nataragung.id – Jakarta – Ekonomi Indonesia runtuh. Sayangnya pemerintah justru makin memperkeruh keadaan. Pada saat yang sama, kebijakan fiskal bocor, independensi BI direnggut, dan komunikasi pemerintah kepada publik justru jauh dari kata layak.
Hal itu menjadi titik picu Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI melakukan aksi massa bertajuk #MenujuIndonesiaBangkrut dengan lokasi di Bundaran HI, pada Jumat, 12 Juni 2026
Dalam seruan aksinya, BEM UI melihat pemerintah justru menyangkal kondisi yang ada, mendegradasi perjuangan, dan kritik yang digaungkan rakyat.
“Tak hanya itu, aparat negara digunakan sebagai alat untuk membungkam mereka yang bersuara,” kata Albani dalam seruan aksi itu.
Aksi para mahasiswa berjaket kuning itu tertahan barikade polisi. Mereka tak mampu menembus jalan menuju ke lokasi aksi di Bundaran HI.
Dalam aksinya, BEM UI mengajukan lima tuntutan, yaitu setop pemborosan APBN, turunkan harga kebutuhan pokok dan BBM, hentikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.
Sementara itu, Senat Mahasiswa (Sema) UGM Yogyakarta menyerukan mahasiswa untuk turun ke jalan pada hari ini, Sabtu, 13 Juni 2026 di pertigaan Jalan Gejayan Yogyakarta.
Dalam seruannya, Sema UGM menilai demokrasi sedang dibajak. Ruang kebebasan semakin dicekik, kritik dibungkam dengan intimidasi, dan aparat negara yang seharusnya melindungi rakyat justru menjelma menjadi tameng kekuasaan.
Perubahan tidak lahir dari kepasrahan, melainkan dari keberanian mahasiswa memadati jalanan. “Jika ketidakadilan sudah menjadi aturan, maka perlawanan adalah kewajiban,” seru Sema UGM. (MMD/GFM).
Keterangan Foto: Sebagian mahasiswa yang tergabung dalam aksi bertajuk “Menuju Indonesia Bangkrut di Jakarta, pada Jumat, 12 Juni 2026./Foto: Ghanna Farrel Malawits.

