Metro Perkuat Tata Kelola Data, BPS Canangkan Kelurahan Cantik dan Pembinaan Statistik 2026

0

nataragung.id – Metro – Pemerintah Kota Metro bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Metro terus memperkuat tata kelola data daerah melalui pencanangan Kelurahan Cinta Statistik (Cantik) dan Pembinaan Statistik Sektoral Tahun 2026 yang digelar di Aula Pemerintah Kota Metro, Senin (25/05/2026).

Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis dalam membangun sistem data yang akurat, terintegrasi, dan berkelanjutan guna mendukung pembangunan daerah yang lebih tepat sasaran di Kota Metro.

Pranata Komputer Ahli Muda BPS Kota Metro, Ariyanto, mengatakan pembangunan daerah yang efektif harus ditopang data yang kuat, tidak hanya pada tingkat makro, tetapi juga hingga level kelurahan dan organisasi perangkat daerah (OPD).

“Kolaborasi ini merupakan bentuk nyata sinergi antara BPS Kota Metro dan Pemerintah Kota Metro dalam membangun ekosistem data yang tangguh. Kami mengapresiasi dukungan penuh Pemkot Metro sehingga pembinaan statistik daerah tahun 2026 dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.

Baca Juga :  Metro, Lampung — Dalam tiga hari aksi kemanusiaan yang intens, 5–7 Desember 2025, Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Metro berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp65.967.400 untuk membantu korban bencana beruntun di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Aksi galang dana yang digelar serentak di sejumlah titik strategis Kota Metro ini melibatkan puluhan kader lintas komisariat. Sejak hari pertama, arus dukungan masyarakat begitu deras—mobil, motor, hingga pejalan kaki tampak berhenti memberikan bantuan. Respon cepat masyarakat inilah yang membuat capaian donasi meningkat tajam. Ketua Umum PC PMII Kota Metro, Sahabat M. Luthfi Rafiuddin. A, menyampaikan apresiasi mendalam atas solidaritas warga. “Alhamdulillah, dalam waktu tiga hari kami berhasil menghimpun lebih dari Rp65,9 juta. Ini bukti nyata bahwa warga Metro memiliki kepedulian tinggi. Kami hanya menjadi perantara, sedangkan kemuliaan sesungguhnya datang dari para dermawan yang tergerak hatinya,” ujarnya. Luthfi menegaskan bahwa PMII tidak hanya berhenti pada pengumpulan dana, tetapi memastikan penyaluran dilakukan secara tepat dan transparan. “Bantuan ini langsung kami salurkan melalui pengurus koordinator cabang PMII Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, serta perwakilan OKP dan Pemerintah Kota Metro yang akan turun ke lokasi. Kami ingin memastikan amanah ini benar-benar sampai kepada korban yang membutuhkan,” tambahnya. Koordinator Lapangan aksi, Sahabat Ervan, mengungkapkan bahwa para kader bekerja tanpa kenal lelah. “Setiap hari kami turun dari pagi sampai sore. Hujan sempat turun, tetapi semangat teman-teman tidak pernah reda. Kami merasa bertanggung jawab untuk berbuat sesuatu bagi saudara-saudara kita yang tengah ditimpa musibah,” ucapnya. Dengan terkumpulnya hampir Rp66 juta, aksi PMII Kota Metro ini menjadi bukti bahwa mahasiswa tetap memegang peran penting sebagai pelopor solidaritas dan agen sosial di tengah masyarakat. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban para korban dan menjadi pengingat bahwa nilai kemanusiaan selalu melampaui batas wilayah. (SN)


Program Kelurahan Cantik sendiri merupakan program nasional BPS yang bertujuan meningkatkan literasi statistik, standarisasi pengelolaan data, serta optimalisasi pemanfaatan data di tingkat kelurahan. Melalui program ini, kelurahan didorong tidak hanya menjadi pengguna data, tetapi juga mampu menjadi produsen data yang aktif, cermat, dan bertanggung jawab.

Sejak 2021 hingga 2025, BPS Kota Metro telah membina sembilan kelurahan, yakni Yosodadi, Banjarsari, Yosorejo, Rejomulyo, Tejosari, Tejo Agung, Mulyojati, Hadimulyo Timur, dan Iringmulyo. Kesembilan kelurahan tersebut diharapkan menjadi percontohan pengelolaan statistik di Kota Metro. Sementara pada tahun 2026, pembinaan difokuskan pada tiga kelurahan baru, yaitu Ganjaragung, Ganjarasri, dan Mulyosari.

Selain pencanangan Kelurahan Cantik, BPS Kota Metro juga melaksanakan pembinaan statistik sektoral melalui Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS). Tahun ini, penilaian EPSS difokuskan pada Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Metro sebagai OPD strategis pengelola data vital daerah.

Baca Juga :  Wujud Kepedulian Sosial Untuk Warga Rejomulyo, Wali Kota Metro Hadiri Sambatan Mbangun Omah


Dalam kesempatan itu, BPS turut mensosialisasikan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), yakni basis data terpadu yang memuat kondisi sosial, ekonomi, dan tingkat kesejahteraan masyarakat hasil integrasi DTKS, Regsosek, dan P3KE.

DTSEN kini menjadi rujukan utama berbagai program bantuan pemerintah seperti Program Keluarga Harapan (PKH), BPNT atau Program Sembako, hingga Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Masyarakat yang merasa data dirinya belum sesuai juga diberikan akses pengaduan melalui kelurahan, Dinas Sosial, aplikasi Cek Bansos, maupun layanan resmi Kementerian Sosial.

Tak hanya itu, BPS Kota Metro juga menyampaikan kesiapan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) yang akan mendata seluruh aktivitas usaha, termasuk perkembangan ekonomi digital, transaksi QRIS dan e-wallet, hingga fenomena gig economy. Pendataan lapangan dijadwalkan berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.

Baca Juga :  Pesantren Bank Sampah Jadi Contoh, Wali Kota Metro : Ini Langkah Luar Biasa


Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Metro, Yerri Ehwan, menegaskan bahwa data berkualitas menjadi fondasi utama dalam menentukan arah pembangunan daerah di era digital.

“Program Kelurahan Cantik merupakan inisiasi luar biasa dalam meningkatkan literasi, kesadaran, dan peran aktif perangkat kelurahan dalam pengelolaan data statistik. Kelurahan sebagai ujung tombak pemerintahan harus memiliki kapasitas dan komitmen kuat dalam mengelola data yang akurat dan berkelanjutan,” kata Yerri.

Menurutnya, tanpa data yang valid dan terintegrasi, kebijakan pembangunan berisiko tidak tepat sasaran. Karena itu, penguatan statistik hingga tingkat kelurahan menjadi langkah penting dalam mewujudkan pembangunan Kota Metro yang lebih efektif, tepat, dan berbasis data. (*/SMh)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini