MUTIARA PAGI : Tirai Panggung Kehidupan. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

0

nataragung.id – Natar – Sepanjang apapun sandiwara dimainkan, pada akhirnya tirai akan tertutup. Lampu panggung meredup, musik berhenti berbisik, dan langkah para aktor meninggalkan jejak yang tak lagi bisa diulang.

Penonton pun tahu, setiap tokoh punya akhirnya, setiap peran punya takdirnya.

Begitulah hidup ini. Kita semua adalah pemain dalam lakon yang tidak pernah kita pilih panggungnya, namun kita diberi kesempatan menuliskan naskahnya lewat sikap dan perbuatan. Ada yang memilih peran sebagai penebar kebaikan, ada pula yang tergelincir dalam peran yang mencederai dirinya sendiri.

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Bersihkan Hati, Sebelum Membersihkan Jalan. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Waktu berjalan, bab demi bab ditutup. Dan pada akhirnya, dunia hanyalah kursi penonton yang menilai, sementara kebenaranlah yang akan membuka hakikat peran kita masing-masing. Tepuk tangan bisa meriah, sorakan bisa menggema, tapi semua itu hanya sementara. Yang abadi adalah catatan amal yang akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah.

Allah Subḥanahu wata’ala berfirman:

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Jalan Istiqamah Menuju Surga. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۖ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Setiap jiwa pasti akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasan kalian.” (QS. Ali ‘Imran: 185)

Maka bijaklah dalam bersikap. Jangan biarkan lakon hidup berakhir dengan penyesalan.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

الكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ، وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ

“Orang yang cerdas adalah yang menundukkan dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah mati.” (HR. Tirmidzi)

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Dalam Ciptaan -Nya Ada Tanda-tanda Kebesaran. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Jadikan ia kisah yang meninggalkan cahaya, meski tirai sudah tertutup. Sebab hidup bukan sekadar sandiwara, melainkan perjalanan menuju rumah keabadian. (72).
WaAllahu A’lam

_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair

*) Penulis adalah Anggota Majelis Syura DDII Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini