Wali Kota Metro Terima Audiensi Dewan Pengawas BPJS Kesehatan Pusat, Bahas Peningkatan Layanan Kesehatan

0

nataragung.id – Metro – Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso, didampingi Asisten I Setda Kota Metro, Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro, serta Direktur RSUD Ahmad Yani Kota Metro, menerima audiensi Dewan Pengawas BPJS Kesehatan Pusat di ruang kerja Wali Kota Metro, Jumat (08/05/2026).

Pertemuan audiensi ini membahas berbagai persoalan dan penguatan pelayanan kesehatan di Kota Metro, termasuk evaluasi layanan fasilitas kesehatan (faskes), peningkatan mutu pelayanan BPJS Kesehatan, hingga pengembangan rumah sakit rujukan di Kota Metro.

Perwakilan Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Dr. Rukijo, S.E., M.M., melaporkan bahwa sebelum melakukan audiensi, pihaknya telah melakukan kunjungan langsung ke sejumlah fasilitas kesehatan di Kota Metro.


“Kami dari BPJS Kesehatan sejak pagi mengunjungi fasilitas kesehatan, mulai dari Klinik Utama Santa Maria hingga RSUD Ahmad Yani Kota Metro untuk melihat langsung bagaimana pelayanan kepada pasien, khususnya peserta BPJS Kesehatan,” ujar Rukijo.

Menurutnya, kunjungan tersebut bertujuan untuk memastikan proses pelayanan kesehatan berjalan dengan baik, mulai dari kemudahan akses masyarakat, kecepatan pelayanan, hingga kualitas layanan yang diberikan fasilitas kesehatan kepada peserta BPJS.

Baca Juga :  Metro, Lampung — Dalam tiga hari aksi kemanusiaan yang intens, 5–7 Desember 2025, Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Metro berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp65.967.400 untuk membantu korban bencana beruntun di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Aksi galang dana yang digelar serentak di sejumlah titik strategis Kota Metro ini melibatkan puluhan kader lintas komisariat. Sejak hari pertama, arus dukungan masyarakat begitu deras—mobil, motor, hingga pejalan kaki tampak berhenti memberikan bantuan. Respon cepat masyarakat inilah yang membuat capaian donasi meningkat tajam. Ketua Umum PC PMII Kota Metro, Sahabat M. Luthfi Rafiuddin. A, menyampaikan apresiasi mendalam atas solidaritas warga. “Alhamdulillah, dalam waktu tiga hari kami berhasil menghimpun lebih dari Rp65,9 juta. Ini bukti nyata bahwa warga Metro memiliki kepedulian tinggi. Kami hanya menjadi perantara, sedangkan kemuliaan sesungguhnya datang dari para dermawan yang tergerak hatinya,” ujarnya. Luthfi menegaskan bahwa PMII tidak hanya berhenti pada pengumpulan dana, tetapi memastikan penyaluran dilakukan secara tepat dan transparan. “Bantuan ini langsung kami salurkan melalui pengurus koordinator cabang PMII Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, serta perwakilan OKP dan Pemerintah Kota Metro yang akan turun ke lokasi. Kami ingin memastikan amanah ini benar-benar sampai kepada korban yang membutuhkan,” tambahnya. Koordinator Lapangan aksi, Sahabat Ervan, mengungkapkan bahwa para kader bekerja tanpa kenal lelah. “Setiap hari kami turun dari pagi sampai sore. Hujan sempat turun, tetapi semangat teman-teman tidak pernah reda. Kami merasa bertanggung jawab untuk berbuat sesuatu bagi saudara-saudara kita yang tengah ditimpa musibah,” ucapnya. Dengan terkumpulnya hampir Rp66 juta, aksi PMII Kota Metro ini menjadi bukti bahwa mahasiswa tetap memegang peran penting sebagai pelopor solidaritas dan agen sosial di tengah masyarakat. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban para korban dan menjadi pengingat bahwa nilai kemanusiaan selalu melampaui batas wilayah. (SN)

“Alhamdulillah secara umum pelayanan berjalan baik, baik bagi peserta mandiri, PBI maupun PPU atau pekerja penerima upah. Mereka aktif menjadi peserta dan merasakan langsung manfaat jaminan kesehatan melalui pelayanan di fasilitas kesehatan,” katanya.

