar yang telah tersedia, serta menggunakan varietas unggul berumur genjah yang dapat dipanen dalam waktu relatif singkat.

Baca Juga :  Metro, Lampung — Dalam tiga hari aksi kemanusiaan yang intens, 5–7 Desember 2025, Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Metro berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp65.967.400 untuk membantu korban bencana beruntun di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Aksi galang dana yang digelar serentak di sejumlah titik strategis Kota Metro ini melibatkan puluhan kader lintas komisariat. Sejak hari pertama, arus dukungan masyarakat begitu deras—mobil, motor, hingga pejalan kaki tampak berhenti memberikan bantuan. Respon cepat masyarakat inilah yang membuat capaian donasi meningkat tajam. Ketua Umum PC PMII Kota Metro, Sahabat M. Luthfi Rafiuddin. A, menyampaikan apresiasi mendalam atas solidaritas warga. “Alhamdulillah, dalam waktu tiga hari kami berhasil menghimpun lebih dari Rp65,9 juta. Ini bukti nyata bahwa warga Metro memiliki kepedulian tinggi. Kami hanya menjadi perantara, sedangkan kemuliaan sesungguhnya datang dari para dermawan yang tergerak hatinya,” ujarnya. Luthfi menegaskan bahwa PMII tidak hanya berhenti pada pengumpulan dana, tetapi memastikan penyaluran dilakukan secara tepat dan transparan. “Bantuan ini langsung kami salurkan melalui pengurus koordinator cabang PMII Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, serta perwakilan OKP dan Pemerintah Kota Metro yang akan turun ke lokasi. Kami ingin memastikan amanah ini benar-benar sampai kepada korban yang membutuhkan,” tambahnya. Koordinator Lapangan aksi, Sahabat Ervan, mengungkapkan bahwa para kader bekerja tanpa kenal lelah. “Setiap hari kami turun dari pagi sampai sore. Hujan sempat turun, tetapi semangat teman-teman tidak pernah reda. Kami merasa bertanggung jawab untuk berbuat sesuatu bagi saudara-saudara kita yang tengah ditimpa musibah,” ucapnya. Dengan terkumpulnya hampir Rp66 juta, aksi PMII Kota Metro ini menjadi bukti bahwa mahasiswa tetap memegang peran penting sebagai pelopor solidaritas dan agen sosial di tengah masyarakat. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban para korban dan menjadi pengingat bahwa nilai kemanusiaan selalu melampaui batas wilayah. (SN)

“Gunakan varietas seperti Inpari 38, Inpari 46, atau jenis lain yang masa panennya sekitar 84 hari, sehingga lebih aman menghadapi musim kemarau,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung penuh sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi daerah.

“Kami di Pemerintah Kota Metro akan terus hadir dan memastikan kebutuhan petani terpenuhi, mulai dari sarana produksi, alat mesin pertanian hingga dukungan infrastruktur irigasi. Ini adalah komitmen kami agar petani tetap produktif meskipun menghadapi tantangan cuaca ekstrem,” ujar Wali Kota Metro.

Ia juga menekankan pentingnya koordinasi yang kuat hingga tingkat lapangan agar seluruh bantuan dan program dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat.

“Saya sudah berkoordinasi langsung dengan pemerintah pusat untuk memperjuangkan tambahan bantuan, baik traktor, combine harvester, maupun pompa air. Tinggal bagaimana kita di lapangan memperkuat sinergi, menjaga dan merawat alat bantuan yang telah diberikan oleh Pemerintah,” tegasnya.

Lebih lanjut, Hery memaparkan sejumlah langkah strategis yang harus segera diimplementasikan di tingkat lapangan, di antaranya pemetaan wilayah rawan kekeringan, penerapan sistem peringatan dini, serta optimalisasi infrastruktur irigasi.

Baca Juga :  Sukses Itu Butuh Waktu: Pelajaran Berharga Dari Film "Tunggu Aku Sukses Nanti" Oleh : Shalfa Zahra Amalia Anggraini // Mahasiswa UIN Jurai Siwo Lampung

Ia menyebut, pada tahun 2026 Kota Metro mendapatkan alokasi bantuan dari pemerintah pusat berupa pembangunan jaringan irigasi di 10 titik, lima unit jaringan perpipaan, serta dua unit pompa air dalam.

Sementara itu, ia turut mengapresiasi kerja keras seluruh petani yang telah berkontribusi terhadap peningkatan sektor pertanian di Kota Metro.

Tak hanya itu, potensi sektor peternakan juga turut menjadi perhatian, di mana terdapat empat sapi asal Kota Metro yang masuk nominasi pilihan Presiden dengan bobot di atas satu ton. “Ini menjadi kebanggaan bagi kita semua. Mudah-mudahan tahun ini seluruh nominasi bisa terpilih,” pungkasnya.

Dengan semangat kebersamaan dan sinergi yang terus dibangun, Pemerintah Kota Metro optimistis sektor pertanian dan perikanan akan tetap tangguh serta mampu menjaga stabilitas ekonomi daerah di tengah tantangan perubahan iklim. (*/SMh)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini