TPID Lampung Selatan Ikuti Rakor Kemendagri, Inflasi Nasional April 2026 Terkendali di 2,42 Persen

0

nataragung.id – Kalianda – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Lampung Selatan mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri secara virtual bersama seluruh pemerintah daerah di Indonesia. Kegiatan tersebut diikuti dari Ruang Kepala Bagian Perekonomian, Kantor Bupati Lampung Selatan, Selasa (5/5/2026).

Rakor yang dipimpin Sekretaris Jenderal Kemendagri, Tomsi Tohir, itu menjadi forum strategis untuk memantau perkembangan inflasi sekaligus memperkuat sinergi pengendalian harga antara pemerintah pusat dan daerah.

Deputi Bidang Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Ateng Hartono, menyampaikan bahwa inflasi nasional pada April 2026 masih dalam kondisi terkendali.

Baca Juga :  Bupati Egi dan Menko Pangan RI Hadiri Ijtima Ulama Dunia 2025, Menteri Agama Didaulat menjadi Khotib Sholat Jum'at di Masjid Al-Hijrah - Kota Baru

Berdasarkan data BPS, inflasi bulanan (month to month) tercatat sebesar 0,13 persen. Sementara itu, inflasi tahunan (year on year) berada di angka 2,42 persen, dan inflasi tahun kalender (year to date) sebesar 1,06 persen.

“Atas dasar data BPS, inflasi April 2026 masih terjaga dalam rentang yang aman,” ujar Ateng dalam paparannya.

Ia menjelaskan, terdapat sejumlah kelompok pengeluaran yang berkontribusi dalam menahan laju inflasi. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami deflasi sebesar 0,20 persen dengan andil minus 0,06 persen terhadap inflasi.

Baca Juga :  Anggota DPRD Lampung Selatan, Edo Saputra Wijaya: Isra Mi’raj Momentum Memperkuat Iman dan Pengabdian untuk Rakyat

Selain itu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya juga mencatatkan deflasi sebesar 0,99 persen, yang turut membantu meredam tekanan harga.

Namun demikian, beberapa sektor masih memberikan andil terhadap inflasi, di antaranya transportasi sebesar 0,99 persen, serta penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,07 persen.

Lebih lanjut, Ateng mengungkapkan bahwa secara tahunan, inflasi saat ini sudah tidak lagi dipengaruhi oleh kebijakan penyesuaian tarif listrik yang sebelumnya berdampak hingga Maret 2026. Memasuki April, kondisi tersebut dinilai telah kembali normal.

Dari sisi komoditas, sejumlah bahan pangan strategis tercatat mengalami penurunan harga cukup signifikan, seperti ayam ras yang mengalami deflasi 6,20 persen, cabai rawit 14,98 persen, telur ayam ras 4,92 persen, serta cabai merah 2,59 persen.

Baca Juga :  HUT ke-80 PGRI dan Hari Guru Nasional 2025: Sekda Lampung Selatan Tegaskan Guru sebagai Fondasi Bangsa dan Pilar Masa Depan Pendidikan

“Penurunan harga ini menunjukkan bahwa berbagai langkah pengendalian inflasi yang dilakukan pemerintah pusat dan daerah, memberikan dampak nyata,” jelasnya.

Melalui rakor rutin tersebut, diharapkan seluruh TPID, termasuk di Kabupaten Lampung Selatan, dapat terus memperkuat langkah antisipatif dan responsif dalam menjaga stabilitas harga, khususnya pada komoditas pangan strategis. (mara-Kmf)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini