RAMADHAN MUBARAK (7) : Menjaga Lisan di Bulan Ramadhan. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

0

nataragung.id – Pemanggilan – Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin. Segala puji bagi Allah Subḥanahu wata’ala yang masih memberi kita kesempatan berpuasa dan memperbaiki diri.

Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam, yang lisannya senantiasa basah dengan dzikir dan perkataan yang baik.

Jamaah yang dirahmati Allah..
Di antara anggota tubuh yang paling ringan namun paling berat pertanggungjawabannya adalah lisan. Ia kecil, tetapi bisa mengangkat derajat seseorang hingga surga, atau menjatuhkannya ke dalam neraka.

Allah Subḥanahu wata’ala berfirman:

مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

“Tidak ada satu kata pun yang diucapkannya melainkan ada malaikat pengawas yang selalu siap mencatat.” (QS. Qaf: 18)

Setiap kata dicatat. Setiap ucapan diperhitungkan. Tidak ada yang sia-sia di sisi Allah.

Baca Juga :  Mutiara Pagi : Jejak Jari dan Pertanggungjawaban Kata. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Jamaah sekalian…
Puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan lisan dari dusta, gibah, dan kata-kata yang melukai.
Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ

“Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan buruk, maka Allah tidak butuh terhadap puasanya yang hanya meninggalkan makan dan minum.”(HR. Bukhari)

Betapa tegas peringatan ini. Jika lisan tidak dijaga, maka nilai puasa bisa hilang.

Dalam hadits lain Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

إِذَا أَصْبَحَ ابْنُ آدَمَ فَإِنَّ الأَعْضَاءَ كُلَّهَا تُكَفِّرُ اللِّسَانَ، تَقُولُ: اتَّقِ اللَّهَ فِينَا، فَإِنَّمَا نَحْنُ بِكَ، فَإِنِ اسْتَقَمْتَ اسْتَقَمْنَا، وَإِنِ اعْوَجَجْتَ اعْوَجَجْنَا

“Apabila anak Adam memasuki pagi hari, seluruh anggota tubuh tunduk kepada lisan dan berkata: Bertakwalah kepada Allah dalam urusan kami, karena kami bergantung kepadamu. Jika engkau lurus, kami pun lurus; jika engkau menyimpang, kami pun menyimpang.” (HR. Tirmidzi)

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Taubat dan Syaratnya. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Lisan adalah kendali. Jika ia baik, seluruh hidup menjadi baik.

Jamaah yang dimuliakan Allah…
Ramadhan adalah bulan latihan menjaga diri. Maka mari kita jaga:
– Lisan dari gibah dan fitnah
– Lisan dari kata-kata kasar
– Lisan dari menyakiti hati sesama
– Lisan dari perdebatan sia-sia

Gantilah dengan:
– Dzikir
– Tilawah
– Doa
– Perkataan yang menenangkan

Allah Subḥanahu wata’ala berfirman:

وَقُولُوا لِلنَّاسِ حُسْنًا

“Dan ucapkanlah kepada manusia perkataan yang baik.” (QS. Al-Baqarah: 83)

Satu kalimat baik bisa menjadi sedekah. Satu kata lembut bisa menyembuhkan luka hati.

Baca Juga :  RAMADHAN MUBARAK : Al-Qur’an - Cahaya Ramadhan, Cahaya Kehidupan. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Jangan sampai kita berpuasa seharian, tetapi pahala habis karena lisan tak terkendali. Jangan sampai kita rajin tarawih, tetapi ringan mencela saudara sendiri.

Semoga Allah Subḥanahu wata’ala menjaga lisan kita, membersihkan hati kita, dan menerima puasa kita.

اللهم طهر ألسنتنا من الكذب والغيبة والنميمة واجعل كلامنا ذكراً وشكراً لك

Ya Allah, bersihkan lisan kami dari dusta, gibah, dan adu domba, serta jadikan ucapan kami sebagai dzikir dan syukur kepada-Mu.
Amin ya Rabbal ‘alamin. (KIS/184).
WaAllahu A’lam

_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair

*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini