Bang Gatronado Garaika dan Cara Baru ASN Berkomunikasi dengan Publik

0

nataragung.id, Bandar Lampung — Di era keterbukaan informasi dan demokrasi digital, wajah aparatur negara tidak lagi cukup tersembunyi di balik meja kerja dan laporan administratif. Publik menuntut lebih: kehadiran, komunikasi, dan keterbukaan. Dalam konteks inilah, kehadiran Gatronado Garaika di ruang publik melalui baliho, aktivitas sosial, dan media sosial perlu dibaca secara lebih jernih dan adil.

Sebagai Aparatur Sipil Negara Pemerintah Provinsi Lampung, Gatronado berada pada posisi yang strategis sekaligus sensitif. Ia bekerja di sektor pendapatan daerah, sektor yang langsung bersentuhan dengan keberlangsungan pembangunan Lampung. Namun, di luar tugas struktural itu, ia memilih untuk tidak menjauh dari masyarakat, melainkan hadir dan berkomunikasi secara aktif. Sebagian orang mungkin menyebutnya pencitraan. Tetapi dalam demokrasi modern, komunikasi publik bukanlah dosa, melainkan kebutuhan.

Baliho yang tersebar di sejumlah sudut Lampung dan aktivitas Gatronado di media sosial sesungguhnya dapat dibaca sebagai upaya membangun jembatan komunikasi antara aparatur negara dan masyarakat. Ia tidak berbicara tentang kewenangan, apalagi memamerkan jabatan. Narasi yang dibangun justru berkisar pada semangat kebersamaan, optimisme, dan dorongan agar masyarakat Lampung percaya pada masa depannya sendiri.

Baca Juga :  Gubernur Rahmat Mirzani Dorong Program Sister City untuk Bangkitkan Kejayaan Kelautan Berkelanjutan

Di banyak negara maju, pejabat publik termasuk birokrat dituntut memiliki public engagement yang baik. Kehadiran di ruang publik bukan untuk memuja diri, melainkan untuk memastikan bahwa negara memiliki wajah yang bisa diajak berdialog.

Media sosial telah mengubah cara kerja birokrasi. ASN yang tertutup justru kerap dicurigai. Sebaliknya, ASN yang aktif menyampaikan kegiatan, gagasan, dan interaksi sosialnya dinilai lebih akuntabel. Dalam konteks ini, Gatronado membaca zaman dengan tepat. Aktivitasnya di media sosial tidak dipenuhi kemewahan atau gaya hidup berjarak, melainkan dokumentasi kegiatan sosial, pertemuan masyarakat, diskusi, dan pesan-pesan motivatif. Ini menunjukkan satu hal penting: ia memahami bahwa kepercayaan publik dibangun melalui kedekatan emosional dan keterbukaan informasi.

Baca Juga :  Pj. Gubernur Lampung Pamit, Ajak ASN Dukung Pemimpin Terpilih dan Jaga Kebersamaan

Setiap manusia yang bekerja dengan sungguh-sungguh pasti memiliki harapan tentang masa depan. Namun yang membedakan ambisi sehat dengan ambisi kosong adalah rekam jejak dan kesiapan diri. Gatronado tidak muncul dari ruang hampa. Ia adalah ASN dengan pengalaman birokrasi nyata, latar belakang pendidikan yang relevan, serta pemahaman sistem pemerintahan daerah.

Maka ketika ia membangun citra diri di ruang publik, itu bukan sekadar soal ingin dikenal, melainkan menawarkan diri untuk dinilai. Dan dalam demokrasi, kesediaan untuk dinilai publik adalah bentuk keberanian.

Lampung membutuhkan figur-figur yang tidak hanya bekerja di balik layar, tetapi juga berani hadir di tengah masyarakat, menyerap aspirasi, dan menjelaskan proses pemerintahan dengan bahasa yang dipahami rakyat. Kehadiran Gatronado di ruang publik baik secara fisik maupun digital dapat dibaca sebagai bagian dari proses itu.
Pembangunan daerah tidak hanya membutuhkan kebijakan yang baik, tetapi juga komunikasi yang efektif agar masyarakat merasa dilibatkan. Dalam hal ini, apa yang dilakukan Gatronado layak dilihat sebagai praktik baru ASN Lampung: lebih terbuka, komunikatif, dan adaptif terhadap perubahan zaman.

Baca Juga :  112 Peserta Ikuti Seleksi Calon Kafilah MTQ Provinsi Lampung untuk MTQ Korpri VII Nasional

Pada akhirnya, publiklah yang akan menilai. Tetapi satu hal yang patut dicatat: lebih berbahaya aparatur yang tidak pernah mau muncul dan berbicara, dibanding mereka yang berani hadir dan diuji di ruang terbuka.
Gatronado Garaika telah memilih jalan kedua. Dan bagi Lampung yang sedang bergerak menuju kemajuan, keberanian semacam ini adalah modal penting.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini