MUTIARA PAGI : Di antara Pasang dan Surutnya Takdir. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

0

nataragung.id – Natar – Hidup ini bukanlah garis lurus yang selalu terang dan lapang. Ia adalah hamparan gelombang; kadang tenang membiru, kadang bergemuruh menantang jiwa.

Akan datang hari ketika tubuh ini ringkih oleh sakit, namun akan pula datang hari di mana kita bangkit dengan dada lapang dan langkah ringan.

Akan ada masa ketika dompet terasa sempit, namun akan tiba pula saat Allah membukakan pintu rezeki dari arah yang tak pernah kita duga.

Akan kita dapati malam-malam yang penuh keluhan, basah oleh air mata yang tak mampu untuk dibendung. Lalu, dengan kuasa-Nya, kitapun akan merasakan hari-hari penuh tawa, ketika langit hidup kita terasa lebih luas dari sebelumnya.

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Menjaga Nilai Diri dengan Tenang. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Begitulah dunia: ia berputar, berubah, tak pernah menetap. Dan manusia pun diuji agar hatinya tetap kembali kepada Pemilik segala pergantian.

Kadang ujian terasa begitu berat, seakan meremukkan seluruh harapan. Namun dalam remuk itu, Allah sedang merapikan jalan bagi bagi sebuah ketenangan. Ia menguji akal dengan kebingungan, hanya untuk mengembalikannya dalam kejernihan. Ia menggoncang hati dengan kesedihan, hanya untuk menurunkannya kembali dalam keteduhan.

Baca Juga :  RAMADHAN MUBARAK (18) : I’tikaf: Diam yang Menghidupkan Hati. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Maka mari kita berdoa…

Ya Allah, dunia ini tak pernah tetap pada satu rupa. Ia berubah sebagaimana Engkau menggilir siang dan malam.

Maka anugerahkan kepada kami kebaikan-kebaikan dunia, dan jauhkanlah kami dari semua keburukannya. Letakkanlah dunia di tangan kami, jangan Engkau letakkan di hati kami.

Jauhkan kami dari maksiat, dari musibah yang mematahkan, dari cobaan yang melemahkan, dan dari kesedihan yang berlarut-larut.

Lancarkan langkah kami, kuatkan jiwa kami, dan angkatlah kami dengan kasih sayang-Mu, wahai Tuhan seluruh alam.”

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Istighfar, Penutup Indah Amal Seorang Mukmin. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Pada akhirnya, bukan kemapanan dunia yang membuat kita kuat, tetapi dekatnya kita kepada Allah, yang tak pernah berubah dan tak pernah pergi. (KIS/115).
WaAllahu A’lam

_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair

*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

☀️ Shobahul Khair

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini