nataragung.id – Bandar Lampung – Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, menghadiri pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (GAPEMBI) Provinsi Lampung, yang dilaksanakan oleh DPP GAPEMBI di Ballroom Hotel Radisson Lampung Kedaton, Selasa (19/5/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, S.T., M.M., jajaran Forkopimda, serta perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN), Tengku Syahdana, selaku Direktur Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat di BGN. Hadir pula Ketua Umum DPP GAPEMBI H. Alven Stony, Ketua DPW GAPEMBI Lampung H. M. Muslih, bersama seluruh jajaran pengurus DPW GAPEMBI se-Provinsi Lampung dan berbagai unsur tamu undangan dari kalangan pemerintah maupun pelaku usaha.
Pelantikan pengurus DPW GAPEMBI Lampung menjadi salah satu momentum strategis dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, legislatif, dan sektor usaha guna mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Lampung. Rangkaian acara diisi dengan pembacaan surat keputusan kepengurusan, prosesi pelantikan organisasi, hingga pemaparan berbagai agenda pengembangan ekosistem MBG di daerah.

Dalam sambutannya, Gubernur Lampung menyoroti ironi yang masih dihadapi Provinsi Lampung. Meski dikenal sebagai salah satu daerah penghasil pangan terbesar di Indonesia, tingkat konsumsi protein masyarakat Lampung masih berada sekitar 30–40 persen di bawah rata-rata nasional.
Menurut Gubernur, kondisi tersebut berpengaruh terhadap tingginya angka kemiskinan dan kualitas sumber daya manusia di daerah. Oleh karena itu, Program Makan Bergizi Gratis dinilai sebagai langkah strategis yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan gizi anak-anak, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui perputaran ekonomi hingga ke tingkat desa.
Ia juga menjelaskan bahwa implementasi tahap awal program MBG telah menunjukkan perkembangan positif dengan hadirnya sekitar 1.100 dapur MBG yang mulai memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Ke depan, pemerintah daerah terus mendorong penguatan program agar dapur MBG dapat berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi desa yang berkelanjutan.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat Badan Gizi Nasional (BGN), Tengku Syahdana, menekankan pentingnya peran mitra strategis seperti Gapembi dalam menyukseskan program MBG.
Ia menargetkan setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memiliki sedikitnya 15 pemasok lokal agar distribusi manfaat ekonomi lebih merata.

“Kita harapkan nantinya setiap SPPG minimal harus mempunyai 15 supplier. Wajib hukumnya. Jangan ada mekanisme ekonomi kapitalis di mana yang kaya semakin kaya,” ujarnya.
Tengku menambahkan BGN akan memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Lampung untuk memberdayakan pelaku UMKM, koperasi, dan kelompok tani agar masyarakat lokal dapat terlibat aktif dalam rantai pasok nasional.
“Semuanya harus naik kelas. Kita ingin mewujudkan ekonomi yang merata hingga tingkat Desa,” katanya.
Sementara itu Ketua Gapembi Lampung, M. Muslih menyatakan komitmennya untuk mengawal penuh program makan bergizi gratis yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
“Kami di Gapembi Lampung berkomitmen penuh untuk mengawal dan mendukung program makan bergizi gratis sebagai bagian dari upaya bersama menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas. Kehadiran kami bukan semata-mata untuk kepentingan bisnis, tetapi membawa misi kemanusiaan demi mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Muslih. (*/SMh)

