nataragung.id – Pemanggilan – Dunia yang kita jalani ini bukanlah sekadar tempat tinggal, melainkan medan ujian yang dipenuhi dengan berbagai keindahan dan godaan.
Segala yang tampak indah di mata, harta, jabatan, kenikmatan, dan kesenangan, sesungguhnya hanyalah perhiasan yang sementara.
Di balik semua itu, Allah ingin melihat siapa di antara hamba-Nya yang memiliki tekad kuat, yang mampu mengendalikan dirinya, dan lebih mengutamakan hak Tuhannya daripada mengikuti hawa nafsunya.
Betapa banyak manusia yang terpesona oleh gemerlap dunia, hingga lalai dari tujuan hidupnya.
Namun, orang-orang yang beriman memahami bahwa keindahan ini bukan untuk dituruti sepenuhnya, melainkan untuk diuji.
Mereka menahan diri, menjaga ketaatan, dan menempatkan ridha Allah di atas segala keinginan pribadi.
Allah Subḥanahu wata’ala berfirman:
(إِنَّا جَعَلْنَا مَا عَلَى الْأَرْضِ زِينَةً لَّهَا لِنَبْلُوَهُمْ أَيُّهُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا)
“Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka, siapakah di antara mereka yang paling baik amalnya.” (QS. Al-Kahfi: 7)
Maka, kebahagiaan sejati bukan terletak pada banyaknya kenikmatan dunia yang diraih, tetapi pada kemampuan seseorang dalam menundukkan hawa nafsunya dan tetap istiqamah dalam ketaatan.
Di situlah letak kemuliaan seorang hamba, ketika ia memilih Allah di atas segala sesuatu. (239).
WaAllahu A’lam
_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair
*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.
___
#KIS
#Shobahul_Khair
#Mutiara_pagi

