MUTIARA PAGI : Di Dalam Gelap, Terselip Harapan. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

0

nataragung.id – Natar – Tatkala dunia terasa sempit, dan langkah-langkah terasa berat, ada doa yang mengalir lembut dari hati yang tulus:

{… رَبَّنَآ ءَاتِنَا مِن لَّدُنكَ رَحۡمَةٗ وَهَيِّئۡ لَنَا مِنۡ أَمۡرِنَا رَشَدٗا }

“Rabbanaa aatinaa min ladunka rahmatan wa hayyi’ lanaa min amrinaa rashadaa…”

“Ya Tuhan kami. Berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus bagi kami dalam urusan kami.” [Surat Al-Kahfi: 10]

Baca Juga :  RAMADHAN MUBARAK (14) : Tarawih - Cahaya Malam Orang Beriman. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Doa yang lahir dari kerapuhan manusia,
namun menggenggam langit dengan keyakinan.
Doa yang singkat, tapi membuka gerbang rahmat. Doa yang sederhana, tapi mengubah gua menjadi taman harapan.

Lihatlah para pemuda Ashabul Kahfi, mereka berlindung dalam gelap,
namun yang turun bukan kegelapan,
melainkan cahaya petunjuk, yang mengubah rasa takut menjadi aman,
yang menjadikan keterasingan sebagai kemuliaan.

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Jangan Tinggalkan Al-Qur'an. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Betapa luar biasa kuasa Rabb yang Maha Lembut,
saat doa mengalir dari hati yang percaya, maka yang hina diangkat-Nya mulia, yang tersesat ditunjuki-Nya jalan cahaya.

Maka jangan pernah remehkan doa, karena di balik kalimat yang lirih itu,
tersimpan kekuatan yang dapat mengubah nasib.
Cukuplah Engkau memohon dari lubuk yang paling dalam,
dan biarkan rahmat-Nya turun…
mengganti malam menjadi fajar, air mata menjadi senyum, dan takut menjadi tenang. (30)
WaAllahu A’lam

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Bersihkan Hati, Sebelum Membersihkan Jalan. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair

*) Penulis adalah Anggota Majelis Syura DDII Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini