nataragung.id – Natar – Wahai jiwa yang lelah namun tetap melangkah, hidup ini bukan sekadar perjalanan yang harus diselesaikan, tetapi anugerah yang harus dinikmati dengan penuh kesadaran.
Kita diajari oleh waktu bahwa tidak semua senyum lahir dari bahagia, dan tidak semua langkah tegap berasal dari kekuatan.
Ada kalanya kita mampu berdiri hanya karena Allah menegakkan, dan kita tersenyum hanya karena Allah menenangkan.
Namun tetap harus diingat, menampakkan bahwa semuanya baik-baik saja bukan berarti membohongi diri.
Ini adalah seni menjaga harapan. Ini adalah adab seorang hamba yang tahu bahwa Rabb-nya Maha Melihat luka paling rahasia tanpa harus diumbar kepada manusia.
Kadang kita harus tampak kuat bukan karena diri ini perkasa, tetapi karena Allah tidak membiarkan kita runtuh.
Dan ketika kita berada di titik terendah, ketika malam terasa lebih panjang daripada biasanya, ketika dada terasa sempit hingga napas pun enggan hadir, di situlah Allah memanggil dengan lembut, “Bersandarlah kepada-Ku.”
Sebab kekuatan sejati bukanlah tidak pernah rapuh, tetapi tetap bertahan walau hati berkeping-kepin. Karena kita tahu ada Zat yang mengumpulkan serpihan itu menjadi utuh kembali.
Mari tetap nikmati hidup dengan cara orang beriman:
bukan dengan berpura-pura bahagia, tetapi dengan yakin bahwa setiap ujian membawa hikmah,
setiap luka membawa pahala,
setiap air mata membawa penghapusan dosa.
Maka mari tetap berjalan, meski pelan. Mari tetap tersenyum, meski hati mendung.
Tetap tampakkan keteguhan, meski jiwa sedang goyah.
Bukan agar manusia memuji, tetapi agar hati selalu ingat: “Hasbunallâh wa ni‘mal wakîl.”
Cukuplah Allah sebagai penolong, dan Dialah sebaik-baik sandaran.
Dan pada hari ketika segala rahasia dibuka, kita semua akan tahu, bahwa setiap kepahitan yang disembunyikan dengan sabar
telah berubah menjadi cahaya
yang menerangi menuju surga. (KIS/113).
WaAllahu A’lam
_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair
*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.
📚