Meski demikian, Rukijo mengakui masih terdapat sejumlah hal yang perlu menjadi perhatian bersama, terutama terkait kapasitas fasilitas kesehatan yang masih terbatas.


Rukijo juga megungkapkan bahwa hasil kunjungan lapangan yang dilakukan hari ini akan menjadi bahan evaluasi bagi BPJS Kesehatan, baik dalam peningkatan pelayanan maupun penyusunan kebijakan ke depan.

“Kalau memang ada hal-hal yang perlu diperbaiki dalam pelayanan BPJS, tentu akan kami evaluasi. Begitu juga jika diperlukan kebijakan baru, hasil kunjungan ini bisa menjadi dasar untuk penyempurnaan kebijakan pelayanan kesehatan yang lebih baik,” tambahnya.

Sementara itu, Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan Dewan Pengawas BPJS Kesehatan Pusat ke Kota Metro, yang diharapkan tidak hanya menjadi agenda monitoring semata, tetapi juga dapat membawa dukungan nyata bagi pengembangan layanan kesehatan di Kota Metro.

Baca Juga :  Wagub Jihan Hadiri Pelantikan Pengurus IMM Kota Metro Periode 2025-2026. Harap Berdampak Positif Bagi Masyarakat

“Ada peningkatan efisiensi pelayanan kesehatan di Kota Metro, bahkan secara nasional. Kami berharap kehadiran Dewan Pengawas BPJS Kesehatan Pusat hari ini di Kota Metro dapat membawa berbagai program dari pemerintah pusat yang mampu mendukung kemajuan pelayanan kesehatan di Kota Metro,” ujar Bambang.


Menurutnya, Kota Metro memiliki posisi strategis sebagai rumah sakit rujukan Regional II di Provinsi Lampung yang melayani masyarakat dari berbagai kabupaten/kota di sekitar Metro. “Pasien di Kota Metro justru sebagian besar berasal dari luar daerah. Rumah sakit di Metro menjadi rujukan masyarakat dari Lampung Timur, Lampung Tengah dan daerah lainnya,” ungkapnya.

Untuk itu, adanya peningkatan infrastruktur rumah sakit dan layanan kesehatan, termasuk kemungkinan pengembangan rumah sakit yang lebih besar dan representatif di masa mendatang.

“Kalau melihat kondisi rumah sakit saat ini tentu masih membutuhkan dukungan, baik perbaikan fisik maupun pengembangan fasilitas pelayanan kesehatan. Kami berharap ada afirmasi dan dukungan dari pusat,” katanya.

Baca Juga :  Wali Kota Metro Dorong Lahirnya Generasi Bahagia Lewat Penguatan Kepemimpinan Sekolah

Terlebih, pelayanan BPJS di Kota Metro saat ini sudah semakin baik, terutama karena didukung rumah sakit pemerintah maupun swasta yang terus meningkatkan kualitas pelayanan dan sarana prasarana.

“Sekarang masyarakat yang menggunakan BPJS juga bisa merasakan pelayanan yang nyaman dan berkualitas karena fasilitas kesehatan terus berkembang,” ujarnya.

Selain itu, Bambang juga menyampaikan harapannya terkait penambahan layanan kesehatan tertentu, seperti fasilitas cuci darah, mengingat tingginya kebutuhan masyarakat dan banyaknya pasien rujukan dari luar daerah sehingga harapannya dengan adanya berbagai regulasi dan dukungan pusat dapat lebih fleksibel sehingga pengembangan layanan kesehatan di Kota Metro dapat berjalan lebih optimal.

Di akhir audiensi, Wali Kota Metro menegaskan bahwa kunjungan Dewan Pengawas BPJS Kesehatan Pusat menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan BPJS Kesehatan dalam meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. (*/SMh)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini