MUTIARA PAGI : Angan-Angan Kosong dan Hari Penghitungan. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

0

nataragung.id – Natar – Di dunia ini, Allah kadang membiarkan manusia hanyut dalam kenikmatan dan kesenangan yang tampak nyata.

Mereka makan, menikmati, dan larut dalam kegembiraan duniawi, seolah segala yang diinginkan tersedia di ujung tangan.

Namun di balik tawa dan kenyamanan itu, terselip sebuah bahaya halus: angan-angan yang menipu hati, harapan kosong yang menjauhkan mereka dari Allah, dan lupa bahwa kehidupan ini hanyalah sementara.

Baca Juga :  Mutiara Pagi : Jejak Jari dan Pertanggungjawaban Kata. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Allah berfirman:

ذَرْهُمۡ يَأۡكُلُوٓا۟ وَيَتَمَتَّعُوٓا۟ وَيُلۡهِهِمُ ٱلۡأَمَلُۖ فَسَوۡفَ يَعۡلَمُونَ

“Biarkanlah mereka makan dan bersenang-senang dan dilalaikan oleh angan-angan, maka kelak mereka akan mengetahui.” (Surat Al‑Hijr ayat 3)

Dalam kata-kata itu, tersirat peringatan agung: dunia hanyalah ladang ujian, bukan tempat abadi.

Orang-orang yang terlena akan terkejut saat hari penghitungan tiba. Kenikmatan dunia yang dulu mereka genggam kini hilang, dan angan-angan kosong tak mampu menyelamatkan mereka dari konsekuensi amal yang lalai.

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Jangan Sekali-kali Masuk ke Masalah yang Tak Engkau Pahami Jalan Keluarnya. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Ayat ini mengajarkan kita untuk berhati-hati. Jangan sampai kita terlena oleh gemerlap dunia dan harapan-harapan semu yang menutupi tujuan hakiki kita: mengingat Allah, berbuat baik, dan menyiapkan bekal akhirat.

Biarkan dunia ada, nikmati secukupnya, tetapi jangan sampai menutupi mata hati dari kebenaran yang abadi.

Karena pada akhirnya, hanya Allah yang menentukan hasil, dan hanya mereka yang menyiapkan diri yang akan merasakan keselamatan dan keberkahan sejati. (97).
WaAllahu A’lam

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Di Balik Takdir yang Terlihat Pahit. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair

*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini